Showing posts with label BMW. Show all posts
Showing posts with label BMW. Show all posts
// //

Mengenal Sosok BMW Seri 2 Active Tourer yang (Mungkin) Masuk di Indonesia

Tahun lalu produsen otomotif asal Negeri Bavaria, BMW merilis mobil keluarga yang diposisikan berhadapan dengan rival satu-satunya yaitu Mercedes B-Class. Berbeda dengan kebiasaan mereka yang memproduksi mobil berpenggerak roda belakang, kali ini BMW Seri 2 Active Tourer mengandalkan sistem penggerak roda depan (FWD). Namun melihat segmen konsumen yang disasar tampaknya mereka juga takkan berkeberatan dengan fakta tersebut.

Harapan yang diletakkan pada BMW Seri 2 Active Tourer sangat tinggi, yaitu keluarga muda yang selama ini merupakan target market dari small MPV dan SUV kompak. Meski sejatinya mobil terbaru keluaran BMW ini tersedia dalam beberapa tipe namun untuk tahap pertama pabrikan asal Jerman itu baru akan merilis satu model saja yaitu tipe 218i bermesin Turbo dengan bahan bakar bensin.

Harga BMW Seri 2 Active Tourer

Meski diposisikan sebagai mobil entry-level namun bukan berarti bahwa BMW Seri 2 Active Tourer bakal jadi mobil murah sebagaimana diberitakan di beberapa media sebelumnya. Di Australia saja tipe 218i dibanderol A$44.400 atau setara Rp 415 juta-an jika mengacu pada nilai tukar kedua mata uang tersebut saat ini. Wajar saja sebab bagaimanapun BMW takkan mau mencoreng citra merek yang sudah dibangunnya dengan susah payah selama bertahun-tahun dan dengan biaya yang tentu tidak sedikit.

Kemewahan ala BMW pun langsung terasa begitu menengok interior BMW Seri 2 Active Tourer yang didominasi oleh kelir hitam, aksen krom beserta jahitan warna merah di beberapa bagian detilnya. Kabinnya sendiri cukup lega, meski sebagaimana umumnya mobil berpenggerak roda depan maka legroom penumpang di belakang sedikit terganggu oleh center tunnel. Secara keseluruhan kondisinya masih cukup manusiawi dan headroom-nya lega khas MPV.

Interior BMW Seri 2 Active Tourer

BMW Seri 2 Active Tourer Indonesia

Beberapa fitur standar yang melengkapi BMW Seri 2 Active Tourer tipe 218i ini meliputi power tailgate, self-parking, satnav, high beams otomatis, collision warning dan reversing camera. Sedangkan jok kulit merupakan aksesoris opsional kecuali untuk tipe 225i.

Bagi penggemar audio pihak pabrikan menyediakan perangkat audio 100W dengan enam buah speaker yang dikendalikan lewat layar iDrive berukuran 6.5 inch.
Di dalam kabinnya sendiri tersedia empat buah door pockets dengan glovebox yang dalam berikut kantung untuk menyimpan peta yang terletak di balik sandaran jok depan. Cupholder serta arm-rest juga tersedia untuk pengemudi dan penumpang depan maupun belakang. Sayangnya sunglasses holder masih belum ditemukan di dalam kabin mobil BMW terbaru ini.

Beberapa komponen BMW Seri 2 Active Tourer mengadopsi dari Clubman besutan Mini yang notabene juga berada dalam naungan group BMW. Komponen-komponen tersebut diantaranya adalah drivetrain dan suspensi.
Dapur pacu tiga silinder berkapasitas 1.5 Turbo yang tertanam di balik bonnet-nya disalurkan oleh transmisi enam kecepatan dan diklaim hanya membutuhkan bensin 5.2 liter untuk melaju sejauh 100 km.

Meski ditujukan sebagai mobil keluarga namun karakter sport tetap kental terasa di balik kemudi BMW Seri 2 Active Tourer. Posisi mengemudi yang ergonomis didukung dengan head-up display membuat pengemudi tak harus menengok ke bawah untuk memantau kecepatan.
Memang performa bukanlah nilai plus yang hendak ditonjolkan oleh pihak produsen dari BMW Seri 2 Active Tourer, namun untuk ukuran sebuah mobil keluarga rasa-rasanya performa dan fun to drive yang ditawarkan cukup membuat pengemudi tidak merasa jenuh.

Untuk ukuran mobil mewah ada sedikit kekurangan yang mengganggu, yaitu suara ban yang merasuk ke kabin kala melewati kondisi aspal yang tidak mulus. Tidak mengganggu memang, hanya saja bukan sesuatu yang dibayangkan ketika seseorang berada di dalam kabin mobil berlogo BMW. Karakter mesinnya sendiri tak beda jauh dengan mesin tiga silinder keluaran produsen lain yang ringan dalam berakselerasi.

Berkat platform UKL yang diadopsi dari Mini, karakter handling dan steering BMW Seri 2 Active Tourer kadang membuat pengemudi lupa bahwa dirinya sedang mengemudikan sebuah mobil berpenggerak roda depan. Manuver yang tajam, terprediksi sekaligus presisi lebih mirip mobil berpenggerak roda belakang (RWD) ketimbang FWD. Meski jika dibandingkan mobil keluaran BMW lainnya yang memang mengadopsi sistem RWD tetap saja terasa perbedaannya.

Dengan kelengkapan standar keselamatan meliputi enam airbag, ABS, EBD, brake assist, anti-collision, lane-departure warning dan pedestrian warning, berikut rear-vision camera pihak EuroNCAP menghadiahkan lima bintang kepada BMW Seri 2 Active Tourer.

Spesifikasi BMW Seri 2 Active Tourer

Bagaimana potensi BMW Seri 2 Active Tourer di Indonesia? Jika dibandingkan dengan harga Mercedes B200 kemungkinan harga BMW Seri 2 Active Tourer bakal dibanderol lebih mahal. Namun dengan output mesin yang lebih besar serta karakter steering dan handling yang unik rasa-rasanya calon konsumen takkan berkeberatan membelanjakan sejumlah uang lebih banyak untuk menebus salah satu mobil BMW terbaru ini. Sedangkan BMW Seri 2 Active Tourer 7-seater sendiri meski tampaknya bakal lebih prospektif di pasar Indonesia namun hingga saat ini masih belum ada kepastian.
Read More
// //

Mini Cooper S Terbaru : Lebih Fresh!

Mini Cooper S terbaru masuk di Indonesia sejak pertengahan bulan lalu bersama Mini Cooper 1.5. Harga Mini Cooper S sendiri di Indonesia dibanderol sekitar Rp 649 juta dengan mengusung mesin 4 silinder berkapasitas 2.0 liter. Bagi sebagian orang Mini Cooper S tak lebih dari sekedar BMW dalam versi mungil, namun bagi penggemarnya tentu nilainya lebih dari itu.

Mobil BMW terbaru yang diproduksi dalam waktu beberapa tahun belakangan ini sendiri seolah sudah meninggalkan semangat awalnya. Kini mobil BMW “hanya” identik dengan kesan premium, bertenaga besar, suspensi yang keras dengan berbagai fitur “mainan”-nya yang lagi-lagi bagi sebagian orang dipsersepsi canggih. Namun jika dibandingkan BMW keluaran lawas maka ada faktor yang hilang yaitu fun to drive pada mobil BMW terbaru.

