Showing posts with label Hatchback. Show all posts
Showing posts with label Hatchback. Show all posts
// //

Komparasi Mobil 200 Jutaan Hyundai Grand i10 vs New Mitsubishi Mirage

Pilihan mobil harga kurang dari 200 Jutaan sebenarnya cukup banyak, jika kemarin Auto Je-Jo menilai bahwa Hyundai Grand i10 Facelift bakal jadi ancaman bagi Suzuki Ignis sebenarnya bukan sebagai satu-satunya ancaman. Sebab di rentang harga yang sama ada pilihan lain yaitu New Mitsubishi Mirage yang meski modelnya bukan selera semua orang tapi menawarkan kenyamanan yang superior untuk mobil dengan harga tak sampai Rp 200 Juta.

Karenanya untuk artikel kali ini Auto Je-Jo mencoba membandingkan Hyundai Grand i10 vs New Mitsubishi Mirage, kebetulan kedua-duanya sama-sama bertipe hatchback kelas A sehingga kemungkinan calon konsumen memperbandingkan keduanya dalam sebuah proses keputusan beli cukup besar.

Eksterior dan Interior Hyundai Grand i10 vs New Mitsubishi Mirage

Mitsubishi Mirage adalah mobil yang paling sulit dinilai menurut Auto Je-Jo, alasannya ketika pertama kali melihat penampilannya 3 tahun lalu komentar pertama yang langsung muncul adalah: “Ini mobil jelek sekali! Tampangnya aneh!”
Tapi begitu tahu fitur-fitur yang dimiliki tipe tertingginya bisa disetarakan dengan sebuah hatchback kelas B andalan Toyota tapi banderolnya tak sampai Rp 200 Juta Auto Je-Jo pun mulai jatuh hati.

Hyundai Grand i10 vs New Mitsubishi Mirage

Read More
// //

Komparasi Nissan New March vs. Suzuki Celerio

Kehadiran Suzuki Celerio di Indonesia bukan sekedar menebar ancaman bagi sesama produk Suzuki seperti Karimun Wagon R dan New Splash namun tentu saja menjadi ancaman bagi kompetitor di segmen yang sama. Satu di antaranya adalah Nissan March yang merupakan salah satu sub-compact hatchback kelas A paling populer di awal kelahirannya.

Baik Suzuki Celerio maupun Nissan March bisa dengan cukup mudah memikat calon konsumen karena harga yang relatif terjangkau serta karakteristik yang ideal digunakan sebagai mobil perkotaan. Memang pilihan ideal untuk sub kompak hatchback kelas A non-LCGC saat ini adalah Mitsubishi Mirage, namun kali ini kami hendak menyoroti perbandingan antara Nissan New March vs. Suzuki Celerio terlebih dahulu.

Perbandingan antara Nissan New March vs. Suzuki Celerio

Read More
// //

Pilih Hyundai Grand i10 atau Datsun Go+?

Hyundai Indonesia akhirnya kembali memanaskan persaingan di kategori subkompak hatchback kelas A dengan memboyong Hyundai Grand i10. Perubahan yang diusung oleh Hyundai Grand i10 memang cukup signifikan dibanding Hyundai i10 yang terakhir kali dijual di Indonesia sebelumnya. Namun kondisi pasar sudah banyak bergeser semenjak kehadiran LCGC yang rata-rata bermain di kategori subkompak hatchback kelas A tersebut.

Dari sekian banyak LCGC yang berpotensi menggerogoti pangsa pasar Hyundai Grand i10, satu di antaranya adalah Datsun Go+ yang menawarkan kapasitas angkut ekstra dibanding kompetitor lain. Itu sebabnya pada artikel kali ini kami mencoba mengangkat komparasi antara keduanya sekedar untuk menjadi pertimbangan bagi Anda yang saat ini sedang mempertimbangkan satu di antara kedua mobil murah tersebut.

Beberapa orang mungkin perbandingan keduanya dianggap kurang pas mengingat yang satu adalah LCGC sedang yang lain bukan. Namun tidak selamanya setiap konsumen membandingkan LCGC dengan sesamanya kala hendak membeli mobil baru. Dan oleh karena Hyundai Grand i10 adalah salah satu subkompak hatchback yang dalam hemat kami memiliki segudang potensi besar dan layak menjadi benchmark di kelasnya maka kami memilihnya sebagai pembanding kali ini.

Pilih Hyundai Grand i10 atau Datsun Go+?

Dari sisi estetika desain Datsun Go+ mengadopsi desain grille yang besar dan meski Hyundai Grand i10 memiliki grille yang tidak terlalu lebar namun ukuran air scoop di bawahnya relatif besar. Dari sisi depan keduanya sama-sama berkesan agresif. Namun berkat desain yang berkesan lebih konvensional hasilnya Grand i10 justru lebih mampu membentuk kesan elegan dibandingkan Go+.

Sementara itu pada perbandingan desain keduanya dari tampak samping lagi-lagi Datsun Go+ yang bergaya sub MPV juga tak mampu menandingi kesan stylish yang ditampilkan oleh Hyundai Grand i10. Dari tampak sampingnya mobil terbaru keluaran Hyundai di kelas hatchback paling bontot ini banyak memiliki dengan Mazda2 generasi lawas.

Upaya Datsun untuk memberikan kursi ekstra di bagian belakang cukup membawa konsekuensi yang tidak kecil terhadap tingkat proporsionalitas desainnya terutama kala dilihat dari samping. Belum lagi ukuran ban standar yang dibawanya juga semakin membuat penampilannya tampak tidak seimbang. Penilaian ini tentu bakal sedikit berbeda jika Datsun Go hatchback yang dijadikan pembanding, namun justru ekstra ruang yang disediakan oleh Go+ itulah yang menjadikan kami memilihnya diantara LCGC lain.

Bagaimanapun dari sisi estetika desain eksterior cukup adil memberikan kemenangan pada Hyundai Grand i10 atas Datsun Go+.

Perbandingan Interior Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+

Perbandingan Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+

Pada perbandingan akomodasi Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+ sekilas memang andalan Hyundai ini tak tampak selega Datsun. Namun ternyata ketika duduk di jok baris kedua, selisih keduanya tidak terasa signifikan. Perbedaan besar di sektor interior seperti sudah bisa ditebak justru terletak pada kualitas serta kenyamanan Hyundai Grand i10 yang sudah pasti lebih baik dibanding Datsun Go+.
Sebenarnya bukan hanya kualitasnya saja, namun di baris kedua posisi duduk Grand i10 memberikan sudut yang lebih nyaman ketimbang Go+ yang relatif lebih tegak.

Sementara dari sisi estetika desain termasuk pemilihan warna interiornya lagi-lagi Hyundai Grand i10 jauh mengungguli Datsun Go+ yang begitu minimalis dan sederhana.

Untuk perbandingan fitur dan kelengkapan bisa dipastikan kondisinya tak jauh beda. Meski pada Hyundai Grand i10 tipe GL memang belum dilengkapi dengan perangkat hiburan namun sudah dilengkapi dengan electric folding mirror belum lagi seatbelt dengan kualitas lebih baik dibanding milik Datsun Go+.

Sebaliknya untuk Datsun Go+ tipe sekalipun meski sudah dilengkapi dengan perangkat hiburan berupa 1 Din Audio dengan Aux Jack + USB namun ketiadaan electric folding mirror serta seatbelt model lawas harus diakui terasa cukup mengganggu sekalipun untuk mobil dengan harga kurang dari Rp 110 juta.

Perbandingan Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+

Perbandingan Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+

Secara umum mobil hatchback pada dasarnya diperuntukkan untuk pengemudi pemula serta mereka yang membutuhkan alat transportasi di dalam kota saja. Karena itu faktor kepraktisan menjadi poin penting bagi mobil dalam kategori ini. Menariknya meski dibanderol jauh lebih murah justru Datsun Go+ unggul atas Hyundai Grand i10 di poin perbandingan ini.

Pasalnya dengan visibilitas yang lebih baik, lingkar kemudi lebih ringan, posisi duduk lebih baik mobil yang menandai comeback-nya Datsun di Indonesia ini bakal lebih disukai terutama oleh pengemudi pemula dibandingkan Hyundai Grand i10 yang posisi duduknya lebih rendah sehingga mengharuskan pengemudi untuk lebih mengandalkan feeling-nya ketimbang mata dalam memperkirakan ruang.

