Showing posts with label MPV. Show all posts
Showing posts with label MPV. Show all posts
// //

Pilih Toyota Avanza Veloz atau Honda Mobilio RS?

Membandingkan Honda Mobilio vs. Toyota Avanza dari beberapa aspek teknis maupun non teknis menjadi dilema bagi kebanyakan calon konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli LMPV utamanya untuk keperluan non komersial.

Low MPV memang masih menjadi pilihan paling ideal bagi konsumen otomotif di Indonesia sampai saat ini. Akomodasi yang relatif lega berikut harga serta biaya operasional terjangkau adalah tiga alasan utamanya. Sekalipun Suzuki Ertiga masih memimpin dari sisi kenyamanan namun pertarungan sengit justru terjadi antara Toyota Avanza Veloz vs. Honda Mobilio RS.

Popularitas serta pertarungan sengit antara Toyota Avanza vs. Honda Mobilio sebenarnya tak hanya terjadi di Indonesia saja. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kedua LMPV tersebut dipasarkan di beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara, Afrika dan bahkan Timur Tengah. Baik Avanza maupun Mobilio sering dideskripsikan sebagai Asian Utility Vehicles (AUV) untuk menunjukkan bahwa masing-masing secara khusus dirancang untuk memenuhi selera konsumen di kawasan tersebut.

Walau demikian masing-masing tentu memiliki karakter, kelebihan serta kekurangan yang tidak sama. Jika harus memilih antara Toyota Avanza Veloz atau Honda Mobilio RS, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda?

Pilih Toyota Avanza Veloz atau Honda Mobilio RS?

Read More
// //

Penjualan Honda Mobilio Kalahkan Suzuki Ertiga

PT. Honda Prospect Motor meraih berhasil menorehkan prestasi gemilang lewat penjualan Honda Mobilio yang mencapai angka 67.000 unit. Angka tersebut tercatat sejak penjualan perdana Low MPV buatan Honda itu yang dimulai sejak bulan Januari tahun ini. Lewat torehan penjualan fantastis itu Honda Mobilio berhasil menyingkirkan Suzuki Ertiga dan membuntuti Toyota Avanza yang masih bertahan di posisi teratas.

Honda Mobilio dirilis pertama kali di Indonesia untuk bersaing dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga yang sudah cukup mapan. Bahkan di luar ketiga mobil tersebut masih ada pula Chevrolet Spin yang meski catatan penjualannya tidak istimewa namun memiliki segmen konsumen loyal tersendiri. Lewat desain yang sedikit berbeda dengan MPV pada umumnya dan nama besar Honda ternyata hanya dalam waktu beberapa bulan Suzuki Ertiga yang sebelumnya disebut sebagai “the rising star” tersingkir oleh Honda Mobilio.

Toyota Avanza sendiri sebagai pionir sekaligus market leader di kategori Low MPV masih kokoh memimpin penjualan tertinggi sampai saat ini. Meski demikian bukan berarti kehadiran Honda Mobilio tidak mengancam posisinya. Tercatat bahwa hingga sejak akhir bulan September kemarin pangsa pasar Toyota Avanza tergerus dari semula 50% menjadi 48.7%.

Penjualan Honda Mobilio

Direktur Pemasan PT. Suzuki Indomobil Sales yang bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan Suzuki Ertiga di Indonesia menyebut bahwa pangsa pasar Low MPV di Indonesia sebenarnya tidak cukup besar. Sementara lebih dari 50% nya sendiri sudah dikuasai oleh group Astra lewat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

Melihat tingkat kompetisi yang makin memanas group Astra baik Toyota maupun Daihatsu sama-sama menawarkan diskon besar-besaran untuk Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Diskon untuk kedua mobil tersebut bahkan lebih dari 10% dari harga semula dan berarti pula meningkat 50% jika dibanding diskon untuk kedua mobil tersebut pada tahun lalu. Faktor inilah yang menurutnya berperan besar mempertahankan kepemimpinan penjualan Toyota Avanza sekaligus mengubah peta persaingan di segmen Low MPV.

Kondisi ini diamini oleh salah satu dealer Toyota yang mengaku bahwa diskon Toyota Avana tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Namun menurutnya hal tersebut wajar, dimana dalam sebuah pasar begitu kompetisi makin ketat maka yang terjadi selanjutnya adalah perang harga.

Sebaliknya dari kubu Daihatsu, salah satu eksekutif senior Daihatsu di Osaka bahkan menyebut bahwa minat terhadap Daihatsu Xenia sudah menurun drastis. Jika tahun depan PT. Suzuki Indomobil Sales berencana memasukkan Suzuki Alto K10 ke Indonesia maka dia yakin bahwa tamat sudah riwayat Daihatsu Xenia di Indonesia yang notabene adalah satu-satunya pasar Xenia.

Seorang analis pasar terkemuka di Tokyo menilai bahwa meski masih menikmati posisi sebagai pemimpin pasar di segmen Low MPV Indonesia namun baik Toyota maupun Daihatsu harus berbenah diri. Pembenahan itu dilakukan dengan melansir model baru yang lebih atraktif dibanding Honda dan Suzuki namun dengan harga yang tetap kompetitif.

Strategi bertahan dengan Avanza dan Xenia di Indonesia menurutnya bukan langkah cerdas, dalam waktu kurang dari lima tahun kedepan pangsa pasar keduanya bakal makin tergerus. Padahal saat ini penjualan Daihatsu di Indonesia menyumbang 17% dari total penjualan Daihatsu di seluruh dunia. Dan penjualan terbesar dari 17% tersebut sebagian besar disumbang oleh Daihatsu Xenia

Sebaliknya dari pihak Honda Prospect Motor tampak sekali bahwa kepercayaan diri mereka makin tinggi. Meski tak menyebut mengenai strategi khusus di segmen Low MPV namun direktur pemasaran PT. HPM, Jonfis Fandy menyebut bahwa Honda akan menambah jumlah dealer antara 50% hingga 150% dari jumlah yang ada saat ini dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Persaingan tahun-tahun mendatang tampaknya akan makin panas setelah Mitsubishi mengungkapkan niatnya untuk menurunkan produk di segmen Low MPV di sela-sela peluncuran Mitsubishi Delica beberapa waktu lalu.

Via: themalaymailonline.com
Read More
// //

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio hampir pasti dilakukan oleh siapapun yang hendak membeli Low MPV untuk keperluan non niaga. Keduanya sama-sama hadir dengan desain dan akomodasi yang pas untuk keluarga muda. Meski demikian masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio sebenarnya juga bukan sebuah perkara gampang karena harus melihat preferensi calon pembeli. Meski keduanya bermain di segmen yang sama dengan harga yang tak terlalu jauh berbeda pula namun karakteristik masing-masing dalam beberapa hal sangat bertolak belakang. Preferensi yang berbeda dari masing-masing konsumen itulah menjadikan perbandingan Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio tidak bisa dibuat dengan sederhana.