Lewat Mini, rupa-rupanya pihak pabrikan ingin faktor yang hilang itu ditransformasikan dalam wujud mobil berbadan mungil ini. Mini Cooper S setidaknya, mampu mengingatkan penggemar BMW lawas seperti apakah keasyikan mengemudikan sebuah mobil besutan BMW di masa lalu. Lincah, responsif dan fun to drive semuanya bak menitis dalam wujud Mini Cooper S terbaru.

Harga Mini Cooper S Terbaru

Dengan harga yang setara dengan BMW Seri 3 memang Anda mendapatkan kabin yang sedikit lebih sempit, namun driving experience yang ditawarkan takkan membuat Anda merasa kecewa menulis cek sebesar itu. Lagi pula meski tak bisa dibilang lega namun kabinnya masih sangat layak memuat empat penumpang dewasa (termasuk pengemudi) dengan headroom dan legroom yang memadai.

Banyak hal berubah pada Mini Cooper S 2014 dibandingkan versi sebelumnya. Di bawah bonnet mesin 1.6 liter sudah digeser oleh mesin empat silinder twin turbo berkapasitas 1998 cc dengan daya maksimum 192 hp dan torsi 280 Nm yang diraih pada putaran 1250 rpm.
Dimensi mobilnya sendiri juga bertambah panjang 98 mm dengan penambahan wheelbase 28 mm. Lebar dan tingginya pun membengkak masing-masing 44 mm dan 7 mm. Hasilnya volume bagasi Mini Cooper S pun kini naik 51 liter dibanding pendahulunya.

Spesifikasi Mini Cooper S Terbaru

Transmisi matic enam kecepatan Steptronic yang menjadi penyalur output mesin 2.0 liter ini adalah transmisi yang tergolong baru dan baru digunakan pertama kali oleh Mini Cooper S. Hasilnya bukan saja terasa lebih responsif namun sekaligus lebih ekonomis.

Salah satu kejutan yang muncul di balik kabin Mini Cooper S adalah panel speedometer yang ukurannya tak lebih besar dari piring cawan, namun pada saat yang sama posisi letaknya begitu pas dengan pandangan pengemudi. Meski panel instrumennya menggunakan model analog dan tampak crowded namun setidaknya masih bisa terbaca dengan baik, jika pun masih kurang puas Anda selalu bisa menambahkan instrumen digital aftermarket.

Interior Mini Cooper S Terbaru

Lewat berbagai perubahan pada Mini Cooper S ini citra mobil Mini yang semula identik dengan mobil murah yang hanya diperuntukkan bagi para wanita untuk berbelanja seolah pudar sudah.

Enam airbag ditambah ABS, EBD dan BA setidaknya menunjukkan kelas Mini Cooper S yang sudah bergeser menjadi premium, belum lagi fitur lain seperti cornering brake control, dynamic stability control, drive-off assistance, brake drying, fading brake support dan dynamic traction control.

Beberapa fitur yang bisa diketemukan di dalam kabin Mini Cooper S meliputi sports seats dengan height adjusters dan lumbar control pada kedua jok depan, sporty leather-covered steering wheel, ISOFix untuk child seats, rain sensing wipers dan automatic headlights, automatic, filtered air conditioning dan cruise control dengan braking function.

Dan masih banyak lagi fitur yang disematkan pada Mini Cooper S hingga seolah mobil ini terasa seperti sebuah gadget berjalan.

Mini Cooper S Terbaru Indonesia

Secara umum banyak perubahan pada Mini Cooper S yang membedakannya dengan versi terdahulu, namun sama seperti pendahulunya Mini masih merupakan versi mini dari BMW. Beruntung faktor fun to drive didukung dengan suara knalpot yang nge-bass memberikan pengalaman mengemudi yang dijamin bakal memuaskan pemiliknya.
Read More
// //

Lirik Kiprah BMW M4 di Indonesia

Kiprah BMW M4 di Indonesia maupun pasar global masih relatif baru. Sebelumnya jika bicara mobil sport coupe keluaran BMW maka yang terlintas dalam pikiran pastilah BMW M3. Ternyata antara BMW M3 dan M4 sendiri pada beberapa hal ditemukan perbedaan namun pada beberapa hal lainnya cukup banyak persamaannya pula.

BMW M4 ternyata masih mengusung mesin yang sama dengan M3. Dapur pacu V6 ini memiliki kapasitas 3.0 liter twin turbo sebagai pengganti mesin lawas delapan silinder dengan kapasitas 4.0 liter. Meski di atas kertas orang bakal berpikir bahwa penggantian mesin ini seolah merupakan downgrade namun nyatanya performa BMW M4 justru meningkat.

Melihat dari desainnya saja pasti sebagian besar orang langsung membayangkan bahwa di balik kap mesin M4 tersembunyi dapur pacu bak monster yang tak mudah ditaklukan. Desain moncong depan berkombinasi dengan body kit seketika membedakan M4 dengan BMW Seris 4 yang lain.


Kesan sporti ini tak hanya terbatas di bagian luar, sebab interior BMW M4 pun memancarkan aura yang sama. Tengok saja misalnya desain tuas transmisi, desain jok serta lingkar kemudinya. Dibandingkan para kompetitor sekelas kabinnya pun tampak lebih modern apalagi setelah ditambah dengan layar monitor berukuran 8.8 inch di dashboard bagian tengah.



Tentu saja semua itu tidak banyak berarti jika dapur pacunya sendiri tidak mampu memenuhi ekspektasi. Perubahan dari mesin V8 ke V6 memang hanya meningkatkan daya maksimumnya menjadi 431 PS yang artinya hanya meningkat sekitar 10.9 PS dibanding versi V8 nya. Namun yang menjadi sorotan justru torsi maksimum yang semula “hanya” 400 Nm kini membengkak menjadi 550 Nm.

Perbedaan ini bukan hanya terasa signifikan namun juga mendekatkan torsi BMW M4 dengan kompetitornya Mercedez C63 AMG yang memiliki torsi maksimum 600 Nm.
Di atas kertas memang torsi maksimum M4 masih di bawah C63 AMG, namun berkat bantuan launch control ternyata akselerasi BMW M4 sedikit lebih cepat dibanding C63 AMG.


Sejauh ini baru keunggulan BMW M4 yang dibahas, bagaimana dengan kelemahan BMW M4? Entah kelemahan atau bukan namun rasa-rasanya sebagian besar konsumen akan merasa sedikit kecewa dengan suara knalpot M4 yang sudah pasti tidak semantap suara mesin V8. Output mesin bisa diatasi, namun suara mesin tidak bisa dibohongi. Kasusnya mirip dengan kekecewaan penonton Formula 1 pasca regulasi yang baru di musim 2014 ini.

Tampaknya suka tidak suka peralihan semacam ini tidak bisa dihindari, setidaknya pada BMW M4 meski menggunakan mesin Turbo namun gejala turbo lag nyaris tidak terasa berkat rekayasa mekanik elektronik yang dilakukan oleh para insinyur BMW. Jika di awal mesin M4 diibaratkan sebagai monster maka mungkin ini adalah monster yang sudah berhasil dijinakkan.