Baik Hyundai Grand i10 maupun Datsun Go+ sama-sama tangguh meredam jalanan dengan kondisi permukaan yang bergelombang sebagaimana kerap ditemukan di Indonesia. Kualitas riding keduanya tak jauh berbeda meski juga tak bisa dibilang imbang. Faktor pembedanya terletak pada peredaman kabin Hyundai Grand i10 yang lebih baik dibandingkan Datsun Go+.

Di sektor mesin keduanya sama-sama mengandalkan mesin dengan kapasitas 1.2 liter. Bedanya mesin Datsun Go+ adalah mesin 3 silinder sementara Hyundai mengandalkan mesin 4 silinder. Dapur pacu Hyundai Grand i10 mampu menghasilkan daya maksimal 87 PS dan torsi 12.2 kg.m. Di sisi lain mesin Datsun Go+ menghasilkan daya maksimal hanya 68 PS 10.6 kg.m. Data di atas kertas ini tercermin ketika menguji akselerasi 0-100 km/jam keduanya dimana Datsun Go+ lebih lambat 1.03 detik dibandingkan Hyundai Grand i10.

Perbandingan Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+

Perbandingan Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+

Penyaluran output mesin juga terasa lebih baik pada Hyundai Grand i10 dibanding Datsun Go+. Meski sebenarnya gearbox Grand i10 pun juga tidak sempurna namun setidaknya lebih refined dibandingkan Go+ terutama saat berpindah dari gigi 2 ke gigi 3.

Untuk performa handling terasa sekali bagaimana Hyundai melakukan penyempurnaan luar biasa pada Grand i10 dibanding generasi sebelumnya. Hasilnya mobil mungil ini terasa stabil baik pada kecepatan sedang maupun tinggi. Gejala body roll sangat terkontrol sekalipun dikemudikan agresif kala melahap tikungan. Sebaliknya stabilitas merupakan salah satu kelemahan terbesar dari Datsun Go+. Bisa jadi ban 155/70 R13 pada Go+ merupakan penyebabnya, Hyundai sendiri menggunakan ban 165/65 R14 pada Grand i10.

Sedangkan untuk pengereman meski tipe terendah Hyundai Grand i10 belum dilengkapi ABS seperti halnya Datsun Go+ namun titik pengeremannya lebih sedikit lebih baik dibanding Go+ walau performa pengereman Go+ sendiri juga tidak buruk. Sedangkan pada tipe yang lebih tinggi Hyundai Grand i10 sudah dilengkapi dengan ABS dimana keberadaannya tetap tidak ditemukan pada Datsun Go+ tipe T sekalipun.

Harga Hyundai Grand i10 di Indonesia dibanderol mulai Rp 140 hingga Rp 182 juta, sementara harga Datsun Go+ mulai Rp 88 juta hingga Rp 103 juta. Walau dengan selisih harga yang lumayan tersebut keduanya tampak berbeda kelas namun jika diamati USP keduanya sama. Keduanya juga pada dasarnya sama-sama menawarkan transportasi hemat dan praktis di dalam kota.

Oleh karena hemat menjadi kata kuncinya maka jelas perbandingan konsumsi BBM Datsun GO+ dan Hyundai Grand i10 tak bisa dikesampingkan. Go+ diklaim lebih efisien dengan 20,6 km/liter dibandingkan klaim Hyundai Grand i10 yang hanya 18,9 km/liter. Tentu di lapangan klaim tersebut tidak bisa menjadi patokan. Namun mengingat bahwa nafas Datsun Go+ kala dikendarai dengan gigi 3 dan 4 terasa lebih panjang maka logikanya konsumsi BBM Fatsun Go+ sedikit lebih hemat dibanding Hyundai Grand i10.

Pada komparasi Hyundai Grand i10 dan Datsun Go+ memang Datsun tampak inferior hampir di semua poin. Sebagian besar orang akan memaklumi mengingat selisih harga keduanya yang juga tidak sedikit. Namun justru yang perlu digarisbawahi adalah sekalipun dibanderol murah pada dasarnya Datsun Go+ memiliki potensi besar jika memang tujuannya sekedar sebagai sarana transportasi dari poin A ke poin B. Dengan sedikit polesan seperti penggunaan ban lebih besar, perbaikan kualitas insulasi berikut perangkat hiburan maka mobil yang harganya tak sampai Rp 110 juta ini sudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Hyundai Grand i10 di pihak lain di mata kami tetap menjadi salah satu yang terbaik di kategori subkompak hatchback kelas A besama Mitsubishi Mirage.
Read More
// //

Rivalitas Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2 Part. 2

Masuk ke dalam kabin Toyota All-new Yaris kesan mewah bak sebuah sedan langsung terasa, sangat wajar mengingat Yaris mengambil inspirasi langsung dari sang kakak yaitu All-new Toyota Vios. Dominasi warna hitam dan plastik dashboard yang didesain menyerupai softpad mampu menaikkan gengsi Toyota Yaris meski sebenarnya sangat minim fitur terkini. Untuk tipe TRD bahkan bisa ditemukan beberapa lapisan kulit serta semi bucket seat yang bukan hanya menarik dari sisi estetika namun sekaligus memberi kenyamanan lebih.

Interior Toyota All New Yaris

All-new Honda Jazz pun sebenarnya juga tampak mengambil inspirasi dari All-new Honda City, sayangnya material serta finishing dashboard bertolak belakang dari sang kakak. Selain plastiknya tak dicoba untuk dikaburkan juga ada beberapa gap di beberapa bagian yang mengesankan Honda tak serius dalam menjaga kualitas generasi terbaru Honda Jazz ini. Pendahulunya, Honda Jazz GE8 tampak jauh lebih berkelas ketimbang Honda Jazz GK5 ini.
Pada sisi lain soal fitur serta desain panel Honda Jazz jauh lebih unggul ketimbang Toyota Yaris yang hanya mampu menonjolkan kecanggihan HU-nya saja.

Interior Honda Jazz Terbaru

Lagi-lagi All-new Mazda2 yang platformnya berubah sama sekali dari generasi sebelumnya tampak paling fresh di sektor interior dibanding Yaris maupun Jazz. Sorotan tentu saja tertuju pada perangkat hiburan MZD-Connect. Layar sentuh berukuran 7 inch terletak pada bagian atas dashboard memberi akses pada sistem navigasi sekaligus menjadi pusat kendali bagi sistem audionya dan bisa diakses pula lewat rotary dial yang terletak pada konsol tengah.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2

Tak seperti Honda Jazz yang penuh dengan berbagai gimmick, justru interior All-new Mazda2 terkesan sederhana dan jelas sekali para desainer meminimalisir keberadaan tombol pada dashboard. Pendekatan semacam ini sudah lebih dahulu dianut oleh BMW, Mercedez atau Audi.
Meski sederhana serta minimalis namun pada saat bersamaan kesan futuristik justru lebih kental terasa dibandingkan dua kompetitornya.

Soal material sudah barang tentu All-new Mazda2 jauh lebih unggul dibanding All-new Honda Jazz maupun Toyota All-new Yaris karena dashboardnya sudah dilapis kulit bukan sekedar tekstur kulit seperti Toyota Yaris. Selain itu finishing-nya juga sangat rapi. Masuk ke dalam kabin All-new Mazda2 lebih terasa bak masuk ke dalam kabin mobil Eropa ketimbang mobil Jepang.

Di sisi kualitas finishing dan material interior sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa All-new Honda Jazz menjadi kontestan paling inferior jika dibanding dua kompetitor lainnya.

Sebaliknya ketika bicara posisi duduk justru All-new Honda Jazz-lah yang paling terasa pas dan nyaman dibanding Toyota All-new Yaris maupun Mazda2. Memang soal kenyamanan All-new Mazda2 tak kalah dari Honda Jazz, hanya saja demi mengejar kesan sporti posisi duduknya dibuat rendah.