Suzuki Ertiga bagaimanapun masih layak diposisikan sebagai benchmark Low MPV di tanah air dengan catatan peruntukannya adalah sebagai mobil keluarga pengangkut penumpang. Di lain pihak Honda dengan berani mengusung desain yang tidak biasa untuk sebuah MPV dan dalam waktu singkat memikat hati calon konsumen berkat citra merek Honda itu sendiri. Untuk saat ini rasa-rasanya kedua mobil ini layak difavoritkan di kelasnya dibanding beberapa kompetitor lain.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio

Read More
// //

Kiprah Chevrolet Orlando di Indonesia

Chevrolet Orlando di Indonesia hadir meramaikan bursa otomotif tanah air semenjak kurang lebih dua tahun lalu. Dengan positioning yang unik yaitu menggabungkan antara konsep 7-seater MPV sekaligus crossover mobil besutan Chevrolet ini awalnya sempat diragukan. Pasalnya dengan harga yang dibanderol cukup tinggi mesin yang ditawarkan memiliki kapasitas tak sampai 2.0 liter.

Chevrolet Orlando di Indonesia hanya menyediakan satu opsi mesin yaitu empat silinder 1.8 liter dengan transmisi matic enam kecepatan yang menjadikan Orlando sebagai satu-satunya MOV di Indonesia dengan transmisi matic enam kecepatan.. Desainnya yang unik membuat mobil ini sering dilirik oleh mereka yang membutuhkan MPV 7-seater namun sekaligus ingin tampil beda. Desain berkesan tangguh ala Chevrolet dan lebih menyerupai SUV ketimbang MPV seketika membedakan MPV 7 seater lain dengan Chevrolet Orlando di Indonesia.

Chevrolet Orlando Indonesia Review

Meski konsep dan desainnya tampak unik jika dibanding mobil lain sekelasnya namun dibalik itu sebenarnya lebih banyak pendekatan konvensional yang diambil oleh pihak pabrikan. Tengok saja misalnya sistem penggerak roda depan yang juga diadopsi oleh MPV lain di kelas ini. Sebenarnya Chevrolet Orlando Diesel menjadi opsi yang lebih layak dipertimbangkan oleh calon konsumen namun sayangnya hingga kini belum ada tanda-tanda bakal dihadirkan di Indonesia.

Di sektor interior Chevrolet Orlando lagi-lagi memiliki keunikan dibanding MPV lain seperti posisi duduk yang lebih rendah namun diimbangi desain yang tetap mampu memberikan pandangan luas bagi pengemudinya. Beberapa fitur yang ada di balik kabin Orlanda antara lain adalah climate electric, tilt telescopic steering serta MID pada instrumen speedometer.

Interior Chevrolet Orlando

Soal standar keselamatan sebagaimana umumnya mobil-mobil keluaran Chevrolet maka empat buah airbag, dengan sistem rem cakram plus ABS dan EBD. Begitu pula power steering elektrik, electronic stability program dan traction control. Serta side impact protection beam dan spion lipat otomatis semuanya sudah menjadi bagian dari Chevrolet Orlando yang dipasarkan di Indonesia.

Di sektor keselamatan Chevrolet Orlando layak mendapatkan lima bintang, hanya saja airbags yang tidak ditempatkan untuk semua penumpang menjadi salah satu poin minus meski faktanya mayoritas kompetitornya di Indonesia juga demikian atau bahkan lebih buruk.

Memang dashboard-nya didominasi oleh material plastik yang secara estetika merupakan nilai minus. Namun setidaknya soal kualitas dan durabilitas tak ada yang perlu dikritisi di sini

Seperti sudah disebut bahwa posisi duduk terasa lebih rendah dibanding umumnya MPV namun selain desain yang memberikan pandangan luas untuk pengemudi juga baik lingkar kemudi maupun jok pengemudi bisa diatur ketinggiannya.

Soal akomodasi penumpang depan dan baris kedua sama-sama dimanjakan dengan headroom dan legroom yang lega. Sedangkan pada bangku baris ketiga meski tak senyaman baris kedua namun masih terbilang layak untuk memuat dua penumpang dewasa berukuran normal, jauh lebih layak dibandingkan segmen Low MPV yang satu kelas di bawahnya.

Harga Chevrolet Orlando

Chevrolet Orlando Indonesia Interior

Di atas kertas mesin 1.8 liter yang menjadi dapur pacu Chevrolet Orlando memang tampak di bawah rata-rata, namun berkat teknologi Ecotec faktanya mesin dengan konfigurasi empat silinder ini sanggup memuntahkan daya maksimum 141 dk dan torsi maksimum 176 Nm. Sementara market leader di kelas ini yaitu Toyota Innova yang dibekali mesin 2.0 liter “hanya” sanggup menghasilkan daya maksimum 136 dk. Output mesin MPV keluaran Chevrolet ini berada di antara Toyota Innova dan Nissan Serena.

Spesifikasi Chevrolet Orlando

Engines and Transmission LT 1.8 AT
Transmission 6 Speed Automatic
Fuel Injection System Multi Point Fuel Injection System
Suspension McPherson Strut – Front /Compound Crank – Rear
Torque 176 Nm/3800 rpm
Valves 4 Valves Per Cylinder
Drive Axle Front Wheel Drive (FWD)
Steering Electric Power Steering (EPS)
Camshaft Layout Double overhead camshaft
Brakes Brakes – Disk Brakes Front, Ventilated & Rear
Power Output 6200 rpm/141 ps
Fuel Type Petrol
Cylinder Configuration 4 cylinders in-line
Stroke (mm) 88.2
Displacement (cc) (ccm) 1796
Compression Ratio (Ratio) 10.5
Bore (mm) 80.5
Fuel Consumption LT 1.8 AT
Emission class Emission class Euro V
CO2 Emission (g/km) 184
Dimensions LT 1.8 AT
Seating Capacity Seats – 7
Shoulder Room Rear (mm) 1419
Legroom Rear (mm) 917
Headroom Rear (mm) 983
Legroom Front (mm) 1034
Shoulder Room Front (mm) 1450
Track Front (mm) 1584
Fuel Tank Capacity (l) 64
Min. Turning Radius (m) 11.3
Max. Allowable Weight (kg) 2179
Width Incl. Mirrors (mm) 1836
Length (mm) 4652
Kerb Weight (kg) 1539
Towing Capacity (Braked) (kg) 1100
Load Space Seats Folded (l) 466
Towing Capacity (Unbraked) (kg) 750
Track Rear (mm) 1588
Load Space Seats Up to Window Line (l) 101
Roof Load (kg) 100
Height With Roof Rails (mm) 1633
Wheelbase (mm) 2760

Soal kualitas riding dan handling pada satu sisi Chevrolet Orlando memiliki stabilitas dan body control yang jauh di atas rival-rivalnya di kelas ini. Kemampuannya untuk mengatasi permukaan jalan yang kurang baik pun menjadi salah satu keunggulan Chevrolet Orlando atas kompetitor. Bobot setirnya pada satu sisi menjadikan pengemudi merasa percaya diri saat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun pada sisi lain terasa lebih berat dibanding kompetitor saat hendak memarkirkannya. Kelemahan Chevrolet Orlando sebagaimana sudah bisa ditebak dari keunggulannya yaitu bantingannya terbilang keras untuk ukuran sebuah MPV yang sangat identik dengan mobil keluarga.

Chevrolet Orlando Indonesia Spesifikasi

Singkatnya Chevrolet Orlando sudah memiliki semua aspek serta kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuatnya berbeda dengan para kompetitor sekaligus memenuhi ekspektasi konsumen di kelas tersebut. Mobil ini layak dipilih sebagai alternatif bagi mereka yang menghendaki sebuah mobil keluarga tujuh penumpang dengan kenyamanan rata-rata dan pada sisi lain tetap tidak mengorbankan performa serta penampilan.