Kualitas riding serta handling-nya sendiri terasa nyaman di jalan raya dengan karakter yang tak beda dengan BMW Seri 4 lainnya. Sementara dibandingkan BMW M3 rasa-rasanya tak banyak perbedaan selain pintu belakang. Meski tak tampak ada perbedaan namun ternyata lokasi produksi M3 dan M4 terpisah. BMW M3 diproduksi bersama BMW Seri 3 lainnya di Regensburg sementara BMW M4 diproduksi bersama dengan BMW Seri 4 lainnya di Munich.

Harga BMW M4 di Indonesia menurut pricelist yang didapat dari BMW Indonesia adalah Rp 1.8 M sementara M3 saat ini dibanderol Rp 1.7 M.
Read More
// //

Menyimak BMW X4 Terbaru di Indonesia

BMW X4 resmi dirilis di Indonesia pada gelaran IIMS 2014 lalu. Kehadiran varian terbaru keluarga X di Indonesia yang terbilang singat karena hanya berselang beberapa bulan dari rilis resminya di pasar global tentu merupakan kabar gembira bagi konsumen tanah air. Dari tampilan luarnya BMW X4 boleh dikata sebagai versi mini dari BMW X6 yang sudah ada terlebih dahulu.

Sama halnya dengan X6, penampilan BMW X4 mengundang kontroversi. Sebagian akan melihatnya sebagai inovasi yang berani dan sisanya akan mengernyitkan dahi. Pasalnya mobil ini benar-benar seperti persilangan langsung antara SUV dan Coupe dimana karakter keduanya tidak hendak disembunyikan oleh desainer BMW. Apapun penilaian orang yang jelas aura sporti dan elegan harus diakui kental terasa pada desain BMW X4 ini.

Jika dibandingkan BMW X3 yang modelnya lebih konvensional, X4 memiliki dimensi yang lebih rendah sekitar 36 mm. Selain itu meski keduanya berbagi platform dan wheelbase namun pada bagian belakang dan bagian depan keluarga BMW terbaru di jajaran seri X ini lebih panjang dibanding X3 masing-masing 11 mm dan 5 mm.

BMW X4 Indonesia

Harga BMW X4

Pada bagian depan desain dan aura khas SUV kental terasa seperti halnya BMW X3 yang menjadikan mobil terbaru keluaran BMW ini tampak begitu perkasa untuk menaklukkan berbagai karakter medan.

Meski banyak hal baru yang bisa dikagumi pada bagian eksterior namun ternyata bagian interior BMW X4 tidak banyak berbeda dari mobil-mobil BMW sebelumnya. Dan itu bukan dalam arti negatif, sebab siapapun yang pernah masuk ke dalam kabin BMW sudah pasti tahu bahwa aura kemewahan yang ditampilkan lewat desain, material terbaik dan proses finishing sempurna selalu menjadi ciri khas mobil BMW.

Spesifikasi BMW X4

Interior BMW X4

Namun bukan berarti tak ada kritik yang bisa ditujukan untuk interior BMW X4 ini. Jika dibandingkan dengan mobil-mobil sekelasnya seperti Porsche atau Audi jujur saja nuansa interior BMW terasa lebih flat meski tak kalah soal kualitasnya. Lagi-lagi semua itu hanya masalah preferensi yang tak perlu diperdebatkan.

Kelegaan kabinnya sendiri sangat baik, bahkan jika tidak merasakan langsung dan hanya melihat dari foto rasanya banyak orang akan kesulitan membedakan kabin BMW X4 dengan BMW X6. Namun karena dimensi keduanya berbeda cukup signifikan maka kelegaan kabinnya pun demikian. Bagian bagasi juga sama, kapasitas bagasi BMW X4 minus 50 liter jika dibandingkan X6.

Untuk BMW X4 tipe xDrive35i dapur pacu yang digunakan adalah mesin enam silinder dengan kapasitas 3.0 liter. Namun tipe di bawahnya mengusung mesin 2.0 liter empat silinder. Tampaknya mesin kedua itulah yang akan diusung oleh BMW X4 di Indonesia.

Mesin 2.0 liter itu sendiri mampu menghasilkan daya maksimum 245 hp pada radius putaran 5000-6500 rpm dengan torsi maksimum 350 Nm yang didapat pada putaran 1250-4800 rpm. Jadi meski dapur pacunya sama dengan BMW X3 namun ternyata output-nya lebih besar.

Pada BMW X4 xDrive28i mesin ini dipadukan dengan transmisi matic delapan kecepatan yang menyalurkan output mesin pada keempat roda. Pihak pabrikan sendiri mengklaim bahwa xDrive28i sanggup berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 6,4 detik dengan kecepatan maksimal 235 km/jam.

BMW X4 Terbaru

Meski dimensinya lebih besar namun berkat suspensi dan steering yang didesain ulang maka stabilitas BMW X4 tak kalah dari X3. Gejala body roll sangatlah minim meski suspensi diset pada mode “Comfort” sekalipun.

Sementara itu jika dibandingkan BMW X5, atau X6 maka berkat dimensi yang lebih kompak BMW X4 terasa lebih lincah dan cocok dikemudikan di dalam kota yang kondisi lalu lintasnya cenderung padat.

Kini calon konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli mobil baru 5 seater buatan BMW untuk keluarga memiliki opsi lain di luar BMW X3 yaitu BMW X4.
Kabarnya harga BMW X4 di Indonesia yang tak lain adalah tipe xDrive28i bakal dibanderol di kisaran Rp 1.1 M.
Read More
// //

BMW 2 Series Resmi Meluncur di Indonesia

Tak lama setelah beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN kadatangan BMW 2 Series kini giliran Indonesia yang mendapat jatah kehadiran mobil coupe berkapasitas 2+2 penumpang tersebut. Peluncuran perdananya sendiri dilakukan oleh BMW Indonesia dua hari yang lalu. Tak tanggung-tanggung versi yang dihadirkan adalah BMW M235i dengan dapur pacu enam silinder berkapasitas 3.0 liter.

BMW 2 Series atau tepatnya BMW M235i di Indonesia bakal menjadi mobil coupe terkompak di kelasnya. BMW M235i sekaligus juga merupakan mobil tercepat dan paling sporti di jajaran BMW 2 Series. Meski mengusung nama 2 Series namun mobil ini pada dasarnya sama dengan BMW 1 Series, dan mengingat hingga kini tak ada tanda-tanda bakal hadirnya BMW M2 maka bisa jadi BMW M235i adalah model flagship di jajaran 2 Series.

Sama seperti keseriusan saat menggarap BMW 4 Series, pabrikan Bavaria ini pun sangat serius dalam menggarap BMW M235i dan tak asal melakukan rebadging dari 1 Series. Desain grille depan, headlamps serta kesan yang lebih ramping menjadikan BMW M235i tampak lebih sporti dan dinamis jika dibanding BMW 1 Series yang menjadi platform-nya.

BMW M235i Indonesia

Sedangkan desain spoiler belakang serta moncong knalpot kembar seolah memperkuat karakteristik BMW M235i sebagai mobil coupe yang kental akan nuansa sports.