Lagi-lagi soal akomodasi sama seperti para pendahulunya All-new Honda Jazz menyediakan akomodasi paling luas dibanding Toyota All-new Yaris maupun All-new Mazda2, meski pada sisi lain akomodasi Toyota Yaris jika dibanding generasi sebelumnya. Berkat sistem ultra seat bahkan jok belakang Honda Jazz bisa dilipat sejajar lantai sehingga mampu memuat barang lebih banyak lagi dengan praktis. All-new Mazda2 menjadi kontestan paling inferior soal akomodasi, bukan semata-mata karena kapasitasnya saja namun juga posisi duduk rendah memaksa penumpang belakang bertubuh tinggi untuk menekuk kaki lebih rapat. Toyota Yaris juga tak sepenuhnya kalah di sini, sebab dengan penambahan panjang alhasil legroom-nya juga menjadi lebih luas dibanding Honda Jazz

Masuk ke dapur pacu kembali terlihat kesenjangan luar biasa antara All-new Honda Jazz dan Toyota All-new Yaris dengan All-new Mazda2. Seperti sebelumnya Toyota masih setia dengan mesin 1NZ-FE padahal dimensi mobilnya sendiri sudah bertambah. Memang mesin ini terkenal bandel dan efisien, namun pada sisi lain performanya jauh di bawah ekspektasi, sama sekali tak mencerminkan tampak agresif All-new Yaris. Di balik kemudi All-new Yaris hal yang terasa menyenangkan adalah bobot lingkar kemudi yang terasa sangat pas.

Penurunan performa mesin Toyota Yaris terbaru sebagai dampak dari bertambahnya beban masih diperburuk lagi dengan semakin banyaknya gejala limbung serta rasio gear yang dibuat tidak seagresif pendahulunya. Jelaslah bahwa Toyota mencoba menawarkan hatchback yang mengedepankan akomodasi serta kenyamanan di atas segalanya.

Toyota All New Yaris

Di bawah kap mesin Honda Jazz terbaru tersimpan dapur pacu L15Z5 yang menghasilkan output lebih baik jika dibandingkan mesin Toyota Yaris. Sayang, sama halnya dengan finishing interior yang buruk, kondisi yang sama pun bisa dilihat pada dapur pacu yang tidak rapi. Sementara itu transmisinya terasa mampu menyalurkan tenaga dengan lebih baik jika dibanding generasi pendahulunya, dan putaran menengahnya pun lebih berisi dibandingkan Toyota Yaris terbaru.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2

Kontestan paling muda All-new Mazda2 mengusung dapur pacu dengan daya maksimum 110 PS dan torsi 141 Nm yang artinya di atas kertas inferior dibanding Toyota Yaris maupun Honda Jazz. Namun jangan lupa bahwa selain rasio bobot dan output yang berbeda, Mazda2 juga mengusung teknologi Skyactiv termasuk transmisi Skydrive yang lebih akurat menyalurkan output mesin. Sementara soal bobot, All-new Mazda2 adalah yang paling ringan dibanding Honda Jazz maupun Toyota Yaris.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2

Menentukan mana yang terbaik diantara Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2 sama sekali tidak sederhana karena seperti biasa masing-masing calon konsumen memiliki kebutuhan serta pertimbangan yang sangat variatif. Untuk keluarga muda yang mementingkan kenyamanan rasa-rasanya Toyota All-new Yaris lebih ideal meski akomodasi dan fleksibilitasnya tak sebaik Honda Jazz. Pada sisi lain meski terasa merupakan downgrade dari GE8 namun All-new Honda Jazz relatif good looking dibandingkan Toyota All-new Yaris, demikian pula dengan kualitas handlingnya.
Sementara bagi mereka yang belum berkeluarga atau berkeluarga namun belum memiliki anak All-new Mazda2 dengan desain sporti, fitur komplet serta handling agresif tentu merupakan godaan yang tak bisa ditampik meski pada sisi lain kenyamanan penumpang harus sedikit dikorbankan.
Read More
// //

Rivalitas Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2 Part. 1

Pertarungan antara Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2 menjadi rivalitas yang paling dinanti di segmen subkompak hatchback kelas B. Ketiganya menjadi pilihan yang paling populer saat ini meski faktanya masih ada alternatif unggulan lainnya seperti Ford Fiesta. Pada satu sisi Toyota All-new Yaris dan All-new Honda Jazz masih mempertahankan teknologi lawas, sementara di sisi lain All-new Mazda2 menghadirkan pembaruan signifikan yang menjadikannya mendapat sorotan sejak jauh-jauh hari sebelum dirilis secara resmi.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2 kemumgkinan juga bakal menjadi rivalitas paling mendominasi bursa otomotif tanah air di kelas hatchback setidaknya selama setahun kedepan. Meski demikian sebenarnya cukup ironis melihat bagaimana dua dari tiga pabrikan tersebut melakukan pendekatan yang sama sekali berbeda dan masih tetap mampu menjadi pemain dominan lewat teknologi usang.

Baik Toyota, Honda maupun Mazda memiliki kesamaan dalam membentuk karakter mobil hatchback andalan mereka yaitu sama-sama ingin memberi karakter yang lebih agresif dan sporti. Toyota All-new Yaris, demi memenuhi selera dan permintaan pasar di Asia rela menambah panjang 400 mm yang menjadikannya tampak terlalu besar untuk sebuah subkompack hatchback kelas B.
Meski demikian secara keseluruhan desainnya sendiri menjadi lebih konservatif jika dibanding generasi sebelumnya yang dikenal dengan sebutah “Yaris Telur”.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2

Hal yang sama juga dilakukan oleh Honda terhadap desain All-new Honda Jazz yang lagi-lagi lebih konservatif dibanding pendahulunya. Meski demikian desain bagian depan tampak lebih sporti dan menarik dibanding generasi sebelumnya. Baik desain Honda Jazz terbaru maupun Toyota Yaris terbaru sama-sama tak bisa dibilang proporsional dan bagian buritan kedua mobil tersebut berkesan terlalu sederhana serta tak nyambung dengan bagian lain.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2

All-new Mazda2 yang lahir belakangan dan mendapat turunan desain dari Mazda CX-5, All-new Mazda6 dan All-new Mazda3 seperti biasa tampil paling sporti dibanding Honda maupun Toyota. Desain headlamp yang bak mata memincing dihias dengan LED DRL plus auto leveling tampak sangat agresif. Dan meski desainnya paling tidak konservatif dibanding dua kompetitornya namun Mazda menjadi satu-satunya kontestan yang masih mampu menghadirkan desain proporsional dibanding generasi terbaru Honda Jazz maupun Toyota Yaris.
Bahkan pada tipe terendahnya yaitu All-new Mazda2 V M/T masih lebih mampu menghadirkan kesan sporti tanpa embel-embel body kit sebagaimana dimiliki oleh varian yang lebih tinggi dari para kompetitor.

Toyota All-new Yaris vs. All-new Honda Jazz vs. All-new Mazda2

Dari sisi harga Toyota All-newYaris dibanderol mulai Rp 220 juta-an hingga Rp 256 juta-an, sedangkan harga All-new Honda Jazz termurah memang mulai dari Rp 199 juta, namun untuk versi RS Black Top Limited Edition dibanderol lebih mahal dibanding Toyota Yaris TRD yaitu Rp 268 juta. Bagaimana dengan All-new Mazda2? Meski mengusung banyak perubahan dan menawarkan fitur menggoda namun ternyata harga All-new Mazda2 tipe termurah tak jauh beda dari Toyota All-new Yaris tipe E yaitu Rp 225 juta, sedangkan tipe tertinggi yaitu GT dipatok di kisaran Rp 270 juta-an atau hanya berselisih tipis dibanding harga All-new Honda Jazz RS Black Top Limited Edition dan Toyota All-new Yaris TRD.

Bicara soal fitur, beberapa fitur unggulan pada All-new Mazda2 GT diantaranya i-Active Sense meliputi Smart City Brake Support (SCBS) yang dengan tekologi laser akan mendeteksi objek di depan dan melakukan pengereman mendadak jika diperlukan, Advanced Blind Spot Monitoring System dan Rear Cross Traffic Alert seperti yang ada pada All-new Mazda6 dan All-new Mazda3. Selain itu masih ada pula LED projector head lamp yang dilengkapi auto leavling, LED DRL, fog lamp, kamera belakang empat titik, auto wipe sensor, serta tak ketinggalan paddle shift dengan sport moto perseneling.

Sedangkan fitur keselamatan standar seperti Dynamic Stability Control (DSC), Traction Control System (TCS), Emergency Stop Signal (ESS), Hill Launch Assist, 2 buah airbags, ABS, EBD dan BA sudah menjadi kelengkapan untuk tipe V, R dan GT.

Bagaimana dengan All-new Honda Jazz? Fitur andalan yang terdapat pada tipe tertingginya yaitu tipe RS Black Top Limited Edition berupa seatbelt warning, perangkat hiburan dengan layar monitor 7 inch serta Grab Rail.
Sementara fitur yang ada pada semua tipe All-new Honda Jazz adalah Dual SRS Airbag, alarm, Tilt Steering dan ISOFIX seat.