Saat ini harga Chevrolet Orlando di Indonesia menurut situs resmi Chevrolet Indonesia dibanderol Rp 295 juta.
Read More
// //

Nissan All New Grand Livina HWS Autech Sang “Pembunuh” Toyota Innova

Nissan All New Grand Livina HWS Autech dirilis beberapa bulan lalu oleh PT. Nissan Motor Indonesia sebagai penghuni kasta tertinggi di jajaran MPV Nissan itu. Tujuannya tak lain adalah untuk mempertahankan pangsa pasar dari serangan kompetitor yang makin ketat belakangan ini. Lewat tampilan yang lebih mewah mampukah Nissan All New Grand Livina HWS Autech bertahan dari gempuran Honda Mobilio RS?

Nissan All New Grand Livina HWS Autech sendiri tak membawa perubahan apapun di sektor spesifikasi teknis. Dapur pacu yang digunakan masih sama persis seperti tipe Nissan All New Grand Livina yang lain, demikian pula output dan transmisinya. Pendekatan serupa sebenarnya juga dilakukan oleh Honda Mobilio RS, Toyota Avanza Velos Luxury dan Chevrolet Spin Active jadi bukan hanya Nissan All New Grand Livina HWS Autech.

Nissan All New Grand Livina HWS Autech Review Indonesia

Bagian paling menonjol dari varian tertinggi Nissan Grand Livina terbaru ini terlihat pada desain grill ala Autech serta rumah fog lamp berukuran lebih besar. Kombinasi keduanya menjadikan sisi depan MPV andalan Nissan ini tampak lebih elegan dan sporti dibanding tipe standar. Kesan itu makin kental berkat penggunaan velg 16 inch dengan desain yang juga berbeda dari tipe lain.

Bagian lain pun sebenarnya juga mengalami ubahan seperti pada rear bumper finisher, rear spoiler dan side skirt yang tampak lebih minimalis jika dibanding Nissan All New Grand Livina HWS biasa. Sisi terbaik dari Nissan All New Grand Livina justru ketika dilihat dari belakang.

Nissan All New Grand Livina HWS AutechSpesifikasi Harga

Kekurangan Nissan All New Grand Livina HWS Autech

Keunggulan Nissan All New Grand Livina HWS Autech

Pada bagian buritan itu jugalah terdapat kamera mundur yang sama sekali tidak tersembunyi karena diletakkan bersebelahan dengan handle pintu.

Masuk ke dalam kabin seketika ditemukan banyak kemiripan dengan Nissan All New Grand Livina tipe lain kecuali warna gelap yang mendominasi interior Nissan All New Grand Livina HWS Autech mirip kabin Nissan All New Grand Livina X-Gear. Lapisan kulit pada lingkar kemudi maupun jok memunculkan aura mewah yang membuatnya makin tampak lebih berkelas jika dibanding LMPV lainnya. Bukan hanya itu audio steering switch control terbalut kulit dan lampu yang menyala bersamaan dengan headlamp menjadi ciri khas Nissan All New Grand Livina HWS Autech selain wooden panel pada cluster bagian tengah maupun door trim.

Di sektor interior Nissan All New Grand Livina memang masih yang terbaik di kelasnya, bahkan kualitas di dalam kabin ini membuatnya seolah-olah Grand Livina berada satu kelas lebih tinggi dibanding Honda Mobilio, Chevrolet Spin, Suzuki Ertiga lebih-lebih duo All New Avanza-All NewXenia dari Toyota & Daihatsu (Astra)

Sementara itu perangkat hiburan masih sama persis dengan tipe non Autech demikian pula dengan keberadaan monitor untuk penumpang belakang yang pasti bakal diapresiasi oleh penumpang namun menghalangi pandangan pengemudi untuk memantau kondisi di belakang. Secara keseluruhan kualitas interior Nissan All New Grand Livina HWS Autech merupakan pukulan telak bagi rival terberatnya Honda Mobilio RS yang lemah di sektor ini.

Namun yang perlu dipahami pula bahwa Nissan menganut strategi sedikit model banyak tipe. Karena itu tidak adil rasanya menggolongkan semua tipe Nissan All New Grand Livina sebagai LMPV. Tipe-tipe terendah seperti Nissan All New Grand SV dan XV mungkin masih pantas dibandingkan dengan LMPV. Namun untuk Nissan All New Grand HWS dan HWS Autech rasanya lebih adil dikategorikan dalam medium MPV. Dan memang untuk kedua tipe tertinggi ini pihak pabrikan sendiri memosisikan produknya sebagai Toyota Innova killer. Bagaimana dengan Honda Mobilio RS? Sedikit sudah menjawabnya karena dalam beberapa hal tampak lebih tinggi kelasnya dibanding LMPV namun belum cukup menjadikannya masuk dalam jajaran medium MPV. Mungkin Honda memang sengaja menyelipkan Mobilio RS diantara kedua kelas tersebut.

Kembali ke Nissan All New Grand Livina HWS Autech, selain perbedaan-perbedaan di sektor interior dan eksterior yang sudah disebut di atas tak ada lagi yang membedakannya dengan tipe HWS non Autech. Jadi jika Anda bertanya kemana selisih uang Rp 15 juta yang Anda bayarkan untuk menebus All New Grand Livina hasil besutan Autech tengok lah pada bagian-bagian yang sudah disebut tadi.

Interior Nissan All New Grand Livina HWS Autech

Mesin 1.5 liter bertransmisi CVT sebagaimana sudah disinggun di awal sama sekali tak tersentuh oleh aura Autech. Karakter dapur pacu Nissan Grand Livina yang halus namun sedikit lambat dalam berakselerasi masih mewarnai varian terbaru keluarga Grand Livina ini. Di sektor performa mesin bahkan Nissan All New Grand Livina HWS Autech pun belum mampu menekuk kedigdayaan Honda Mobilio yang galak dalam berakselerasi.

Bahkan harapan bahwa varian tertinggi Nissan All New Grand Livina ini bakal mengusung mesin 1.8 liter seperti yang digunakan oleh Nissan All New Grand Livina X 1.8 X-Gear pun tinggal angan-angan.

Harga Nissan All New Grand Livina HWS Autech sendiri saat ini dibanderol Rp 242 juta, mengingat positioning awal dari varian tertinggi keluarga Grand Livina ini adalah sebagai Innova killer maka rasa-rasanya harga tersebut sangat layak. Namun layakkah selisih sekitar Rp 15 juta dibandingkan Nissan All New Grand Livina HWS standar hanya untuk beberapa aksesoris tambahan tentu kembali pada persepsi masing-masing calon konsumen.
Read More
// //

Peugeot 5008 MPV Nyaman untuk Keluarga Indonesia

Harga Peugeot 5008 di Indonesia memang tidak bisa dianggap murah bagi sebagian besar keluarga Indonesia, pun demikian jumlah uang yang dibayarkan tersebut tampaknya cukup setimpal dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh MPV 7-Seater bermerek Eropa ini. Kategori MPV sendiri saat ini boleh disebut sebagai pasar paling gemuk sekaligus kompetitif di Indonesia maupun negara-negara tetangga, dan Peugeot 5008 adalah satu diantara para pemain kategori tersebut.