Di bagian kabin meski tergolong mobil baru namun para pecinta serta pemilik BMW lama bakal merasa tidak asing di dalam kabin BMW M235i. Balutan material kulit berwarna hitam gelap langsung membuat pengemudi ataupun penumpang menyadari kentalnya aura BMW di dalam kabin BMW 2 Series ini.

Meski tak ada kritik yang layak diberikan namun harus diakui pula bahwa minimnya permainan kontras warna di dalam kabin menjadikan tampilan di dalamnya terasa kurang berkarakter. Seperti biasa BMW hanya memberikan aluminium-look trims untuk sedikit memberi warna pada kabin BMW 2 Series.

Harga BMW M235i

Review BMW M235i

Sementara soal kualitas dan fungsionalitas tak ada lagi yang perlu dipertanyakan, semua instrumen serta tombol di desain dengan baik bukan hanya memenuhi unsur estetika namun juga kepraktisan. Bahkan saat disentuh terasa sekali bahwa material yang digunakan untuk setiap tombol adalah material dengan kualitas premium.

Sekalipun BMW M235i adalah coupe terkompak di jajarannya namun kapasitas bagasinya cukup mampu mengakomodir berbagai keperluan berkat kapasitas yang cukup lega yaitu 390 liter.

Spesifikasi BMW M235i

Uji BMW M235i

Dapur pacu enam silinder dengan kapasitas 3.0 liter juga merupakan yang paling bertenaga di jajarannya. Mesin ini adalah mesin yang sama digunakan oleh BMW M135i, namun dengan setting yang berbeda maka dapur pacu BMW M235i menghasilkan output sedikit lebih baik ketimbang M135i.

Akselerasinya terasa cepat, bahkan lebih cepat dari yang diharapkan sebagian besar orang dari sebuah mobil bertipe coupe di kelas ini. Performa mesin yang terasa berimbang, didukung oleh model dudukan rendah memberikan pengalaman mengemudi yang membangkitkan adrenalin.

Meski demikian berkat setting sasis yang berimbang maka faktor kenyamanan juga tak lantas dikorbankan sebagaimana halnya sebuah mobil sports. Sebagai kendaraan harian BMW M235i yang harganya dibanderol Rp 928 juta ini sangat memenuhi syarat.

BMW 2 Series Indonesia

Secara menyeluruh BMW M235i boleh dibilang sebagai mobil idaman bagi para pengejar performa. Kualitas handling serta riding yang menjanjikan ditambah kapasitas bagasi lumayan lega menjadikan mobil ini ideal untuk berbagai keperluan bagi siapapun yang sanggup untuk menebusnya.
Read More
// //

Komparasi BMW X5 Terbaru vs. Range Rover Sport Terbaru

BMW X5 terbaru resmi masuk ke pasar otomotif Indonesia sejak kemarin, sementara itu sang rival Range Rover Sport terbaru juga belum lama ini dilepas ke pasaran meski Indonesia masih belum menjadi salah satunya saat tulisan ini dibuat. Sudah jelas bahwa kedua mobil tersebut masih tetap sebuah SUV seperti sediakala, namun baik BMW maupun Range Rover sama-sama memasarkan mobil itu sebagai Sport Activity Vehicle. Kedua pabrikan tersebut sama-sama ingin membentuk persepsi konsumen bahwa BMW X5 dan Range Rover Sport tidak sama dengan SUV kebanyakan.

Untuk membandingkan BMW X5 terbaru dengan Range Rover Sport terbaru masing-masing diambil tipe yang dianggap memiliki spesifikasi setara. Mewakili BMW X5 adalah xDrive30d, sementara dari pabrikan Inggris Range Rover Sport SV6 HSE dianggap ideal menghadapi rival Jerman-nya tersebut. Kedua mobil sama-sama dipersenjatai dengan dapur pacu Diesel berkapasitas 3.0 liter.

Komparasi BMW X5 vs. Range Rover Sport

Komparasi BMW X5 vs. Range Rover Sport

BMW X5 terbaru merupakan generasi ketiga dari seri X5, alasan pabrikan Bavaria tersebut menyebut X5 sebagai SAV bukannya SUV adalah karena mobil ini menggunakan sasis monokok yang tidak lazim digunakan oleh SUV penakluk medan berat. Keunggulannya tentu saja adalah kenyamanan dibanding frame-based yang lebih umum digunakan oleh SUV.

Ditilik dari desain eksterior-nya memang X5 terbaru sedikit lebih boxy dibanding pendahulunya, namun kenyataan tersebut tak membuat mobil BMW ini kehilangan unsur estetikanya. Sebaliknya X5 generasi ketiga ini tampak lebih sporti dan tangguh pada saat yang bersamaan.

Sementara itu Range Rover Sport terbaru adalah generasi kedua dari mobil yang memang secara khusus dipersiapkan oleh pabrikan otomotif asal Inggris tersebut untuk menghadapi BMW X5. Tentu sebagai pabrikan yang terkenal menghasilkan mobil-mobil tertangguh di medan berat, Land Rover yang kala itu masih menaungi merek Range Rover tak ingin citra mereknya tercemar. Karena itu Range Rover Sport meski mengusung segudang kenyamanan namun soal kemampuannya menaklukan medan berat tidak terkompromi.

Sama halnya dengan X5, Range Rover Sport pun memilih sasis monokok. Dan untuk generasi kedua ini pabrikan otomotif asal Inggris tersebut sukses memangkas bobot mobilnya hingga 420 kg. Pemangkasan bobot ini salah satunya ditempuh lewat penggunaan aluminium. Sementara untuk mendongkrak tampilan keseluruhan maka beberapa bagian dari Range Rover Evoque pun diadopsi oleh Range Rover Sport.

Saat diuji di jalanan beraspal kentara sekali siapa yang lebih unggul diantara kedua rival berat ini. BMW X5 xDrive30d plus Sport Package yang dilengkapi dengan velg 20 inch, adapative suspension dan air springs di bagian belakang menawarkan kenyamanan yang setara dengan Porsche Cayenne.

Bahkan meski menggunakan ban tipe run-flat mobil ini masih terasa nyaman dan responsif saat dikendarai.

Mesin Diesel turbocharged enam silinder segaris yang disalurkan tenaganya oleh transmisi matik delapan percepatan menawarkan akselerasi yang mantap tanpa gejala lag yang umum ditunjukkan oleh mesin Turbo. Selain itu mesin Diesel BMW ini juga secara mengejutkan lebih hening dan minim vibrasi dibandingkan mesin berbahan bakar bensin.

Komparasi BMW X5 vs. Range Rover Sport

Komparasi BMW X5 vs. Range Rover Sport

Range Rover Sport kewalahan untuk menyamai kemampuan akselerasi BMW X5, meski di atas kertas mesin Range Rover menghasilkan output yang lebih besar namun akselerasinya tidak secepat X5. Kondisi ini makin kentara ketika keduanya dipacu bersamaan di trek lurus.

Dapur pacu Range Rover Sport juga terbukti lebih boros dalam mengkonsumsi BBM ketimbang BMW X5. Range Rover mencatatkan angka 9,9 liter/100 km, sementara BMW sedikit lebih irit dengan 9,0 liter/100 km. Sebagai catatan kedua mobil sama-sama dilengkapi dengan ISS (idle stop-start system) untuk mendukung efisiensi penggunaan BBM tersebut. BMW X5 bahkan menawarkan mode ECO yang tidak kami rekomendasikan karena menyunat performanya secara signifikan.