Kontestan terakhir yaitu Toyota All-new Yaris menjadi yang paling inferior ketika bicara soal fitur dan teknologi. Satu-satunya fitur unggulan yang tampak mendapat perhatian dari pihak pabrikan hanya terdapat pada aplikasi Toyota Move yang bisa diakses melalui HU yang didukung oleh air gesture control. Selain hiburan dan berita pengguna juga bisa mendapatkan notifikasi asuransi maupun jadwal perawatan berkala.
Bahkan fitur yang sebenarnya sama sekali bukan hal baru seperti steering switch contol pun hanya tersedia pada tipe tertinggi yaitu TRD.

Bersambung ke bagian 2
Read More
// //

Suzuki Alto K10 : Inikah Sang Pembunuh Daihatsu Xenia?

Dalam sebuah wawancara dengan The Malay Mail Online beberapa waktu lalu seorang pejabat eksekutif Daihatsu di Osaka mengungkapkan keprihatiannya terhadap masa depan Toyota dan Daihatsu di segmen Low MPV jika tidak segera membenahi Avanza dan Xenia. Dan diantara Avanza-Xenia, Xenia-lah yang kondisinya lebih memprihatinkan. Bahkan petinggi Daihatsu Jepang itu menyebut jika sampai Suzuki merilis Suzuki Alto K10 di Indonesia maka tamat sudah riwayat Daihatsu Xenia.

Seperti apakah Suzuki Alto K10 yang baru dirilis tersebut hingga Daihatsu menganggapnya sebagai ancaman terhadap Daihatsu Xenia? Benarkah pabrikan berlogo “S” tersebut bakal memasukkan Suzuki Alto K10 ke Indonesia?

Meski nama Suzuki Alto tak terlalu populer di Indonesia namun penjualan mobil Suzuki ini terbilang laris di India. K10 sendiri merupakan generasi terbaru yang belum lama ini diperkenalkan sebagai tandem Suzuki Alto 800 dan baru mulai dijual pada bulan November nanti.

Spesifikasi Suzuki Alto K10

Jika dibandingkan pendahulunya banyak perubahan signifikan yang dilakukan untuk Suzuki Alto K10 ini oleh Maruti. Di India sendiri mobil hatchback Suzuki ini berhadapan dengan Hyundai Eon dan Datsun Go. Berbeda dengan Alto 800 yang sesuai namanya mengusung mesin berkapasitas 800 cc kali ini kapasitasnya di upgrade menjadi 1.0 liter dan dipasangkan dengan transmisi AMT yang digunakan pula oleh Suzuki Celerio.

Meski desainnya tampak beda dibanding pendahulunya namun Suzuki Alto K10 bukan proyek yang sepenuhnya baru. Panjangnya menyusut 75 mm jika dibanding pendahulunya, demikian pula bobotnya berkurang 75 kg. Namun ada penambahan tinggi sekitar 15 mm pada versi terbaru ini. Karenanya tidak berlebihan jika pihak pabrikan mengklaim akselerasi New Alto K10 ini lebih baik dibanding versi sebelumnya.

Harga Suzuki Alto K10

Interior Suzuki Alto K10 terbaru ini pun tampak lebih modern dengan desain baru serta kombinasi warna gloss black dan silver matte. Meski kualitas dan finishing-nya sendiri perlu ditingkatkan namun secara menyeluruh masih bisa diterima dengan membandingkan para kompetitor sekelas maupun harga Suzuki Alto K10 sendiri.

Interior Suzuki Alto K10

Bicara soal fitur, lagi-lagi perlu diingat bahwa Suzuki Alto K10 merupakan entry-level hatchback. Maka cukup wajar jika airbag yang tersedia hanya pada sisi pengemudi, demikian pula power window yang hanya untuk bagian depan sebagaimana layaknya Suzuki Karimun Wagon R. Sistem audio-nya sendiri bukan hanya memutar musik lewat perangkat lain via USB atau AUX namun sekaligus bisa memutar keping CD. Fitur lainnya antara lain adalah keyless entry, fog lamp, gear shift indicator, power steering dan AC. Banyak memang persamaan fiturnya dengan Karimun Wagon R.

Pihak pabrikan menyebut bahwa keunggulan Suzuki Alto K10 terletak pada kombinasi mesin 1.0 liter (998 cc) dengan transmisi AMT. Meski demikian hatchback murah Suzuki ini tetap tersedia dengan transmisi manual lima kecepatan. Output mesinnya sendiri memang hanya 68 PS namun mengingat bobot totalnya hanya 755 kg maka di atas kertas akselerasinya bakal terasa menyenangkan. Konsumsi BBM mobil terbaru Suzuki ini menurut klaim pihak pabrikan adalah 24 km/l.

Sama halnya dengan Karimun Wagon R dimana pengemudi diuntungkan oleh posisi duduk yang tinggi, demikian pula halnya dengan Suzuki Alto K10. Dengan posisi duduk yang tinggi pengemudi bakal mendapat pendangan luas, ditambah lagi dengan dimensi yang mungil jelaslah mobil terbaru keluaran Suzuki ini ideal digunakan di dalam kota.

Dari sisi desain lagi-lagi Maruti memang kontroversial, seperti halnya dengan desain Suzuki Karimun Wagon R yang tak mudah membuat orang jatuh hati demikian pula halnya dengan Suzuki Alto K10. Namun dibalik desain yang tidak biasa itu ada sekian banyak keunggulan yang membuat orang juga tidak bisa begitu saja mengabaikannya.
Terlepas dari selera desain masing-masing orang yang sudah pasti bervariasi rasa-rasanya kondisi ini takkan banyak berpengaruh pada potensi tingkat penjualan Suzuki Alto K10.

Suzuki Alto K10 Indonesia

Sampai saat ini memang belum ada tanda-tanda PT. Suzuki Indomobil Sales bakal menjual Suzuki Alto K10 di Indonesia. PT. SIS hingga kini tampak masih menikmati momentum bulan madu dengan Suzuki Karimun Wagon R dan tentunya tidak mau memasukkan mobil sejenis yang berpotensi mengkanibal penjualan si “roti tawar beroda” itu. Namun tentu bukan tanpa alasan jika petinggi Daihatsu di Jepang mengaku khawatir kehadiran Suzuki Alto K10 bakal mengancam penjualan Daihatsu Xenia. Karena itu mungkin tetap ada peluang Alto K10 bakal dijual di sini.

Sekedar catatan bahwa dari kategorinya Suzuki Alto K10 berada di segmen subkompak hatchback kelas A. Tulisan ini tak bermaksud membandingkannya dengan Daihatsu Xenia. Alasan Xenia disebut-sebut karena sebagaimana sudah dijelaskan bahwa salah seorang eksekutif Daihatsu di Jepang sendiri yang mengkhawatirkan penjualan Daihatsu Xenia jika Alto K10 masuk ke Indonesia.

Image: NDTV
Read More
// //

Daihatsu Ayla Terbaru : Harga dan Spesifikasi

Daihatsu Ayla menjadi andalan Daihatsu di segmen subkompak hatchback kelas A yang memanfaatkan kebijakan Low Cost Green Car dari pemerintah beberapa waktu lalu. Bersama dengan kembarannya Toyota Agya, kedua mobil ini sama-sama diproduksi oleh Daihatsu dengan platform serta mesin identik. Perbedaan Daihatsu Ayla dan Toyota Agya hanya sebatas pada desain serta fitur.

Daihatsu Ayla sama halnya dengan Toyota Agya sebenarnya tidak memiliki kekhasan tertentu yang membuatnya unggul atas kompetitor seperti Suzuki Karimun Wagon R atau Datsun Go Panca. Hanya saja citra merek Daihatsu dan Toyota berikut jaringan service yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi keunggulan kompetitif meski mungkin namun tidak mudah ditiru oleh kompetitor dalam waktu dekat. Alhasil pada tahun pertama peluncurannya saja sebanyak 185 ribu unit Daihatsu Ayla berhasil terjual.