Di Indonesia Peugeot 5008 berhadapan dengan kompetitor utama yang juga berasal dari Eropa yaitu VW Touran. Sebagai mobil keluarga MPV besutan Peugeot ini memang memiliki beberapa keunggulan terutama di sektor kenyamanan, keamanan, akomodasi serta efisiensi BBM, namun jika bicara soal performa maupun harga tampaknya VW Touran lebih layak diunggulkan.

Jika dilihat dari tampilan eksteriornya Peugeot 5008 adalah salah satu large MPV yang paling sedap dipandang karena desainnya yang tidak monoton seperti sebagian besar kompetitor di kelas ini. Lebih-lebih pada veri facelift lampu depan (headlamps) MPV 7-Seater ini sudah dipercantik LED daytime running lights.
Sayangnya pada versi facelift ini desain bagian buritan yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai sisi terburuk dari Peugeot 5008 masih tetap dipertahankan.

Harga Peugeot 5008 di Indonesia

Peugeot 5008 di Indonesia

Sebagai mobil keluarga, yang mungkin dirasa mewah oleh sebagian besar calon konsumen di tanah air bagian terbaik dari Peugeot 5008 terletak di sektor interior. Fakta ini bukan saja menguntungkan bagi penumpang namun juga bagi pengemudi sebab pada akhirnya yang menjadi pemandangan utama selama dalam perjalanan bukanlah bagian eksterior melainkan interior. Karena itu kabin yang tidak membosankan menjadi nilai plus lain bagi MPV asal Perancis ini.

Desain bukan satu-satunya keunggulan di bagian interior, sebagai sebuah mobil keluarga faktor kenyamanan adalah hal mutlak bagi sebuah mobil. Jok yang sangat supportif ditambah desain pilar-pilar yang memberikan pandangan bebas menjadi nilai lebih lain pada Peugeot 5008.
Soal akomodasi 5008 juga adalah yang terbaik di kelasnya. Jok baris kedua dan ketiga bisa dilipat rata manakala ruang bagasi yang lebih lega dibutuhkan untuk mengangkut barang.

Interior Peugeot 5008

Spesifikasi Peugeot 5008

Untuk menggerakkan bodi bongsor MPV 7-Seater ini Peugeot memercayakan pada mesin EP6CDT berkapasitas 1.6 liter. Dapur pacu ini sanggup menghasilkan daya maksimum 156 hp dengan torsi 240 Nm yang berpadu dengan transmisi matic enam kecepatan. Mesin ini didaulat untuk menghela bodi Peugeot 5008 yang beratnya sekitar 1,5 ton.

Mesin Diesel 1.6 liter dengan torsi melimpah tersebut terbukti sanggup menghasilkan performa yang cukup baik mengingat bobot bodi yang dibebankan kepadanya tidaklah ringan. Bahkan untuk mendahului kendaraan lain pun tidak membuat pengemudinya merasa canggung atau ragu. Walau demikian akselerasinya tidak sebaik VW Touran yang meski kapasitas mesinnya hanya 1.3 liter namun sudah mengadopsi turbocharger dan supercharger sekaligus, belum lagi transmisi DSG 7 kecepatan milik VW terbukti lebih mampu menghantar daya mesin ke roda ketimbang transmisi matic Peugeot.

ETG atau Efficient Tronic Gearbox pada Peugeot 5008 memang adalah salah satu faktor kelemahan Peugeot 5008 yang berdampak pada performa mobil ini. Pada mode otomatis transmisi ini terasa sangat lambat dalam merespon dan menyalurkan tenaga. Beruntung keberadaan paddle shift bisa sedikit mengurangi rasa frustrasi pengemudi.

Peugeot 5008 di Indonesia

Nilai positifnya soal efisiensi bahan bakar lagi-lagi Peugeot 5008 sedikit lebih unggul ketimbang VW Touran. Konsumsi BBM Peugeot 5008 tercatat sekitar 17,8 km/liter.

Soal keselamatan rasanya rating 5/5 yang diberikan oleh NCAP bakal membuat calon pembeli merasa makin yakin bahwa Peugeot 5008 adalah pilihan terbaik sebagai mobil keluarga di kelasnya.

Memang popularitas Peugeot 5008 masih belum bisa menyamai VW Touran, demikian pula dengan performanya. Namun sebagai paket keseluruhan, MPV Peugeot ini mampu menawarkan hampir seluruh aspek yang dianggap penting bagi sebuah mobil keluarga yaitu kenyamanan, keamanan, akomodasi, efisiensi BBM dan tentu saja desain kabin yang mewah sekaligus sedap dipandang.
Read More
// //

Menilik Persaingan Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio di Segmen Diesel

Persaingan antara dua Low MPV terfavorit yaitu Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio memasuki babak baru setelah keduanya menghadirkan versi berbahan bakal solar alias mesin Diesel. Suzuki Ertiga Diesel di Indonesia diperkirakan bakal hadir pada akhir tahun ini, pihak pabrikan sudah sempat melakukan uji coba baru-baru ini. Sementara itu untuk kehadiran Honda Mobilio Diesel di Indonesia hingga kini masih sebatas wacana, namun bukan tidak mungkin kehadiran Ertiga Diesel bakal mengubah pendirian kompetitornya itu.

Dari segi tampilan eksterior tak banyak perbedaan antara Suzuk Ertiga Diesel dengan versi berbahan bakar bensin yang sudah beredar di Indonesia saat ini. Suzuki masih mempertahankan tampilan ala hatchback pada bagian depan dan tampilan ala van pada bagian buritan yang sejauh ini terbukti diterima dengan baik oleh konsumen.

Honda Mobilio Diesel pun tak jauh berbeda, tampilan depan ala Honda Brio serta desain pilar D yang unik pada Honda Mobilio yang sudah kita kenal sebelumnya masih tak berubah. Demikian pula desain bagian buritan yang menurut banyak orang adalah bagian terbaik dari tampilan eksterior Honda Mobilio secara menyeluruh.

Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Interior Suzuki Ertiga Diesel pun juga tak berubah dari saudaranya yang bermesin bensin. Kabin yang cukup lega serta finishing yang baik adalah keunggulan Suzuki Ertiga. Sayang akses ke bangku baris ketiga tidak semudah Honda Mobilio karena desainer Suzuki memutuskan untuk menggunakan bangku baris kedua model geser.

Di dalam kabin Suzuki Ertiga penumpang juga memperoleh kenyamanan yang lebih layak karena posisi dudukan yang tinggi, hasilnya kaki penumpang tidak terasa terlalu sesak atau menekuk. Sebaliknya, meski dimensi Honda Mobilio tak jauh berbeda dari Ertiga namun posisi dudukan yang lebih rendah membuat ruang kaki penumpang di bagian belakang terasa lebih sesak.

Desain serta kualitas jok Suzuki Ertiga juga jauh lebih nyaman serta suportif ketimbang Honda Mobilio. Meski keduanya tak dirancang untuk perjalanan jauh, namun jika dipaksa Suzuki Ertiga masih lebih nyaman ketimbang Honda Mobilio, setidaknya dari sudut pandang penumpang.

Seperti sudah banyak banyak disinggung dalam berbagai review bahwa finishing interior Honda Mobilio cukup mengecewakan, sama halnya dengan interior Honda All New Jazz 2014. Sebaliknya, meski menyasar pasar segmen bawah namun Suzuki tetap serius menggarap Suzuki Ertiga. Hasilnya, lagi-lagi Suzuki Ertiga unggul atas Honda Mobilio di sektor ini meski soal kapasitas ruang Mobilio tetap unggul atas Ertiga.

Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Perbandingan Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Untuk dapur pacu Suzuki Ertiga mengandalkan mesin Diesel berkapasitas 1.3 liter buatan Fiat yang sudah teruji sebelumnya oleh Suzuki SX4 Diesel. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan daya maksimum 90 PS pada putaran 4000 rpm dengan torsi maksimum 200 Nm pada 1750 rpm. Ditilik dari spesifikasinya dapur pacu Suzuki Ertiga Diesel tak berbeda dengan Chevrolet Spin.

Keunggulan mesin Diesel buatan Fiat ini adalah suaranya yang terbilang halus untuk ukuran sebuah mesin Diesel, bahkan sebuah media otomotif online di India menyebut bahwa mesin ini hanya berputar pada 2600 rpm manakala dipacu pada kecepatan 120 km/jam dengan gigi 5. Sayangnya, sama seperti umumnya mesin Turbo Diesel, gejala lag masih tetap terasa pada Suzuki Ertiga Diesel ini.

Mesin Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Di lain pihak Honda Mobilio dipersenjatai dengan dapur pacu yang lebih bertenaga. Kapasitasnya tercatat 1.5 liter dengan daya maksimum 98 PS dengan torsi yang sama seperti dapur pacu Suzuki Ertiga Diesel. Keunggulan mesin Honda Mobilio Diesel ini adalah torsi yang merata pada setiap putaran. Sedangkan kelemahan mesin Honda Mobilio Diesel adalah pada suara mesin yang lebih berisik dibanding Suzuki Ertiga, meski masih dalam batas yang bisa ditolerir.

Pilih mana Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Sedangkan kualitas riding Suzuki Ertiga tampak sekali lebih ditujukan untuk kenyamanan penumpang, akselerasinya terasa halus hingga penumpang tak bakal merasa terganggu. Gejala limbung alias body roll pada Ertiga lebih banyak diketemukan ketimbang pada Honda Mobilio. Walau demikian masih dalam batas terkendali dan tak bakal mengurangi rasa percaya diri pengemudi saat memacunya dalam kecepatan tinggi.

Suspensi Honda Mobilio terasa lebih menguntungkan bagi pengemudi jika dibanding Suzuki Ertiga. Stabilitasnya terasa nyaris sempurna untuk ukuran sebuah mobil MPV, di sinilah keunggulan Honda Mobilio tampak superior dibanding Suzuki Ertiga.

Diantara keduanya memang tampilan eksterior Suzuki Ertiga tak sebaik Honda Mobilio, namun begitu masuk ke dalam kabin Anda akan segera menyadari bahwa kualitas yang ditawarkan sama sekali tak mencerminkan murahan sebagaimana harganya. Finishing serta desain interior yang baik, ditambah ruang yang cukup lega bagi pengemudi maupun penumpang dengan ukuran tubuh rata-rata orang Indonesia merupakan keunggulan Suzuki Ertiga yang hingga kini masih sulit ditemukan pembandingnya di kelas ini.
Walau dapur pacu serta stabilitasnya tak sebaik Honda Mobilio namun untuk sebuah mobil keluarga kondisi tersebut rasanya tak bakal mengganggu.

Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Honda Mobilio di lain pihak menawarkan kabin yang lega, mesin yang lebih bertenaga serta stabilitas lebih baik. Namun finishing interior yang terkesan asal-asalan membuat pengemudi dan penumpang segera menyadari bahwa mereka sedang berada dalam kabin sebuah mobil murah.

Seperti biasanya pilihan akhir tentu ada di tangan konsumen sesuai selera, kebutuhan serta preferensi masing-masing.
Read More
// //

Review Varian Termahal Toyota New Kijang Innova V

Kurang lebih sembilan tahun yang lalu Toyota membuat gebrakan di kategori MPV dengan melahirkan Toyota Innova yang oleh pihak pabrikan didaulat sebagai penerus kesuksesan Toyota Kijang yang sudah sedemikian populer dan akrab di kalangan konsumen Indonesia. Meski kala itu langkah Toyota dianggap sebagai gebrakan namun setelah tahun demi tahun berlalu bursa otomotif banyak mengalami perubahan.

Salah satu momen yang dianggap paling krusial mengubah peta persaingan MPV tanah air adalah keputusan Nissan untuk merilis Nissan Grand Livina. Memang dari segi spesifikasi Nissan Grand Livina masih di bawah Toyota Innova, namun terbukti langkah Nissan mampu menggoyang pasar yang sebelumnya dikuasai sendiri oleh MPV andalan Toyota tersebut. Tak hanya sampai di situ, belakangan munculnya MPV murah yang lebih dikenal sebagai LMPV juga turut menjadikan kategori MPV semakin tersegmentasi.

Untuk mempertegas posisinya maka Toyota kemudian merilis varian tertinggi yaitu Toyota New Kijang Innova V yang seolah ingin membedakan kelas Toyota Innova dibanding MPV lainnya. Berbeda dengan Toyota New Innova J, E dan G yang lebih merupakan mobil rakyat, Innova V menyasar segmen konsumen yang lebih tinggi. Kijang Innova V hadir dengan kesan MPV mewah meski tentu tak semewah segmen di atasnya seperti Toyota Alphard, Mazda Biante atau Nissan Elgrand.

Toyota New Kijang Innova V

Review Toyota New Kijang Innova V

Meski diposisikan sebagai varian termahal namun dari penampakkan luarnya tak banyak perbedaan berarti antara Toyota New Kijang Innova V dengan tipe yang lebih murah selain desain grill depan lebih lebar serta logo “V” di bagian belakang. Dengan perbedaan yang sangat minim di bagian eksterior dibanding tipe J, E atau G sekilas terasa tak masuk akal jika Toyota ingin menyasar segmen konsumen yang lebih berduit. Sebab bukan rahasia jika segmen berduit tebal memiliki kecenderungan untuk tampil beda.

Desain grill depan yang lebar sendiri menimbulkan pro dan kontra ketika pertama kali dirilis, beberapa memberikan pujian sementara sisanya mencemooh. Namun setelah beberapa saat konsumen mulai merasa terbiasa dengan penampilan “nyleneh” grill depan Toyota Innova tersebut. Terlepas dari pro dan kontra mengenai desainnya, harus tetap diakui bahwa desain grill lebar tersebut memberi kesan lebih mencolok serta tegas membedakan Toyota New Kijang Innova V dengan varian lain.

Sementara tak banyak perbedaan desain eksterior Toyota New Kijang Innova V dengan varian lain, konsumen akan terkesima dengan tampilan interiornya begitu membuka pintu MPV ini. Balutan kulit yang melapisi jok serta beberapa bagian lain seperti lingkar kemudi dan tuas persneling memberikan pancaran kemewahan begitu masuk ke dalam kabin Toyota New Kijang Innova V. Lapisan kulitnya sendiri terasa lembut namun sekaligus kuat, tampaknya material yang digunakan adalah material yang sama digunakan pula oleh SUV Toyota Fortuner. Berita buruknya warna lapisan jok ini akan berubah sedikit pudar setelah intens digunakan selama kurang dari sebulan. Selain kulit, material lain yang menambah kemewahan Kijang Innova V adalah wood trim.