Meski kalah dari X5 dalam hal akselerasi namun Range Rover Sport memiliki keunggulan lain atas X5, mesinnya lebih hening serta bebas vibrasi. Transmisi delapan kecepatan milik Range Rover juga terasa lebih halus dalam menyalurkan tenaga dibanding BMW.

Lagi-lagi soal stabilitas BMW X5 terbaru kembali mengungguli Range Rover. Lingkar kemudi mobil buatan Jerman ini juga terasa lebih responsif dan komunikatif dibanding Sport. Bagi Anda yang lebih sering menggunakan mobil di dalam kota sudah pasti BMW X5 merupakan pilihan yang lebih ideal.

Sebaliknya jika memang tujuannya adalah memilih mobil yang tangguh di medan berat seperti pertambangan misalnya, Range Rover Sport merupakan opsi lebih masuk akal ketimbang X5. Bahkan towing capacity Range Rover pun 800 kg lebih besar dibandingkan BMW X5.

Posisi dudukan yang lebih tinggi serta pandangan pengemudi yang lebih luas adalah keunggulan lain dari Sport yang semakin menunjukkan bahwa Range Rover memang tidak bisa meninggalkan citranya sebagai pembuat mobil tangguh di medan berat.

Di bagian interior dan eksterior pun Range Rover Sport mampu menyamai BMW X5, hanya saja dilihat dari kualitas finishing-nya memang X5 lebih tampak dilahirkan sebagai sebuah SUV mewah.

Komparasi BMW X5 vs. Range Rover Sport

Komparasi BMW X5 vs. Range Rover Sport

Dari sudut pandang kami BMW X5 adalah opsi yang lebih baik, X5 unggul dari segi kenyamanan, performa mesin serta harga BMW X5 yang memang lebih murah dibanding Range Rover Sport. Namun bagi mereka yang berhabitat di medan berat seperti daerah pertambangan tentu berlaku perkecualian.
Read More
// //

BMW X3 Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan

BMW X3 terakhir kali direvisi pada tahun 2010 lalu yang kemudian dikenal sebagai X3 generasi kedua. Baru-baru ini pabrikan Bavaria tersebut kembali melakukan revisi alias upgrade terhadap SUV kelas menengahnya itu dan resmi menjelma sebagai BMW X3 generasi ketiga. Ubahan yang meliputi bagian interior dan eksterior ini ditampilkan ke hadapan publik pada gelaran Geneva Motor Show beberapa waktu lalu.

Perubahan pada BMW X3 terbaru itu mula-mula bisa dilihat pada desain lampu depan atau headlights yang kini bisa diganti dengan LED jika dikehendaki oleh pemiliknya. Bagian grill juga turut mendapat sentuhan facelift yang mirip dengan desain baru pada BMW X5. Melengkapi penampilan BMW X3 terbaru pihak pabrikan juga memberikan velg dengan desain dan warna yang berbeda dari versi sebelumnya.

BMW X3 Indonesia

Untuk bagian interior perubahannya bisa dilihat dari warna krom pada trim, desain AC yang baru serta cup holder yang dilengkapi dengan sliding cover pada konsol bagian tengah. Khusus untuk tipe X-Line masih ada beberapa pembaruan lain seperti sentuhan warna silver pada bagian bumper, air inlets yang dikelir menyerupai aluminium serta desain velg yang membuatnya tampak berbeda dibanding tipe lain.

BMW X3 Indonesia

Meski di sektor eksterior dan interior saja sudah terlihat perbedaan yang amat mencolok antara X3 generasi ketiga dengan generasi kedua namun yang menjadi point utama pada upgrade kali ini justru adalah pada sektor dapur pacu.
Mesin Diesel baru pada BMW X3 xDrive20d, misalnya kini mampu menghasilkan daya maksimum 190 PS atau 7 PS lebih besar ketimbang versi sebelumnya. Sementara itu torsi maksimalnya kini meningkat menjadi 400 Nm atau 20 Nm lebih besar dibanding X3 generasi kedua. Pihak pabrikan mengklaim mesin Diesel baru pada xDrive20d ini mampu melesatkan mobil baru BMW ini dari 0-100 km/jam dalam waktu 8,1 detik atau sekitat 0,4 detik lebih cepat dari sebelumnya.


Meski output dapur pacunya meningkat cukup pesat namun dalam hal efisiensi pihak BMW menyebut konsumsi BBM BMW X3 terbaru lebih efisien dibanding versi lawasnya yaitu 5,2 liter per 100 km. Sama seperti sebelumnya mesin terbaru BMW X3 ini dipadukan dengan transmisi matic delapan percepatan.

Sementara itu untuk versi X3 sDrive18d yang menggunakan sistem berpenggerak roda belakang dibekali dapur pacu yang memuntahkan daya maksimum 150 PS dan torsi maksimum 360 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diraih dalam waktu 9,8 detik, sementara konsumsi BBM nya diklaim 5,1 liter/100km.

BMW X3 xDrive 20i yang mengandalkan mesin berbahan bakar bensin mampu menghasilkan daya maksimal 184 PS dan torsi maksimal 270 Nm. Sedangkan xDrive35i yang selama ini merupakan versi tertinggi dari BMW X3 di Indonesia memuntahkan daya maksimum 306 PS dan torsi maksimum 400 Nm. Jadi bisa dibilang tidak ada perubahan output pada dapur pacu BMW X3 berbahan bakar bensin ini.

BMW X3 Indonesia

BMW X3 Indonesia

BMW X3 Indonesia

Selama ini BMW X3 yang beredar di Indonesia hanya tersedia dalam tiga tipe yaitu xDrive20d, xDrive20i dan xDrive35i. Harga BMW X3 Indonesia dibuka dengan xDrive20d di kisaran Rp 820 juta, belum jelas kapan X3 terbaru bakal hadir dan juga kisaran harganya.
Read More
// //

Kupas Tuntas Dibalik Harga BMW X3 Indonesia

Harga BMW X3 di Indonesia saat ini dibuka dengan xDrive20d di kisaran Rp 820 juta-an, sementara itu xDrive20i sekitar Rp 10 juta lebih mahal ketimbang base version-nya dan seri tertinggi diisi oleh xDrive35i pada kisaran harga Rp 1 M yang merupakan unit yang diuji coba pada review BMW X3 kali ini. Lewat All New BMW X3 ini pabrikan Bavaria itu melakukan banyak penyempurnaan jika dibanding X3 generasi pertama. Ambisi All New BMW X3 adalah mengembalikan dirinya pada masa-masa emas ketika Volvo XC60 dan Audi Q5 masih belum dilahirkan dan bersama Lexus RX mobil SUV BMW ini merupakan penguasa di kelasnya.

Jika BMW X3 generasi pertama yang dikenal juga sebagai BMW E83 X3 tampil dengan desain yang bisa dibilang tidak cukup menarik, kini lewat All New BMW X3 pabrikan mobil asal Jerman itu secara drastis memperbaiki kesalahannya. Dari segi tampilannya saja All New BMW X3 atau BMW X25 X3 lebih mirip sang kakak BMW X5, bahkan jika keduanya diparkir berjejeran maka tidak mudah membedakan keduanya kecuali mereka yang cukup akrab dengan BMW X3 dan X5.