Daihatsu Ayla Terbaru

Spesifikasi Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla seperti sudah disebut tidak berbeda dengan Toyota Agya. Mesin 1.0 liter tiga silinder yang berada di bawah kap mesinnya hanya mampu memuntahkan daya maksimum 65 hp yang didapat pada putaran 6000 rpm dan torsi maksimum 8.7 kgm pada putaran cukup rendah yaitu 3600 rpm. Namun dengan bobot 785 kg (Daihatsu Ayla tipe X MT), untuk kondisi dalam kota mesinnya sudah cukup mumpuni. Didukung lagi dengan dimensi (pxlxt) 3.600 x 1.600 x 1.520 mm karakter mesin serta dimensinya membuat mobil ini ideal sebagai sebuah city car yang membawa ibu-ibu berbelanja, mengantar anak ke sekolah atau ke kampus dan kantor jika memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Soal teknologi memang tak ada teknologi baru yang mungkin diharapkan dari mobil sekelas Daihatsu Ayla. Mengingat mobil ini bermain di segmen terendah bagaimanapun transmisi matik (tipe M dan X), EFI, power steering, power window sekalipun hanya sisi depan serta velg alloy pada beberapa tertentu masih layak diapresiasi.

Meski dari luar dimensinya tampak kecil namun begitu masuk ke kabin ternyata tak sekecil yang dibayangkan. Setidaknya untuk jarak dekat Anda masih bisa mengharapkan sedikit kenyamanan di dalam kabin, selain itu interior Daihatsu Ayla yang minimalis turut menciptakan kesan kabin yang lega.

Sedangkan pada Daihatsu Ayla produksi terbaru warna grilledepan sudah dibuat senada dengan warna bodi. Ditambah lagi untuk tipe X yang merupakan tipe termahal bakal ditambah dengan wiper untuk kaca belakang. Semua minor changes pada Daihatsu Ayla tersebut menjadikan LCGC andalan Daihatsu ini makin layak dilirik lebih-lebih mengingat harganya yang tak sampai Rp 120 juta.

Fitur lain yang turut menghias Daihatsu Ayla juga tidak terlalu istimewa, bahkan pada Daihatsu Ayla tipe X pun pengemudi dan penumpang hanya disuguhi radio, MP3/CD/WMA, USB, dan AUX port yang kualitasnya di bawah standar. Karenanya jika Anda peduli terhadap kualitas sistem audio maka pertama-tama yang mesti dilakukan setelah memboyong Daihatsu Ayla dari dealer adalah mengganti sistem audionya dengan produk after market.

Kelebihan Kekurangan Daihatsu Ayla

Berikut adalah spesifikasi Daihatsu Ayla:
SPESIFIKASI TEKNISAstra Daihatsu AYLA
DD+MX
MTMTATMTAT
DIMENSI
Panjang x Lebar x Tinggi Keseluruhan (mm)3.600 x 1.600 x 1.520
Jarak Sumbu Roda (mm)2450
Jarak Pijak roda depan/belakang (mm)635/515
Tinggi dari tanah (mm)180
BERAT
Berat Kosong/Total Kendaraan (kg)755765755785770
KAPASITAS TEMPAT DUDUK5
MESIN
TipeD26F 1KR-DE
Kapasitas silinder (cc)998
Jumlah silinder3 Silinder
Jumlah katupIntake 2 Exhaust : 2
Diameter x langkah (mm)71 x 84
Tenaga maksimum (kW/rpm)65 / 6.000
Torsi maksimum (N.m/rpm)8.7 / 3.600
SISTEM KEMUDI
TipeManualElectric Power Steering
REM
Depan/belakangDisc / Drum
SUSPENSI
DepanMcPherson Struts with coil spring
BelakangTorsion Axle Beam
BAN155/80 R13

Harga Daihatsu Ayla

Seperti biasa pricing strategy yang dilakukan oleh group Astra adalah menempatkan Daihatsu sebagai second brand dari Toyota karena itu seperti halnya dengan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza yang sebenarnya identik namun Xenia dibanderol lebih murah, demikian pula halnya harga Daihatsu Ayla dibanderol lebih murah dibanding Toyota Agya.

Saat ini Daihatsu Ayla tersedia dalam empat tipe yaitu D, D+, M dan X. Khusus untuk Daihatsu Ayla M dan T masih dibedakan lagi menjadi dua yaitu tipe matic dan manual. Perbedaan di antara keempatnya bukanlah perbedaan signifikan, sebab hanya berbeda di kelengkapan fitur. Sementara untuk spesifikasi teknis semua varian Daihatsu Ayla masih tetap sama.

Daihatsu Ayla termurah saat ini dibanderol Rp 77.750 juta sementara Daihatsu Ayla X Elegant AT MI yang merupakan varian termahal di antara keluarga Daihatsu Ayla dibanderol Rp 119.100 juta.

Berikut adalah daftar harga lengkap semua tipe Daihatsu Ayla:
NoModelVariant Price
1AYLAD MT77.750.000
2AYLAD MT MI79.950.000
3AYLAD PLUS MT87.150.000
4AYLAD PLUS MT MI91.850.000
5AYLAM MT92.200.000
6AYLAM MT MI96.050.000
7AYLAX MT99.200.000
8AYLAM AT101.200.000
9AYLAX MT MI103.400.000
10AYLAM AT MI105.050.000
11AYLAM SPORTY MT105.500.000
12AYLAX ELEGANT MT106.350.000
13AYLAX AT108.250.000
14AYLAM SPORTY MT MI109.350.000
15AYLAX ELEGANT MT MI110.050.000
16AYLAX AT MI112.450.000
17AYLAM SPORTY AT114.700.000
18AYLAX ELEGANT AT115.400.000
19AYLAM SPORTY AT MI118.550.000
20AYLAX ELEGANT AT MI119.100.000

Menimbang peruntukannya maka Daihatsu Ayla menjadi salah satu pilihan yang layak dilirik di antara mobil-mobil murah yang memanfaatkan kebijakan LCGC lainnya. Memang desainnya tidak wajar, masih kalah dibandingkan Honda Brio atau Datsun Go Panca. Selain itu di antara LCGC lain Daihatsu Ayla dan Toyota Agya terbilang paling boros BBM.

Konsumsi BBM Daihatsu Ayla untuk dalam kota tercatat 14,9 km/l, sementara luar kota 21,3 km/l. Angka ini terbilang boros mengingat kompetitor seperti Datsun Go Panca mencatat 13,3 km/l dan 19,8 km/l. Sedangkan Honda Brio Satya 14,2 km/l dan 20,1 km/l.

Untuk kualitas riding dan handling memang Daihatsu Ayla unggul atas Datsun Go+ Panca, hanya saja tidak membuatnya menjadi yang terbaik diantara LCGC yang ada karena kualitasnya masih di bawah Honda Brio Satya.

Soal desain baik Daihatsu Ayla maupun Toyota Agya sama-sama merupakan yang terburuk di antara LCGC lain menyusul kemudian Suzuki Karimun Wagon R di peringkat kedua dari bawah.

Sebaliknya soal kelegaan kabin serta jaringan layanan service bersama Toyota Agya, Daihatsu Ayla masih lebih baik di antara kontestan yang ada. Dua hal itu jelas tak bisa dianggap remeh.

Spesifikasi Daihatsu Ayla

Harga Daihatsu Ayla

Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Ayla

Kelebihan Daihatsu Ayla

  • Legroom dan headroom paling lega dibanding LCGC lain.
  • Jaringan service dan layanan purna jual tersebar merata di seluruh Indonesia.

Kekurangan Daihatsu Ayla

  • Konsumsi BBM termasuk boros untuk ukuran LCGC (dalam kota 14,9 km/l; luar kota 21,3 km/l)
  • Tampilan eksterior bukan selera semua orang.
  • Handling dan riding rata-rata.

Image courtesy: http://www.daihatsunews.com
Read More
// //

Menilik Kiprah Peugeot 208 GTi di Indonesia

Peugeot 208 GTi secara teknis memang merupakan penerus dari Peugeot 206 dan 207. Namun bila dilihat dari DNA nya tampaknya 208 GTi merupakan lompatan dari Peugeot 205 GTi yang sempat menjadi fenomena di era tahun 80-an. Ketika pabrikan asal Perancis itu merilis 206 dan 207 yang tidak memiliki DNA hot hatchback dengan tujuan merangkul segmen pasar yang lebih luas ternyata menyisakan kekecewaan bagi penggemar hot hatchback

Kini lewat kelahiran Peugeot 208 GTi pabrikan asal Perancis itu ingin kembali mengulang kesuksesan mereka di masa lalu sekaligus mengajak pengguna 205 GTi untuk bernostalgia. Meski jarak usia kedua mobil itu berselisih 30 tahun namuan kesamaan DNA antara keduanya masih sangat kental. Peugeot melakukan banyak penyempurnaan di sektor handling, fitur, keamanan dan realibilitas tanpa mengorbankan faktor fun to drive pada Peugeot 208 GTi.