Harga Toyota New Kijang Innova V

Spesifikasi Toyota New Kijang Innova V

Desain barisan jok tengah dengan model “Captain’s Seats” seolah hendak memberikan sugesti pada penumpang bahwa mereka sedang menaiki kendaraan kelas bisnis, bukan kelas ekonomi seperti Toyota Innova tipe lain. Arm rest yang disediakan pun semakin menambah kenyamanan penumpang di dalamnya. Sayang pada saat yang sama desain jok pada baris kedua ini menjadikan akses ke baris ketiga menjadi sedikit lebih sulit karena jok baris kedua tak dapat dilipat sebagaimana jok baris kedua pada umumnya. Dan jika Anda sering menggunakan mobil untuk mengangkut barang bawaan yang cukup banyak rasa-rasanya New Innova V bukan pilihan yang tepat.

Di luar hal-hal yang sudah disebut (lapisan kulit dan wood trim) di atas tak ada lagi perbedaan antara interior Toyota New Kijang Innova V dengan Toyota New Kijang Innova G.

Sementara di dapur pacu seperti sudah diduga Toyota masih mempertahankan mesin Diesel D-4D berkapasitas 2.5 liter yang memuntahkan daya maksimum 102 PS dan torsi maksimum 25,6 kgm. Kinerja mesinnya tidak istimewa namun minim vibrasi dan mampu berakselerasi dengan baik sekalipun dimuati penuh penumpang. Transmisi matic empat kecepatannya juga sudah ketinggalan jaman, namun masih mampu menunaikan tugas dengan baik.

Sasis Toyota New Kijang Innova sendiri adalah sasis yang sama digunakan oleh Toyota Hilux serta Toyota Fortuner, namun terbukti pihak pabrikan mampu menbuat mobil Innova ini lebih stabil serta nyaman sebagai mobil penumpang ketimbang kedua saudaranya itu.

Terlepas dari teknologi yang sudah usang serta desain yang menimbulkan pro-kontra Toyota New Kijang Innova V masih mampu membuktikan diri sebagai salah satu MPV terbaik di kelasnya. Kemampuannya mengkomodir penumpang berikut rasa nyaman yang ditawarkan menjadikannya bertahan sebagai mobil keluarga ideal hingga saat ini. Namun dengan harga Toyota New Kijang Innova V yang saat ini menyentuh Rp 330. 850. 000 mungkin varian ini tidak lagi terlalu ideal bagi sebagian besar keluarga Indonesia.
Read More
// //

Review Honda Mobilio RS

Low MPV menjadi kategori yang makin hari makin bersinar di Indonesia, tak heran jika hampir semua pabrikan menurunkan produknya di kategori ini. Setelah Suzuki Ertiga menjadi MPV murah pertama yang sukses di pasaran Honda pun menyusul dengan Honda Mobilio. Bahkan meski Nissan Grand Livina sejatinya diposisikan sebagai rival untuk Toyota Innova namun untuk beberapa tipe termurahnya seperti tipe S dan SV ternyata mampu menjadi ancaman bagi LMPV.

Tak sekedar menyediakan mobil keluarga dengan harga terjangkau, para pabrikan ini pun lantas melahirkan versi yang lebih bergengsi meski masih dalam kisaran harga yang merakyat. Setelah Toyota merilis Avanza Luxury, kini giliran Honda yang merilis Honda Mobilio RS di Indonesia. Honda Mobilio RS dipercantik dengan body kit, lampu dengan tipe LED, serta beberapa sentuhan di sektor interior termasuk double insulation yang menjadikan kabinnya lebih hening dibanding Honda Mobilio tipe di bawahnya.

Harga Honda Mobilio RS

Harga Honda Mobilio RS saat tulisan ini dibuat dibanderol Rp 203,5 juta dengan transmisi manual, sementara untuk versi matic dilepas sedikit lebih mahal yaitu Rp 214 juta. Sekilas tampilan tipe termahal Honda mobil murah keluaran Honda ini tampak lebih sporti dan elegan jika dibanding tipe di bawahnya. Namun di luar itu nyaris tak ada perbedaan performa dibanding tipe lain.

Performa mesin Honda Mobilio sendiri sebenarnya memang sudah cukup mumpuni untuk ukuran Low MPV, karakternya yang responsif diimbangi dengan handling yang baik bukan hanya menjadikan mobil ini sesuai untuk kondisi perkotaan yang makin padat namun pengendaliannya kadang membuat pengemudi lupa bahwa mobil ini memiliki panjang lebih dari 4 meter.

Kabinnya sendiri juga cukup lega bagi pengemudi serta penumpang, keunggulan tersebut tentulah tak bisa dikesampingkan mengingat umumnya konsumen di Indonesia menghendaki mobil yang mampu mengangkut penumpang sebanyak mungkin dengan harga yang tetap terjangkau. Maka memang tak mengherankan jika dalam waktu singkat saja mobil murah Honda ini mencatatkan penjualan yang cukup tinggi meski finishing interiornya cukup mengecewakan.

Spesifikasi Honda Mobilio RS

Honda Mobilio RS Indonesia

Meski wheelbase Honda Mobilio RS tak sepanjang Suzuki Ertiga namun tak terasa ada perbedaan di antara kedua mobil tersebut, namun lagi-lagi sebagaimana sudah disinggung bahwa finishing interior Honda Mobilio masih kalah dari Suzuki Ertiga, untungnya untuk Mobilio RS pihak pabrikan memberi nuansa gelap sehingga salah satu kelemahan Honda Mobilio yang cukup mengganggu ini sedikit tersamar.

Sementara untuk penumpang di belakang, kenyamanannya sedikit terganggu karena posisi dudukan yang rendah pada bangku baris ketiga. Sebaliknya penumpang baris kedua selain bisa menikmati jok yang suportif masih ditambah lagi dengan ruang kaki yang sangat lega.

Pada lingkar kemudi Honda Mobilio RS pihak pabrikan juga menambahkan steering switch control yang sekaligus membedakannya dengan Mobilio Prestige di samping dua buah tweeter pada frame kaca depan.

Review Honda Mobilio RS

Di sektor dapur pacu, mesin dengan daya maksimum 119 PS yang didapat pada putaran 6600 rpm dan torsi maksimum 14,9 kgm menjadikan Honda Mobilio RS terasa responsif di dalam maupun luar kota. Namun meski karet pintu Honda Mobilio RS sudah digandakan ternyata kabinnya belum sehening yang dibayangkan.

Interior Honda Mobilio RS

Secara menyeluruh kehadiran Honda Mobilio RS layak diapresiasi, selain kualitas finishing interior yang masih belum juga diperbaiki pada faktanya mobil ini masih sangat layak dilirik sebagai sebuah mobil keluarga dengan harga terjangkau, tingkat kenyamanan optimal serta tampilan yang tak bakal bikin malu.
Read More
// //

Datsun GO+ Panca Resmi Mengaspal Tanpa Transmisi Matic

Datsun GO+ yang sudah cukup lama dinanti oleh konsumen otomotif di Indonesia dengan penuh antusiasme akhirnya resmi mengaspal di Indonesia beberapa waktu lalu. Di Indonesia mobil LCGC buatan Nissan ini menggunakan nama resmi Datsun GO+ Panca. Kata “Panca” sendiri sebagaimana sudah diketahui memiliki arti “lima”, sama halnya dengan “Go” yang merupakan bahasa Jepang dengan makna serupa (lima). Sedangkan embel-embel + (plus) menunjukkan kapasitas daya muat ekstra dibandingkan Datsun GO hatchback yang sudah terlebih dahulu meluncur di India.