Harga BMW X3 Indonesia

Harga BMW X3 Indonesia

Di bagian depan mobil SUV BMW ini menggunakan desain grille yang akrab dijumpai pada mobil BMW lainnya yang merupakan keluarga Series 5 dan Series 7. Secara keseluruhan bagian bonnet (moncong) X3 hingga ke bumper memiliki banyak kemiripan dengan BMW X6. Namun di bagian belakang lagi-lagi desain tail lamps dengan desain mengkotak kembali mengingatkan pada BMW X5.

Velg-nya sendiri meski BMW X3 tipe xDrive35i menggunakan ukuran 18 inch sebagaimana halnya dengan X5 namun sekilas ukuran velg pada X3 tampak lebih kecil ketimbang X5.
Secara umum desain All New BMW X3 tak bisa dibilang revolusioner sebab banyak bagiannya yang terkesan mencomot dari mobil BMW tipe lain, namun jika dibandingkan X3 generasi sebelumnya jelas versi terbaru ini jauh lebih menarik tanpa meninggalkan kesan premium.

Performa BMW X3

Performa handling dan dapur pacu BMW X3 terbilang mengaggumkan mengingat dimensinya yang sebenarnya bukan termasuk compact SUV, meski BMW mengklaimnya demikian. Dapur pacu yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 310 PS dan torsi maksimal 400 Nm ini mampu melesatkan BMW X3 dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 5,7 detik. Sementara itu top speed yang sanggup diraih oleh SUV BMW ini mencapai kecepatan 240 km/jam.

Harga BMW X3 Indonesia

Mesin X3 terbilang berisik meski masih dalam batasan wajar, namun jika Anda membandingkannya dengan mesin Lexus RX segera Anda akan menyadari betapa ributnya mesin BMW X3 ini. Gejala turbo lag kerap dialami oleh dapur pacu berkapasitas bersih 2979 cc ini, namum gejala tersebut hilang manakala putaran mesinnya berada di atas 2000 rpm. Putaran menengahnya terasa mantap, sehingga akselerasi X3 sangat meyakinkan. Sementara fitur auto stop/start-nya meski mampu menghemat bahan bakar namun seperti pernah kami sebutkan ketika mengulas VW Tiguan beberapa waktu lalu bahwa fitur ini tak terasa praktis untuk berhadapan dengan pengemudi lain di Indonesia yang rata-rata kampungan, dalam arti buru-buru membunyikan klakson atau menekan pedal gas begitu lampu hijau di traffic lights menyala.

Untungnya BMW menyadari bahwa tak semua pengemudi mengharapkan kehadiran fitur auto stop/start ini sehingga pihak pabrikan memberikan opsi kepada pengemudi untuk menonaktifkan-nya dengan cara yang cukup simple.

Mendukung performa dapur pacunya BMW menanamkan transmisi delapan percepatan yang diambil dari BMW Series 5. Transmisi matic ini terasa sangat responsif dalam meladeni mesin 3.0 liter milik BMW X3.
Jika sang kakak BMW X5 terkenal dengan performa handling yang mumpuni dan stabil layaknya sebuah mobil hatchback maka Anda bisa mengharapkan performa yang kurang lebih sama pada BMW X3 ini. Bahkan dimensinya yang sedikit lebih kompak menjadikan X3 terasa lebih lincah dan stabil keluar masuk tikungan ketimbang X5.

Berada di balik kemudi BMW X3 seringkali membuat pengemudi lupa bahwa dirinya sedang mengemudikan sebuah mobil SUV, sebab dalam banyak hal karakter handling-nya memiliki banyak kemiripan dengan mobil hatchback.
Bukan hanya itu, BMW X3 bukan cuma raja di jalan beraspal namun berkat sistem xDrive dan fitur Hill Descent Control mobil SUV mewah berlogo BMW ini juga mumpuni jika harus diajak ke jalanan yang tidak beraspal (off road) selama medannya tak terlalu ekstrem.


Kabin BMW X3

Di sektor kabin bisa dilihat bahwa dashboard mengadopsi model instrumen yang sama dengan BMW Series 5. Di bagian tengah tampak sebuah layar monitor LCD untuk mengoperasikan sistem iDrive yang juga umum ditemukan pada mobil-mobil BMW lainnya.

Harga BMW X3 Indonesia

Harga BMW X3 Indonesia

Di kabin belakang BMW X3 menyediakan ruang cukup lega dengan berbagai perangkat penambah kenyamanan bagi penumpang seperti cup holders yang rasanya tak berlebihan jika BMW mengklaim kenyamanan kabin X3 adalah yang terbaik di kelasnya.
Read More
// //

Kupas Tuntas di Balik Harga BMW X6

Harga BMW X6 tipe xDrive35i yang merupakan satu-satunya tipe yang ada di Indonesia saat ini sudah hampir menyentuh Rp 1.8 M. Mobil BMW yang sarat kontroversi ini sendiri hadir dan diperkenalkan pertama kalinya pada tahun 2008 dengan desain yang memang tidak lumrah. Bahkan hingga kini pun masih banyak yang belum bisa menerima desain BMW X6 yang dianggap setengah SUV dan setengah sedan.

Meski demikian harga BMW X6 sendiri tak lantas menurun sebagai akibat dari kontroversi desainnya, sebab meski wujudnya tak lazim namun X6 terbukti mampu memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Penggemar SUV tak bisa menerima X6 sebagai sebuah SUV, sementara penggemar sedan dan mobil sport juga tak menganggap mobil BMW tersebut layak dikategorikan sebagai sedan maupun sport car. Lagi-lagi BMW selalu mampu membungkam berbagai kritikan dan kontroversi lewat performa di lapangan, itulah alasan harga BMW X6 relatif stabil hingga memasuki usianya yang ke enam ini.

Harga BMW X6

Harga BMW X6

Dibangun dengan platform BMW X5 hingga akhir tahun 2012 kemarin saja perusahaan asal Jerman itu sudah berhasil menjual sebanyak 150.000 unit BMW X6 di pasar global. Bahkan saking tingginya tingkat antusiasme konsumen maka pabrikan itu pun dengan percaya diri melahirkan seri M yang dikenal dengan BMW X6 M50d yang dibangun dengan berbagai masukan dari divisi M GmbH BMW.

Perkenalan saya dengan BMW X6 sendiri baru dimulai di Australia tahun lalu, dan semua itu diawali oleh rasa penasaran karena seorang teman menyebut X6 sebagai SUV yang kental akan faktor fun to drive. Kala itu “SUV” dan “fun to drive” bagi saya adalah dua hal yang terasa tak bakal bisa bersatu. Namun seperti sudah diduga keyakinan tersebut luntur seketika begitu berada di balik kemudi BMW X6.

Dari Balik Kemudi BMW X6

Di mata saya para pekerja BMW adalah orang-orang yang memiliki passion dan keseriusan terhadap pekerjaannya. Salah satu bukti keseriusan BMW dalam menggarap mobil buatannya adalah keengganan mereka untuk meninggalkan sistem penggerak roda belakang dan beralih menjadi mobil berpenggerak roda depan semata-mata untuk mengurangi biaya produksi namun sekaligus juga bakal mengurangi faktor fun to drive.