Peugeot 208 GTi di Indonesia diimpor secara CBU oleh PT. Astra France Motor dan dibanderol Rp 565,2 juta. Di segmen ini ada beberapa pemain handal lainnya yang kebetulan juga berasal dari benua Eropa seperti Ford Fiesta ST dan VW Polo GTi. Jika dibandingkan dengan VW Polo GTi bukan saja harga Peugeot 208 GTi lebih murah namun juga harga tersebut sudah mencakup biaya service selama 5 tahun (60.000 km).

Peugeot 208 GTi Indonesia

Di bawah bonnet-nya, Peugeot 208 GTi mengusung dapur pacu 1.6 liter turbo yang digunakan pula oleh Mini. Bedanya output mesin tersebut pada 208 GTi sudah didongkrak sehingga daya maksimumnya menjadi 199.9 PS dan torsi maksimum mencapai 275 Nm.

Dengan transmisi manual enam kecepatan sebagai penyalur output mesin maka pengalaman berkendara yang ditawarkan oleh Peugeot 208 GTi pun bakal mampu memenuhi ekspektasi konsumen yang menjadi target utama hot hatchback asal Perancis ini.

Selain digunakan oleh Peugeot 208 GTi dan Mini Cooper S, mesin ini diadopsi pula oleh Peugeot RCZ dan Citroen DS3 Sport. Karenanya soal realibilitas dan performa tak ada lagi keraguan yang ditujukan padanya.
Sayang pada 208 GTi mesin ini tidak didukung dengan knalpot tipe sport yang bukan sekedar memaksimalkan pembuangan namun sekaligus menghasilkan nuansa khas mobil sport sebagaimana diharapkan umumnya oleh konsumen di segmen ini.

Spesifikasi Peugeot 208 GTi

Di balik kemudi Peugeot 208 GTi banyak kemiripan dengan mobil Peugeot lainnya, meski posisi dudukannya dibuat rendah dengan tujuan mendukung aura sporti namun ternyata pandangan pengemudi cukup luas. Kekhasan mobil lansiran Peugeot lainnya yang bisa dirasakan pada 208 GTi adalah lingkar kemudi berukuran kecil serta kenyamanan yang relatif lebih baik dibanding hot hatchback pada umumnya yang demi mendukung citra sporti dan kualitas handling mengorbankan kenyamanan.

Interior Peugeot 208 GTi

Suara gesekan antara ban dengan aspal memang terdengar jelas di dalam kabin, namun mengingat karakter sports merupakan ciri utama sebuah hot hatchback maka kondisi yang memang sengaja diciptakan ini bukan menjadi kelemahan Peugeot 208 GTi.

Gejala limbung atau body roll masih bisa dirasakan dalam beberapa kondisi, namun tidak sampai pada level yang menganggu. Sementara itu performa pengeremannya juga terbilang mantap dan relatif halus sehingga memberikan rasa percaya diri bagi pengemudi.

Sekalipun menggunakan mesin Turbo namun gejala turbo lag pada Peugeot 208 GTi relatif minim dan bahkan nyaris tidak terasa dibanding mesin sejenis yang dipasang pada mobil lain.

Bicara soal tampilan, cukup banyak perubahan yang dilakukan pada Peugeot 208 GTi jika dibanding 208 versi standar. Nuansa khas mobil sports dengan suspensi rendah dan tambahan body kit memberi kesan garang pada 208 GTi.

Pada bagian interior Peugeot 208 GTi pun keberadaan sport seats dan dashboard yang dihias dengan lampu berwarna merah pada panel instrumen makin memperkental aura sporti. Sedangkan balutan kulit di beberapa bagian seperti jok dan tuas rem darurat (rem tangan) mampu memberikan sentuhan kemewahan di dalam kabin mobil Peugeot.

Peugeot 208 GTi merupakan pilihan paling pas bagi mereka yang menghendaki sebuah mobil berkarakter sporti namun tetap nyaman digunakan sebagai kendaraan harian. Beberapa kompetitor seperti Ford Fiesta ST dan VW Polo GTi mungkin merupakan rival tangguh yang sulit digoyang, namun terlepas dari nama besar pembuatnya serta popularitas produknya sendiri, rasa-rasanya pabrikan asal Perancis tersebut sukses meramu Peugeot 208 GTi menjadi dalam sebuah kombinasi yang seimbang dan mestinya mampu berbicara banyak dalam menghadapi kompetitor.
Read More
// //

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Suzuki Karimun Wagon R GS kini menjadi tipe termahal di jajaran keluarga Suzuki Karimun Wagon R. Jika dibanding dengan Wagon R GX yang sebelumnya menjadi tipe paling mahal selisih harga keduanya berkisar Rp 2 juta. Lantas apa saja yang membedakan Suzuki Karimun Wagon R GS dengan tipe GX hingga selisih harga keduanya bisa dibilang cukup lumayan itu?

Suzuki Karimun Wagon R sendiri merupakan sukses kedua PT. SIS setelah sebelumnya mencatatkan penjualan fantastis pula lewat Suzuki Ertiga. Tak heran jika alih-alih memasarkan dengan nama berbeda PT. SIS lebih memilih memasukkan mobil yang aslinya bernama Maruti Stingray ini sebagai tipe tertinggi di keluarga Karimun Wagon R. Harapannya tentu saja bahwa dengan nama yang sudah diterima konsumen selama ini maka perusahaan tersebut bakal meraih sukses yang sama bersama Suzuki Karimun Wagon R GS.

Suzuki Karimun Wagon R GS sendiri meski di negeri asalnya India dipasarkan sebagai lini produk terpisah dari Wagon R namun dibangun dengan platform yang sama, bahkan kemiripan keduanya sangat erat. Sementara Wagon R menyasar segmen keluarga muda, Stingray pada pihak lain menyasar kelompok usia yang lebih muda lewat tampilan dan fitur yang lebih sesuai dengan kelompok usia tersebut.

Lantas bagaimana dengan perbedaan antara Suzuki Karimun Wagon R GS yang beredar di Indonesia dengan Suzuki Karimun Wagon R GX yang sudah lebih dulu beredar?

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Seperti sudah disebut bahwa selisih harga keduanya ada di kisaran Rp 2 juta. Sementara di sektor performa rasa-rasanya tak ada perbedaan yang bisa disebut mengingat keduanya sama-sama menggunakan mesin K108 tiga silinder dengan kapasitas 998 cc. Seperti sudah diketahui mesin ini memuntahkan daya maksimum 68 ps dan torsi maksimum 90 Nm. Karakter mesin ini terasa pas di dalam kota sebagaimana mestinya peruntukan mobil ini.

Efisiensi BBM Suzuki Karimun Wagon R GS tentu sama dengan tipe lain yang diklaim 20,51 km/liter oleh pihak pabrikan. Sementara itu untuk kualitas handling dan riding keduanya pun identik karena sasis, dimensi dan suspensi yang identik pula.
Singkatnya di sektor teknis tak ada perbedaan antara Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Suzuki Karimun Wagon R GX dan berlaku pula untuk tipe lainnya.

Lantas kemana selisih Rp 2 juta itu dibelanjakan? Jawabnya ada di bagian eksterior terutama pada bagian depan. Suzuki Karimun Wagon R GS memiliki grille dan lampu depan dengan desain yang berbeda sama sekali dengan tipe lain di bawahnya. Selain itu kap mesinnya juga tampak rata dibandingkan Suzuki Karimun Wagon R tipe lain.

Dengan desain bagian depan yang berbeda ini maka kesan keseluruhan yang ditampilkan oleh Suzuki Karimun Wagon R GS beda dari GX, GL dan GA. Wagon R GS tampak lebih menarik perhatian dan sporti. Dan meski pada versi aslinya Maruti Stingray sudah dilengkapi dengan rear spoiler, rear wiper dan side skirt sayangnya tidak demikian ketika mobil ini bertransformasi menjadi Wagon R tipe GS di Indonesia.

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Dari samping yang menjadi pembeda antara Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Wagon R GX adalah desain velg yang lebih mencolok dan berukuran lebih besar pula.

Di bagian interior Suzuki Karimun Wagon R GS lagi-lagi selain dominasi warna gelap tidak ada pembeda lainnya dengan tipe di bawahnya. Memang kelir black piano memberikan kesan lebih premium namun beberapa fitur yang menjadi andalan Maruti Stingray seperti setir yang bisa diatur, kontrol audio di lingkar kemudi, airbag untuk pengemudi maupun ABS semuanya sudah disunat ketika dipasarkan di Indonesia dengan nama Suzuki Karimun Wagon R GS.