Datsun GO+ Panca merupakan produk pertama Datsun di Indonesia setelah absen cukup lama. Pihak Datsun sendiri meyakini produknya bakal sukses di Indonesia sebab second brand Nissan ini sudah terbukti mendapat tempat istimewa di hati konsumen Indonesia. Bahkan menurut Vincent Cobee, pimpinan Datsun Global klub pecinta Datsun tetap aktif di Indonesia sejak tahun 70-an. Datsun sendiri mengklaim memahami keinginan konsumen Indonesia yang mengharapkan sebuah mobil keluarga dengan harga terjangkau, reliabilitas tinggi, nyaman bagi pengemudi dan penumpang serta layanan purna jual yang terjamin. Dan kesemua itu menurut Datsun terwujud dalam produk pertama mereka di Indonesia yaitu Datsun GO+ Panca.

Datsun GO+ Panca

Saat ini Datsun GO+ Panca tersedia dalam tiga varian yaitu D, A dan T yang kesemuanya masih mengandalkan transmisi manual. Tipe D yang merupakan base model dilepas di harga Rp 85 juta rupiah tanpa ketersediaan AC dan fitur mendasar mobil modern pada umumnya seperti power windows dan power steering. Namun jika dibanding kompetitornya Datsun GO+ Panca tipe termurah ini masih unggul di bagian kabin karena mengandalkan material plastik sebagai door trim dimana para kompetitor masih mengandalkan cardboard.

Datsun GO+ Panca

Datsun GO+ Panca

Harga Datsun GO+ Panca

Konsumen yang menghendaki keberadaan fitur lain seperti mobile docking station dan AC bisa melirik Datsun GO+ Panca tipe A yang dibanderol Rp 92,4 juta. Sementara Datsun GO+ Panca dengan fitur layak bisa didapat pada tipe T yang dilepas dengan harga Rp 99,9 juta rupiah. Fitur layak pada tipe T tersebut meliputi AC, Power Windows, Power Steering, Key Immobilizer serta alarm. Jika itu masih belum memuaskan maka pembeli bisa mempertimbangkan Datsun GO+ Panca T Option yang dipermanis dengan rear spoiler with mounted lamp, sensor parkir, head unit dengan AUX serta USB dan juga body side moulding. Semua itu bisa didapat dengan menambah Rp 500 ribu saja.


Mengenai alasan belum tersedianya transmisi matic untuk Datsun GO+ Panca, VP Nissan Motor yang sekaligus merupakan Presdir Nissan Motor Indonesia menjelaskan bahwa berdasarkan riset pasar saat ini konsumen yang menjadi pangsa pasar Datsun GO+ Panca lebih menghendaki transmisi manual ketimbang matic. Meski demikian tak menutup kemungkinan Datsun GO+ bakal hadir dengan transmisi matic jika memang permintaannya cukup tinggi.

Ketiga tipe Datsun GO+ Panca yang beredar di Indonesia pada saat ini mengandalkan mesin 1.2 liter yang sama digunakan pula oleh Nissan March 1.2. Meski demikian setting keduanya tidak sama, sehingga karakter serta output yang dihasilkan juga berbeda.
Datsun GO+ Panca saat ini adalah satu-satunya LCGC yang bertipe MPV dan memiliki kemampuan mengangkut tujuh penumpang, meski konon tak lama lagi Suzuki bakal segera menyusul dengan Suzuki Karimun WagonR berkapasitas tujuh penumpang.

Spesifikasi Datsun GO+ Panca

Nissan sendiri baru-baru ini meresmikan pembukaan pabrik keduanya yang berlokasi di Purwakarta yang ditarget memproduksi 65 ribu unit mobil pada tahun pertamanya. Pabrik yang khusus didaulat untuk memproduksi mobil Datsun ini berada di bawah kendali Nissan Jepang dan Nissan Indonesia dengan mengandalkan komponen lokal sebesar 70% untuk mobil-mobil yang diirakitnya.
Read More
// //

Intip Perjalanan Nissan Elgrand Menuju Indonesia

Nissan Elgrand hingga saat ini masih diandalkan oleh pihak pabrikannya untuk bertarung di kasta tertinggi kategori MPV di Indonesia dan beberapa negara lain. Meski fungsi utama mobil MPV hingga hari ini masih tetap sama seperti sebelumnya namun pabrikan otomotif berusaha menjadikan MPV nya tampak lebih menarik lewat desain maupun fitur pendukung kenyamanan.

Nissan Elgrand sendiri memulai debutnya beberapa tahun silam tepatnya pada tahun 1997, dan kini lewat generasi ketiga pihak Nissan melakukan facelift pada flagship MPV-nya yang menghadapi semakin banyak kompetitor belakangan ini. Perubahan paling kentara bisa dilihat pada bagian depan yang menjadikan generasi terbaru Nissan Elgrand ini tampil lebih mencolok di tengah keramaian.

Nissan Elgrand Indonesia

Harga Nissan Elgrand

Nuansa kelir krom kali ini menjadi pilihan pihak pabrikan untuk memberi karakter pada Nissan Elgrand terbaru. Lewat desain grille yang berukuran super besar mobil penumpang mewah ini berkesan gahar jika dibanding para kommasihpetitor sekelasnya. Untuk Nissan Elgrand tipe 3.5 Highway Star Nissan menghadiahkan jok berlapis kulit yang bukan sekedar menambah kesan mewah kabin MPV ini namun juga memberi kenyamanan ekstra bagi penumpang. Sementara itu untuk tipe 2.5 Highway Star material .
Jok dengan desain captain seats bisa didapatkan pada kabin tengah baik pada tipe 2.5 Highway Star maupun 3.5 Highway Star, Nissan menyebutnya sebagai Ottoman Seats. Sementara itu untuk tipe 3.5 Highway Star penyesuaian tidak lagi dilakukan secara manual melainan elektris.

Nissan Elgrand Terbaru

Jual Nissan Elgrand

Nissan Elgrand Indonesia

Barisan jok paling belakang pun lebih dari cukup untuk mengakomodir kenyamanan penumpang dewasa. Tidak seperti MPV pada umumnya dimana bangku baris ketiga seringkali mengabaikan kenyamanan penumpang, pada Nissan Elgrand semua penumpang dijamin bakal dimanjakan selama perjalanan.

Pada bagian dapur pacu Nissan masih memercayakan pada mesin lawas. Tidak mengejutkan mengingat performa mesin ini masih terbilang handal. Bahkan untuk mesin 2.5 liter CVT-nya pun terbukti cukup bertenaga dalam menggerakakan bodi bongsor Nissan Elgrand.

Nissan Elgrand Indonesia

Mesin 2.5 liter ini mampu menghasilkan daya maksimum hingga 170 PS pada 5600 rpm dengan torsi maksimum 245 Nm yang sudah bisa diraih pada putaran mesin 3900 rpm. Meski pihak pabrikan mengklaim konsumsi BBM Nissan Elgrand 2.5 liter diangka 11,2 km/liter namun di lapangan faktanya jauh berbeda. Bahkan pada kondisi hanya dimuati pengemudi dan satu orang penumpang saja konsumsi BBM MPV mewah ini tercatat 8,5 km/liter.