Itulah salah satu alasan hingga hari ini saya masih mengemudikan BMW X6 xDrive35i tahun 2009 yang merupakan kisah cinta pertama saya terhadap mobil BMW. xDrive35i mengandalkan mesin enam silinder twin turbo yang meski bagi beberapa orang terasa tidak praktis dijadikan kendaraan harian namun faktor fun to drive-lah yang menjadikan saya masih bertahan dengan BMW X6 tahun 2009 ini.

Mesin berkapasitas 3.0 liter yang menjadi andalan BMW X6 xDrive35i ini mampu menyemburkan tenaga maksimal 304 PS dengan torsi yang tak kurang dari 407 Nm. Tanpa mencobanya pun saya yakin Anda sudah bisa membayangkan seperti apa rasanya berada di sebuah mobil dengan spek seperti ini. Transmisinya sendiri merupakan transmisi matic delapan kecepatan yang menyalurkan tenaga mesin pada keempat roda yang memang untuk lini X6 BMW hanya menyediakan semua tipe yang ada dengan sistem penggerak empat roda.

Harga BMW X6

Dan perlu dicatat bahwa BMW X6 xDrive35i yang juga adalah satu-satunya X6 yang beredar di Indonesia hanyalah versi termurah atau entry level di jajaran BMW X6. Bayangkan saja jika versi termurahnya saja sudah segarang ini seperti apa rasanya berada di balik kemudi tipe yang lebih mahal apa lagi X6 M50d yang sayangnya hingga saat ini saya masih belum berkesempatan untuk menjajalnya.

Meski performa mesinnya di atas kertas begitu menjanjikan namun transmisi matic enam percepatannya saat diposisikan ke mode Normal sendiri tak menunjukkan karakter asli dari mesin BMW X6 xDrive35i. Namun begitu berpindah ke mode Sport barulah karakter asli dari mesin X6 ini terasa luar biasa dan seolah tak mudah ditaklukkan ketika baru pertama kali berada di balik kemudinya. Meski menggunakan mesin Turbo namun gejala yang umum disebut sebagai turbo lag nyaris takkan Anda temukan ketika menginjak pedal gas, mesin terasa responsif dan langsung menjawab perintah pengemudi.

Akselerasi 0-100 km/jam sendiri bisa ditempuh oleh SUV BMW ini dalam waktu 6,3 detik, sementara jika kondisi jalanan memang memungkinkan Anda bisa meraih top speed 230 km/jam tanpa kesulitan dengan BMW X6.

Handling dan Interior BMW X6 xDrive35i

Dalam kondisi normal dalam arti tanpa modifikasi apapun handling BMW X6 xDrive35i sudah lebih dari cukup untuk sebagian besar pengemudi. Namun X6 yang saya kendarai sudah di upgrade dengan paket performa dari BMW yang meliputi upgrade suspensi, velg 20 inch berikut run-flat performance tyres yang sayangnya cukup berisik ketika dipacu pada kecepatan tinggi.
Selain itu di bagian interior juga dipercantik dengan nuansa serat karbon, sport seats serta desain lingkar kemudi yang lebih sporty ketimbang bawaannya.

Untuk ukuran sebuah mobil SUV BMW X6 minim gejala limbung yang umum dijumpai pada mobil-mobil berpostur jangkung, namun mengingat dimensinya yang memang cukup bongsor maka Anda tak bisa mengharapkan stabilitas layaknya sedan sport BMW meski sekilas desain X6 menyerupai sedan sport bertubuh super bongsor.

Untuk kabinnya sendiri ada banyak kemiripan dan bahkan menurut saya terlalu banyak kemiripan antara BMW X6 dengan X5. Memang X6 dibangun dengan platform BMW X5 namun untuk harga BMW X6 yang jauh lebih mahal ketimbang X5 saya rasa sewajarnya BMW memberikan desain interior yang lebih baik. Sekedar pembanding saja harga BMW X5 versi termurah saat ini dibuka di angka Rp 1.2 M sementara harga BMW X6 versi termurah sebagaimana sudah disebut sebelumnya tak kurang dari Rp 1.8 M. Bahkan di tipe yang lebih mahal yaitu BMW X6 xDrive50i meski baru sempat menengok kabinnya saja saya melihat kondisi interior yang juga masih kental kemiripannya dengan X5.

Harga BMW X6

Harga BMW X6

Di luar kesamaan dengan BMW X5 tersebut pada dasarnya tak ada kritikan yang perlu diberikan untuk kualitas kabin BMW X6, iDrive-nya sendiri memang tak sebaik yang dipasang pada BMW Series 7 namun untuk bisa dipahami mengingat harga dan segmennya yang memang berbeda.

Bagi penggemar audio mungkin kualitas audio yang dihasilkan oleh perangkat standar yang ditawarkan oleh BMW X6 jauh dari memuaskan. Namun bagi saya yang hanya menggunakan perangkat ini sekedar menikmati lagu di perjalanan dan bahkan seringkali sama sekali tidak mengaktifkannya rasanya kondisi ini tak menjadi soal. Sejujurnya saya sering heran dengan pengemudi yang memasang perangkat audio dengan suara yang bahkan terdengar dari luar mobil. Untuk siapa sebenarnya musik itu diputar? Toh selera musik tiap orang berbeda, jadi acapkali suara tersebut malah memberikan gangguan bagi orang di sekitarnya ketimbang memberi manfaat.

Penilaian Untuk BMW X6 xDrive35i

Tak bisa dipungkiri bahwa hingga kini BMW X6 masih sarat kontroversi terutama jika melihat desainnya. Namun harus pula diakui bahwa pabrikan asal Jerman tersebut cukup sukses memadukan dua hal yang selama ini dianggap bertolak belakang yaitu SUV dan mobil sport. Bagi kepala keluarga yang masih belum rela melepaskan diri dari mobil sport rasanya BMW X6 merupakan jawaban yang tepat, pada satu sisi mobil ini mampu berfungsi layaknya sebuah SUV namun pada sisi lain masih menunjukkan karakter sport meski tak seperti yang ditawarkan oleh sport sedan tulen.
Read More
// //

Menilik Jejak Kompak SUV Mewah BMW X1 di Indonesia

BMW X1 mengokohkan dirinya sebagai pelopor luxury crossover setelah pada pertengahan tahun ini produsen otomotif Jerman itu memutuskan untuk melakukan facelift dan penyempurnaan terhadap mobil terbarunya itu. Kompetisi di segmen ini yang makin panas merupakan salah satu alasan BMW memilih langkah itu. Sebagaimana diketahui bersama bahwa selain BMW X1 masih ada Audi Q3, Range Rover Evoque dan Mercedes GLK yang juga bermain di kelas yang sama dan masing-masing menawarkan keunggulannya sendiri-sendiri.