Interior Suzuki Karimun Wagon R GS

Interior Suzuki Karimun Wagon R GX

Meski Suzuki Karimun Wagon R GS cukup mengecewakan karena tidak sesuai dengan ekspektasi calon konsumen yang semula berharap bakal mengusung semua kelengkapan dan fitur seperti versi aslinya namun bukan berarti selisih harga Rp 2 juta tersebut tidak worthed. Nyatanya untuk memodifikasi Suzuki Karimun Wagon R GX agar memiliki tampang Karimun Wagon R GS biaya yang dikeluarkan kurang lebih sama, sementara kualitas finishing-nya sudah hampir pasti takkan sebaik kualitas pabrik.
Read More
// //

Kenali Keunggulan dan Kelemahan Peugeot 206

Peugeot 206 oleh pabrikannya dikategorikan sebagai “super-mini car”, melihat dimensinya saja rasanya alasan tersebut sudah sangat jelas. Mobil ini diproduksi pertama kali pada tahun 1998 dan berhenti diproduksi di tahun 2010 untuk kemudian digantikan oleh Peugeot 207. Desain yang sporti dan harga yang murah sejauh ini menjadi dua daya tarik utama Peugeot 206 di bursa mobil bekas, sekalipun saat ini dengan kisaran harga tak jauh beda konsumen juga bisa melirik mobil baru di kategori LCGC.

Peugeot 206 pada saat kemunculannya cukup menarik banyak perhatian salah satunya berkat desain yang mencolok. Tentu saja mobil buatan Perancis ini hadir dengan bahasa desain yang sama sekali berbeda dengan para kompetitor yang sudah ada sebelumnya di Indonesia dan notabene adalah buatan Jepang. Sama seperti Peugeot 306, karakter handling dan riding di atas rata-rata mobil sekelas menjadikan banyak orang kala itu menjatuhkan pilihan pada Peugeot 206.

Kelemahan Peugeot 206

Peugeot 206 di Indonesia sendiri diimpor oleh PT. Astra France Motor pada tahun 2000 hingga tahun 2007. Kala itu PT. AFM sempat mencatatkan rekor penjualan fantastis berkat keputusannya memasarkan mobil hatchback ini di tanah air. Sementara di pasar global sendiri Peugeot 206 bukan hanya tersedia dalam wujud hatchback namun juga konvertibel coupe yang hingga saat ini paling banyak diincar.

Pabrikan asal Perancis itu juga sempat melahirkan Peugeot 206 GTi yang mengusung mesin dengan output lebih besar ditambah beberapa ubahan seperti velg 15 inch, sport seats, ABS dan suspensi tipe sport.

Tercatat sejak tahun 2002 Peugeot hanya menawarkan 1 opsi mesin untuk 206 yaitu mesi 1.4 liter, sementara mesin 1.6 liter nya tidak lagi diproduksi. Meski di atas kertas kapasitas mesin itu tampak tak seberapa namun output dan performa yang dihasilkan lebih baik jika dibanding para kompetitor di kelas yang sama pada saat itu.

Sedangkan mesin dengan kapasitas 2.0 liter masih tetap digunakan pada Peugeot 206 GTi dalam dua format masing-masing menghasilkan daya maksimum 136 PS dan 138.7 PS. Dengan bobot mobil yang sangat ringan serta mesin dengan output besar tak mengherankan jika 206 GTi populer di kalangan segmen usia muda kala itu. Namun itu masih belum seberapa, sebab pabrikan Perancis itu juga masih memiliki 206 GTi180 yang memiliki daya maksimum 182.2 PS.

Awalnya semua tipe Peugeot 206 menggunakan transmisi manual lima kecepatan dan transmisi matic empat kecepatan. Baru pada tahun 2004 transmisinya di upgrade dengan transmisi matic tiptronic.

Merawat Peugeot 206 sebenarnya tidak lebih sulit dari umumnya mobil bekas di usia yang sama. Beberapa kelemahan Peugeot 206 atau lebih tepat disebut sebagai masalah yang sering ditemui pada mobil ini adalah central lock yang sering bouncing alias membuka sendiri begitu dikunci atau sebaliknya mengunci seketika saat dibuka. Biang masalahnya terdapat pada actuator yang segera teratasi setelah diganti.

Harga Peugeot 206

Interior Peugeot 206

Peugeot 206 di Indonesia

Masalah lain terkait mesin adalah gejala tenaga yang hilang secara tiba-tiba disertai lampu indikator mesin yang menyala. Beberapa pemilik mengakui bahwa masalah ini hilang setelah dilakukan penggantian koil. Sementara mengganti koil jika ada biaya lebih sebaiknya dipertimbangkan sekalian untuk mengganti ECU mengingat mobil ini sudah cukup berumur dan umumnya sudah menempuh lebih dari 60.000 km.

Jangan lupa juga bahwa Peugeot 206 yang beredar di Indonesia sejak tahun 2003 sudah dilengkapi dengan catalytic converter sehingga mau tidak mau Anda harus menggunakan BBM beroktan tinggi.

Soal fitur dan standar keselamatan sama halnya dengan mobil keluaran Peugeot di masa itu immobilizer, single airbag dan ABS sudah menjadi standar termasuk di Indonesia.

Selain hal-hal yang sudah disebut di atas umumnya pendapat yang beredar bahwa Peugeot 206 sulit dirawat tak lebih dari mitos termasuk soal kaki-kaki yang konon lebih rentan dibanding mobil buatan Jepang. Demikian juga soal konsumsi BBM Peugeot yang dikatakan boros, sebab faktanya mobil ini masih mampu mencatatkan 13 km/liter yang terbilang baik untuk mobil di usianya.

Spesifikasi Peugeot 206

Sementara suku cadangnya hingga saat ini masih relatif didapat di jaringan resmi Peugeot dengan harga yang juga wajar. Harga jual Peugeot 206 sangat variatif tergantung tipe, tahun produksi dan kondisi. Namun sebagai gambaran 206 matic tahun produksi 2006 harganya saat ini tak lebih dari Rp 85 juta, sementara untuk versi manual tahun produksi yang sama justru sedikit lebih mahal yaitu Rp 90 juta-an
Read More
// //

Pilih Honda Brio 1.2 atau Nissan March 1.2?

Honda Brio dan Nissan March berada di segmen yang sama yaitu subkompak hatchback kelas A yang semakin populer sejak dua tahun lalu. Nissan March sudah lebih dahulu bermain di segmen ini bersama Mitsubishi Mirage. Sementara Honda Brio meski merupakan pendatang baru namun mampu meraih popularitas dalam tempo yang terbilang singkat.

Honda Brio mengusung desain yang lebih luwes dengan banyak kemiripan dengan Honda Civic Wonder hatchback (SB3) yang populer di era 80-an. Sementara belum lama ini Nissan memberikan facelift untuk Nissan March dengan desain bonnet berbentuk “V” yang menjadi ciri khas mobil Nissan terbaru. Singkatnya baik Honda Brio maupun Nissan March sama-sama memiliki desain menawan namun beda pendekatan.

Perbandingan Honda Brio dan Nissan March

Perbandingan Honda Brio dan Nissan March

Sementara itu bagian interior Nissan March didominasi oleh kelir hitam piano yang memberikan kesan elegan dan premium meski desain dashboard-nya sendiri masih tetap sederhana seperti generasi sebelumnya. Di sisi lain interior Honda Brio didominasi oleh kelir beige kecuali bagian dashboard yang diberi warna hitam. Meski dari luar Honda Brio tampak sedikit lebih kecil dibanding Nissan March namun ternyata kondisi tidak demikian setelah menilik ke dalam kabin.

Lagi-lagi terkait akomodasi kedua mobil ini memiliki pendekatan yang berbeda. Pada satu sisi Honda Brio hanya menyediakan ruang untuk empat penumpang dewasa namun masing-masing mendapatkan kenyamanan yang optimal. Di pihak lain Nissan March berusaha mengkomodir 5 penumpang di dalam kabin plus kapasitas bagasi yang sedikit lebih lega. Sulit menentukan yang terbaik di antara keduanya karena faktor selera dan kebutuhan masing-masing konsumen yang pada akhirnya menjadi penentu.