Sebagaimana sudah bisa diduga bahwa transmisi CVT terasa kurang responsif dalam menyalurkan daya mesin, meski demikian kembali pada fakta bahwa Nissan Elgrand adalah mobil pengangkut penumpang maka kondisi itu bisa ditolerir. Sedangkan suspensinya bekerja dengan baik dalam menghasilkan bantingan yang lembut sebagaimana diharapkan dari sebuah MPV semahal ini.

Secara keseluruhan Nissan Elgrand mampu menempatkan dirinya sejajar dengan para kompetitor di kelas yang sama sekalipun dari segi popularitas mungkin masih belum setenar Toyota Alphard.
Dalam hal menyajikan kenyamanan bagi penumpang mobil MPV mewah keluaran Nissan ini layak diacungi jempol. Namun sebagaimana umumnya mobil lain di kelas ini tentu saja faktor fun to drive bagi pengemudi sangatlah minim.

Nissan Elgrand Indonesia

Harga Nissan Elgrand dibuka dengan tipe 2.5 Highway Star di kisaran Rp 840 juta, sedangkan Nisan Elgrand dengan dapur pacu 3.5 liter dilepas di kisaran Rp 995 juta.
Read More
// //

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Nissan New Evalia vs. Suzuki Ertiga memasuki babak baru setelah Nissan melakukan minor facelift terhadap LMPV nya dalam rangka memperbaiki tingkat penjualan yang lesu. Sementara itu Suzuki Ertiga meski masih mempertahankan desain dan fitur lama namun prestasi penjualannya menunjukkan potensi luar biasa meski belakangan terancam oleh Honda Mobilio. Bagaimanapun persaingan antara kedua LMPV tersebut masih layak disimak terutama oleh calon konsumen yang sedang mempertimbangkan kedua merek tersebut.

Pertarungan Nissan New Evalia vs. Suzuki Ertiga tak bisa dipungkiri mula-mula adalah kompetisi dalam harga jual mengingat pangsa pasar yang disasar oleh kedua mobil ini adalah kelompok price sensitive segment. Harga Nissan Evalia dibuka kurang dari Rp 150 juta lewat tipe S, sementara base model Suzuki Ertiga diwakili oleh tipe GA yang dibuka dengan banderol Rp 155 juta. Tak diragukan bahwa Nissan mencoba memotong langkah Suzuki lewat iming-iming harga yang murah. Namun tentu faktor harga, lebih-lebih pada selisih yang tipis tidak menjadi satu-satunya faktor penentu rivalitas Nissan New Evalia vs. Suzuki Ertiga ini.

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Komparasi Eksterior-Interior Nissan New Evalia vs. Suzuki Ertiga

Nissan New Evalia menghadirkan interior dengan desain yang memberi kesan luas, simple, serta ramping. Beberapa orang menyebut interior Evalia mewah, namun rasanya penilaian tersebut kelewat berlebihan mengingat tak satupun mobil LMPV yang beredar mampu menghadirkan kesan mewah, lebih-lebih jika bicara soal kualitas. Namun lagi-lagi, hal itu juga tak bisa disebut sebagai kelemahan mengingat mewah sama sekali bukan salah satu faktor yang diperhitungkan ketika bicara soal mobil Low MPV. Sama halnya dengan Suzuki Ertiga, Nissan pun memilih perpaduan warna beige dan black untuk Evalia.

Keunggulan Nissan Evalia dibanding Suzuki Ertiga adalah penggunaan sliding door pada bagian belakang yang terasa lebih pas serta praktis untuk sebuah mobil penumpang dibanding model pintu dengan bukaan konvensional. Akses keluar masuk penumpang maupun barang bakal lebih mudah berkat sliding door tersebut.

Sementara itu dipihak lain Suzuki Ertiga menawarkan desain kabin yang lebih berkesan cathcy dan dinamis jika dibandingkan dengan Evalia, meski demikian pihak pabrikan tetap mengedepankan kesederhanaan dalam merancang interior Ertiga.

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Dari segi dimensi memang Nissan New Evalia sedikit lebih panjang ketimbang Suzuki Ertiga, namun jika diteliti lebih lanjut ternyata wheelbase Ertiga justru sekitar 15 mm lebih panjang dibanding Evalia. Evalia sedikit lebih lebar daripada Ertiga yang berdampak pada kabin Nissan yang sedikit lebih lega dibanding Suzuki.

Sedangkan tinggi Nissan Evalia yang surplus dibanding Ertiga pada satu sisi menjadikan Evalia menyediakan head room lebih baik ketimbang Ertiga namun pada sisi lain mengorbankan stabilitas Nissan Evalia ketika dikendarai.

Soal kualitas dan finishing keduanya bisa dibilang setara. Namun Suzuki Ertiga secara keseluruhan unggul dalam hal interior dibanding Nissan New Evalia karena kabinnya mampu memberikan sentuhan dan kesan sebagai mobil pribadi dimana rivalnya (Evalia) cenderung berkesan sebagai mobil niaga.

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Komparasi Performa Nissan New Evalia vs. Suzuki Ertiga

Di atas kertas Nissan Evalia tampak unggul dengan mengandalkan mesin berkapasitas 1.5 liter HR15DE dimana Suzuki Ertiga menggunakan mesin K14B dengan kapasitas lebih kecil yaitu 1.4 liter. Dapur pacu Nissan New Evalia menghasilkan daya maksimum 109 PS pada putaran 5600 rpm dan torsi maksimum 143 Nm pada 4000 rpm. Sementara output yang dihasilkan oleh dapur pacu Suzuki Ertiga adalah 95 PS pada 600 rpm serta 130 Nm pada 4000 rpm.

Output mesin Nissan New Evalia lebih baik dibanding Suzuki Ertiga, sementara untuk konsumsi BBM keduanya Suzuki Ertiga sedikit lebih baik ketimbang Evalia. Dari sisi output mesin Nissan kali ini mengungguli Suzuki.

Tapi jangan lupa bahwa apa yang tertera di atas kertas tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya. Ketika dipacu di jalan lurus Suzuki Ertiga terbukti mampu menunjukkan performa yang lebih baik dibanding Nissan Evalia berkat rasio output mesin dan bobot kendaraan yang lebih ringan.

Sementara itu soal performa handling dan suspensi meski keduanya setara namun lagi-lagi stabilitas Suzuki Ertiga menjadikannya sebagai pilihan yang lebih baik ketimbang Nissan New Evalia bagi pengemudi. Namun lagi-lagi di pihak lain bagi penumpang posisi duduk serta kelegaan kabin Nissan New Evalia terasa lebih nyaman dibanding penumpang yang duduk di kabin Suzuki Ertiga.

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Komparasi Nissan New Evalia vs.Suzuki Ertiga

Harga Promo Suzuki Ertiga GX DB (AT)
Pearl White Radiant Red
Harga Suzuki Ertiga Harga Suzuki Ertiga
Rp 199.800.000
Rp 199.400.000
Rp 199.800.000
Rp 199.400.000
beli sekarang beli sekarang

Jika Anda adalah tipe yang lebih mendahulukan kenyamanan keluarga dan daya muat yang sedikit lebih besar maka Nissan New Evalia merupakan opsi lebih baik. Namun jika tampilan yang lebih berkesan sebagai mobil pribadi ketimbang mobil niaga, handling yang nyaman serta efisiensi BBM menjadi hal penting bagi Anda maka Suzuki Ertiga lebih memenuhi syarat.
Read More