Untuk penyempurnaan BMW X1 terbaru pada pertengahan tahun ini BMW melakukan upgrade terhadap dua varian yang ada masing-masing bermesin Diesel dan bensin yang tersedia dalam opsi berpenggerak roda belakang dan berpenggerak empat roda atau dalam istilah BMW yaitu sDrive dan xDrive. BMW X1 di Indonesia sendiri hingga kini hanya tersedia dalam opsi yaitu sDrive alias berpenggerak roda belakang. Sementara untuk harga BMW X1 di Indonesia dibuka dengan varian sDrive18i Business di kisaran Rp 500 juta-an kemudian diikuti oleh sDrive18i xLine dan sDrive20d Sport.

BMW X1 Indonesia

Penyempurnaan pada BMW X1

Ketika pertama kali BMW memutuskan untuk memproduksi mobil SUV banyak para pecinta BMW yang tidak rela alasannya sama seperti kala Porsche memproduksi Cayenne, para penggemar tak rela jika citra merek BMW yang identik dengan mobil sport menjadi luntur karena keputusannya untuk memproduksi mobil di luar kategori sport.

Perusahaan asal Jerman itu sendiri baru mulai mempertimbangkan memproduksi mobil SUV dengan mereknya sendiri setelah mengakuisisi Rover pada tahun 1994, meski pada akhirnya kepemilikan atas Rover kemudian dilepaskan oleh BMW. Pembelian Rover secara bisnis memang merupakan kegagalan bagi BMW namun tidak demikian halnya dalam hal transfer teknologi, sebab lewat pembelajaran itulah BMW menjadi percaya diri terjun di kategori SUV dengan Series X yang salah satunya adalah BMW X1.

BMW X1 sendiri hingga saat ini masih merupakan mobil terbaik di kelasnya terutama dalam hal handling. Meski soal tampilan sekilas tampak kalah keren jika dibanding Evoque namun mobil berlabel Range Rover yang lebih akrab dengan kaum hawa tersebut hingga kini masih belum mampu menyamai performa X1 terutama dalam hal handling.

Harga BMW X1 Indonesia

Untuk tahun ini facelift yang diusung oleh BMW X1 meliputi sektor interior dan eksterior. Di bagian interior BMW X1 menawarkan kabin dengan dominasi warna hitam glossy. Sementara konsol bagian tengah selain mengalami perubahan desain juga sekaligus menjadi pemanis berkat kombinasi warna krom yang berpadu apik dengan warna hitam di sekelilingnya.

Sementara itu untuk lini sDrive masih tetap mempertahankan dominasi warna beige dan sedikit glossy black di beberapa bagian.

Duduk di belakang kemudi seketika Anda akan menyadari bahwa jok nya kini terasa lebih ergonomis dan suportif ketimbang versi sebelumnya. Bukan hanya itu busa di dalam jok pun tampaknya juga dipertebal sehingga terasa lebih nyaman. Untuk perjalanan jauh BMW X1 terbaru jelas memberikan kenyamanan lebih baik bagi pengemudi maupun penumpang.

Sejujurnya mengemudikan BMW X1 lebih terasa seperti mengemudikan sebuah MPV ketimbang SUV karena terasa lapang, namun posisi dudukan yang tinggi dan pandangan yang luas ala SUV tidak lantas hilang dari balik kemudi BMW X1.

Beberapa fitur yang kini menjadi standar pada BMW X1 antara lain adalah park distance control, climate control air-con, cruise control with braking system, heated exterior mirrors, LED tail-lights auto headlights, rain-sensing wipers, five-speaker audio system with CD, USB interface, Bluetooth, aux-in connection dan two-line display

Sementara itu fitur seperti iDrive controller, layar dengan resolusi tinggi, sistem audio keluaran Harman Kardon, sistem navigasi satelit dan sunroof dijual sebagai aksesoris opsional.

BMW X1 Indonesia

Performa BMW X1 di Jalanan

Di bawah kap mesin BMW X1 sDrive20d tersimpan mesin berkapasitas 2.0 liter empat silinder yang juga digunakan oleh BMW X3 20d maupun BMW 320d yang adalah pelopor sedan diesel mewah di Indonesia.
Mesin empat silinder ini menghasilkan tenaga maksimal 187 PS pada 4000 rpm dengan torsi maksimal 380 Nm pada rentang 1750-2750 rpm. Mesin ini mampu melesatkan BMW X1 dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,9 detik. Sementara berkat penyempurnaan efisiensi mesin maka konsumsi BBM BMW X1 sDrive20d kini mampu menorehkan angka 17,05 km/liter. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah SUV di kelas ini, angka tersebut dicapai salah satunya berkat transmisi matic delapan percepatan yang menjadi andalan hampir semua mobil BMW terbaru.

Namun bagi pengemudi BMW X1 perubahan paling bisa dirasakan adalah pada lingkar kemudi yang kini terasa jauh lebih ringan ketimbang versi sebelumnya. Lingkar kemudi yang berat selama ini terasa menjadi sebuah kelemahan BMW X1 yang merusak kesempurnaan mobil tersebut. Beruntung BMW cukup menyadari kelemahan itu. Selain itu suspensinya juga disetting ulang agar tak terlalu keras dan mengorbankan kenyamanan sehari-hari.
Perbaikan kinerja lingkar kemudi dan suspensi itu juga berarti bahwa crossover buatan BMW itu kini lebih sesuai digunakan sebagai kendaraan harian di dalam kota. Meski suspensinya disetting lebih lunak namun tidak mengorbankan stabilitas secara signifikan kecuali jika pengemudinya memaksa BMW X1 hingga melewati batas wajar.

Secara umum semua penyempurnaan yang dilakukan oleh BMW merupakan jawaban atas kritikan yang selama ini ditujukan oleh para pengguna terhadap performa BMW X1. Jadi bisa dibilang bahwa BMW X1 terbaru ini kini semakin mendekati tingkat sempurna terutama di mata pengemudi.
Read More
// //

Facelift Minor untuk BMW X1 Terbaru

BMW X1 bisa dibilang sebagai pionir yang sekaligus meraih kesuksesan di kelasnya. Melihat kesuksesan itu bahkan sang kompetitor Audi baru-baru ini menyatakan niatnya untuk merilis Audi Q1 yang bakal bertarung dengan X1 di segmen tersebut. Namun kesuksesan tersebut tak membuat BMW merasa tenang, nyatanya baru-baru ini pabrikan Bavaria itu mengumumkan versi facelift untuk SUV BMW X1 terbaru.

Tidak banyak perubahan yang dilakukan di bagian eksterior BMW X1 selain memperkuat karakternya dengan sedikit mengubah desain di beberapa bagian. Desain baru air intake berukuran besar di bagian depan merupakan salah satu perubahan paling kentara pada ekterior BMW X1 2014. Pihak pabrikan juga memperkenalkan velg 17 inch dengan desain baru yang akan menjadi standar bagi tipe-tipe tertentu. Tipe seperti xDrive dan M adalah dua tipe yang paling banyak mendapatkan facelift dibanding tipe sDrive. LED Running Day Light sendiri rencananya bakal menjadi standar untuk semua tipe BMW X1 terbaru.

Saat ini harga BMW X1 di Indonesia dibuka dengan tipe sDive 18i Business di kisaran Rp 500 jutaan. Kira-kira berapakah harga BMW X1 terbaru ketika masuk Indonesia nanti?

BMW X1

BMW X1

BMW X1

BMW X1
Read More