Interior Honda Brio

Interior Nissan March

Di balik bonnet-nya kedua mobil subkompak hatchback kelas A ini mengusung mesin dengan kapasitas yang sama yaitu 1.2 liter. Bedanya mesin Hondar Brio merupakan mesin 4 silinder yang mengembuskan daya maksimum 90 dk dan torsi 110 Nm. Sementara Nissan March menggunakan mesin 3 silinder dengan daya maksimum 79 dk dan 102 Nm.

Keduanya sama-sama memiliki karakter yang pas digunakan untuk kondisi dalam kota, hanya saja saat dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol Honda Brio terasa lebih bertenaga. Sedangkan soal kualitas handling-nya sendiri Honda Brio sedikit di atas Nissan March. Bahkan jika bicara soal kualitas handling Honda Brio adalah yang terbaik di kelasnya, meski riding-nya masih kalah dari Nissan March. Dan sampai saat ini belum ada yang mengalahkan kualitas riding Mitsubishi Mirage di kelas ini.

Pilih Honda Brio atau Nissan March?

Pilih Honda Brio atau Nissan March?

Jika harus memilih antara Honda Brio 1.2 dengan Nissan March 1.2 tampaknya Honda Brio lebih layak dilirik karena lebih seimbang hampir di semua lini daripada Nissan March. Selain itu dengan kualitas handling yang lebih fun, harga lebih murah, serta konsumsi BBM lebih irit dibanding Nissan March rasa-rasanya makin jelas keunggulan Honda Brio atas Nissan March.
Read More
// //

Suzuki Karimun Wagon R Matic Masuk Indonesia?

Setelah dikabarkan bahwa Datsun Go Panca matic bakal segera dirilis ternyata tak lama kemudia diberitakan oleh AutonetMagz bahwa Suzuki pun akan mengambil langkah serupa. Belum lama berlalu tepatnya di gelaran IIMS kemarin PT. SIS merilis varian tertinggi LCGC andalannya yang dinamai Suzuki Karimun Wagon R GS, ternyata selain tipe GS masih ada amunisi lain yang disembunyikan.

Tampaknya Suzuki tidak akan memisahkan Suzuki Karimun Wagon R dengan transmisi matic ini dari segmen LCGC sebagaimana dilakukan Honda terhadap Honda Brio. Minat calon konsumen LCGC yang cukup tinggi terhadap mobil dengan transmisi otomatis rupa-rupanya dianggap lebih menguntungkan ketimbang mengikuti keputusan yang diambil oleh Honda.

Menilik sejarah Suzuki Karimun maupun Maruti Wagon R yang sejak lahir belum pernah didampingi dengan transmisi matic maka proses mewujudkan Suzuki Karimun Wagon R matic tidak bakal singkat. Namun demikian Maruti sendiri sebenarnya juga sudah mengaplikasikan transmisi matic pada Maruti Celerio yang notabene mesinnya sama dengan Suzuki Karimun Wagon R.

Suzuki Karimun Wagon R Matic

Sejauh ini rumornya Suzuki Karimun Wagon R matic akan dirilis paling cepat tahun depan, dan soal harga masih menjadi misteri. Justru pertanyaan baru yang muncul adalah apakah dengan kehadiran Wagon R matic ini berarti PT. SIS tidak jadi memasukkan Suzuki Celerio ke Indonesia?

Bisa jadi demikian, pasalnya dengan semakin banyaknya varian Karimun Wagon R justru masuknya Suzuki Celerio bakal membingungkan konsumen. Selain itu selama ini Karimun Wagon R sudah terbukti diterima dengan baik oleh pasar, jadi kenapa Suzuki harus mengambil resiko dengan memasukkan Celerio yang bukan hanya belum teruji di pasar Indonesia namun juga berpotensi saling mengkanibal dengan Wagon R di pasaran.

Asumsi ini rasanya sejalan dengan penuturan Davy J Tuilan, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jaringan SIS yang tempo hari menyebut bahwa Suzuki memang akan memperkenalkan mobil baru pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Kala itu Davy menegaskan bahwa konsen PT. SIS adalah pada model yang merupakan mobil dengan penjualan atau permintaan yang besar. Maka rasanya tak berlebihan bahwa yang dimaksudnya tak lain adalah Suzuki Karimun Wagon R yang sejauh ini memang menyumbang penjualan fantastis bagi PT. SIS.
Read More
// //

Kia Rio Bakal Tantang Ford Focus ST

Kia Rio generasi terbaru saat ini tengah dipersiapkan oleh pihak pabrikan bersama dengan generasi terbaru Hyundai i20. Kabar ini disampaikan oleh Jurgen Grimm dari Hyundai Eropa. Sama seperti yang sudah-sudah kedua mobil tersebut masih akan berbagi platform yang sama.

Kia Rio Turbo menurut pihak pabrikan nantinya bakal banyak menerapkan pengalaman yang didapat oleh Hyundai i20 di ajang Rally. Hyundai sendiri saat ini sudah memiliki i20 versi konsep WRC yang menggunakan mesin 1.6 liter Turbo yang memuntahkan daya maksimum 252.9 PS. Sayangnya mesin bertenaga besar tersebut tidak bisa dipasangkan langsung ke dalam Kia Rio.

Jadi kini kelanjutan Kia Rio Turbo berada di tangan para desainer untuk merancang ulang desain Kia Rio. Jika pada akhirnya rencana ini terlaksana maka Kia Rio generasi mendatang bakal berhadapan dengan para kompetitor yang sudah mapan seperti Ford Focus ST, Renault Clio RS dan Peugeot 208 GTi. Mengingat para kompetitor tersebut saat ini mengusung dapur pacu dengan daya maksimum 199.9 PS maka Kia Rio tampaknya bakal mengungguli ketiganya dalam hal output mesin.

Kia Rio 2015

Sejauh ini rencana tersebut tampak realistis dan hampir pasti diwujudkan. Justru saat ini bukan sisi teknis yang sedang digodhog oleh pihak Hyundai dan Kia melainkan lebih ke sisi pemasaran. Mereka masih mempertimbangkan apakah Kia Rio bertenaga super itu bakal diposisikan sebagai salah satu tipe Kia Rio dan Hyundai i20 atau mengusung nama yang baru sama sekali.

Dari sisi spesifikasi teknis sendiri konon output mesin pada Kia Rio dan Hyundai i20 terbaru itu nantinya akan disalurkan oleh transmisi manual enam kecepatan dan transmisi matic dual-clutch tujuh kecepatan sebagaimana sudah digunakan oleh Kia Pro_ceed GT saat ini.

Sebelumnya generasi terbaru Kia Rio sudah sempat dipamerkan pada gelaran Paris Motor Show beberapa waktu lalu. Facelift Kia Rio terbaru cukup signifikan terutama pada bagian belakang yang didominasi oleh bumper berukuran besar. Sementara meski tak sedramatis bagian buritan namun pada bagian depan juga ada beberapa perubahan seperti desain headlamps dan grille.

Mendukung penampilan Kia Rio terbaru yang dipamerkan di Paris tersebut pihak pabrikan memberikan velg dengan desain sporti serta pilihan warna baru masing-masing Digital Yellow dan Urban Blue.

Interior Kia Rio terbaru sendiri masih dirahasiakan, meski demikian pihak pabrikan sedikit memberikan bocoran bahwa kabinnya bakal dihias dengan aksen krom di sekitar air vents serta desain baru pada bagian tengah dashboard di sekeliling HU.

Perangkat audio- nya sendiri bakal menggunakan radio digital DAB dengan layar sentuh berukuran 7 inch. Kia Rio ini nantinya juga sudah akan menawarkan fitur auto Stop/Start, namun sayangnya tidak semua kelengkapan itu bakal menjadi standar bawaan Kia Rio saat dipasarkan secara global pada tahun 2015 nanti.

Kia Rio Terbaru

Harga Spesifikasi Kia Rio

Kia Rio Indonesia

Saat diumumkan kala itu pihak Kia menyebut bahwa nantinya akan tersedia dua opsi mesin masing-masing berkapasitas 1.4 liter dengan transmisi matic empat kecepatan atau transmisi manual enam kecepatan dan 1.6 liter dengan transmisi matic enam kecepatan.

Karena itu masih menyisakan misteri apakah Kia Rio Turbo akan menggantikan versi 1.6 liter yang diumumkan di Paris Motor Show atau ditempatkan sebagai tipe termahal Kia Rio.

Pastinya kepastian tersebut akan bisa dilihat pada awal tahun depan dimana Kia menjadwalkan rilise resmi mobil hatchback mereka pada bulan Januari di beberapa negara secara serentak.
Read More