Hari Ini

Review All New Honda Jazz

06:08 .
Topik: Hatchback , Honda
Review All New Honda Jazz
Honda Jazz terbaru alias All New Honda Jazz sudah beberapa bulan ini resmi dirilis di Indonesia. Ha... More...
Honda Jazz terbaru alias All New Honda Jazz sudah beberapa bulan ini resmi dirilis di Indonesia. Harga Jonda New Jazz dibanderol mulai Rp 199 juta hingga Rp 248 juta untuk tipe RS bertransmisi matic. Di Indonesia sendiri Honda Jazz selama ini menjadi penguasa pangsa subkompak hatchback kelas B diikuti oleh rival utamanya yaitu Toyota Yaris. Lewat peremajaan serta harga tipe terendah yang lebih terjangkau sudah tentu pihak pabrikan berharap mampu mempertahankan prestasi penjualannya selama ini.

Generasi ketiga Honda Jazz menggunakan platform yang sepenuhnya baru, artinya Honda Jazz terbaru ini adalah mobil yang sama sekali berbeda dengan para pendahulunya. Kapasitas dapur pacunya memang masih sama dengan versi sebelumnya yaitu 1.5 liter, namun Honda sudah mengganti transmisi matic lima kecepatan pada versi sebelumnya dengan CVT.

Review All New Honda Jazz Indonesia

Dari tampak depan New Honda Jazz tak jauh berbeda dengan All New Honda City ataupun Honda HR-V yang juga dalam waktu dekat ini segera masuk ke Indonesia. Sedangkan desain buritannya meski berbeda dari kedua saudaranya itu namun tampak sedemikian serasi dengan desain bagian depannya.

Harga Honda Jazz Terbaru

Pada bagian kabin Honda Jazz terbaru penumpang disuguhi dengan desain kabin yang terasa lebih lega, jarak antara jok depan dan jok belakang pun tampak lebih lapang jika dibanding Honda Jazz lawas. Soal kelegaan Honda Jazz terbaru ini merupakan yang terbaik di antara pada rival sekelas.

Interior Honda Jazz Terbaru

Pilihan Honda untuk mengadopsi CVT pada subkompak hatchback andalannya ini memberi dampak positif dalam hal efisiensi bahan bakar. Hasilnya konsumsi BBM Honda New Jazz untuk transmisi matic kini menjadi 6,2 liter/100 km, sementara versi manualnya sedikit lebih irit yaitu 5,8 liter/100 km.

Mesin mungil berkapasitas 1.5 liter-nya mampu menghasilkan daya maksimum 120 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 145 Nm pada putaran 4.000 rpm. Output mesin tersebut terbukti mumpuni untuk menjadikan Honda Jazz tetap bertenaga meski dimuati penuh oleh penumpang dewasa. Dalam kondisi memuat penumpang maksimal hatchback keluaran Honda ini masih mampu menaklukan tanjakan dengan baik, namun ketika hendak mendahului kendaraan lain akselerasinya terasa kurang mantap.

Spesifikasi All New Honda Jazz

Dengan harga Rp 199 juta untuk base model nya (tipe A Manual) memang Honda New Jazz cukup menggiurkan untuk dipertimbangkan di antara kompetitor lain di kelasnya, namun demikian tipe yang lebih tinggi lebih-lebih tipe RS masih terasa terlampau mahal untuk sebuah mobil subkompak hatchback kelas B. Dengan kata lain meski Honda Jazz tipe A dibanderol dengan harga kompetitif namun tidak demikian halnya dengan tipe-tipe lain yang lebih tinggi.

Sedangkan tipe S yang berada di tengah-tengah dan dibanderol di kisaran Rp 227 juta mungkin adalah pilihan yang paling baik jika ditilik dari valua for money-nya. Tipe ini sudah menggunakan CVT, velg alloy 15 inch, kaca spion senada dengan warna bodi plus sein LED serta perangkat audio yang kualitasnya lumayan. Artinya Honda New Jazz tipe S ini dari segi fitur tidak terlalu minim sebagaimana halnya tipe A sedangkan dari segi harga juga tidak terlalu over price sebagaimana halnya tipe RS. Namun jika Anda tidak berkeberatan dengan transmisi manual maka Honda New Jazz S Manual juga layak dipertimbangkan.

Honda bagaimanapun tampaknya ingin menguasai pangsa pasar yang lebih luas lewat tipe A. Bagaimana tidak, dengan harga Rp 199 juta konsumen sudah bisa memboyong hatchback buatan Honda tentu adalah sebuah tawaran yang menggiurkan mengingat nama Honda begitu diapresiasi oleh konsumen di Indonesia.

All New Honda Jazz Indonesia

Walau demikian Honda New Jazz bukannya tanpa kritik, fitur keselamatan seperti front-collision mitigation serta blind spot monitoring yang tak lama lagi bakal menjadi fitur standar bagi Mazda2 terbaru masih belum ditemukan pada Honda Jazz RS sekalipun. Selain itu sama halnya dengan Honda Mobilio, kualitas finishing interior Honda Jazz sedikit mengecewakan lebih-lebih untuk ukuran sebuah mobil keluaran Honda. Teknologi Earth Dreams yang menjadi kebanggaan pabrikan berlogo huruf “H” itu juga masih absen di Honda New Jazz.

Toyota Fortuner Terbaru dan The All New Nissan Note Besutan Nismo

14:41 .
Topik: Berita
Toyota Fortuner Terbaru dan The All New Nissan Note Besutan Nismo
Menyusul kehadiran the All New Nissan Note yang mengusung facelift cukup signifikan dibanding pend... More...
Menyusul kehadiran the All New Nissan Note yang mengusung facelift cukup signifikan dibanding pendahulunya kini giliran the All New Nissan Note racikan Nismo yang mulai ditampilkan di negeri asalnya Jepang. Nissan Note versi Nismo ini mengusung berbagai modifikasi terutama pada sektor mesin serta perbaikan aerodinamika dibanding versi standar-nya.

The All New Nissan Note yang diposisikan mengisi kekosongan antara Nissan March dengan Nissan Pulsar ini oleh Nismo dibekali dengan transmisi manual lima kecepatan, setting suspensi yang lebih mengedepankan stabilitas, velg alloy dengan desain sporti serta upgrade dapur pacu.
Sayangnya, untuk saat ini pihak Nismo masih enggan membeberkan secara detil perombakan yang mereka lakukan pada masing-masing bagian tersebut.

The All New Nissan Note

Sementara itu sebagaimana pernah disinggung bahwa pihak Toyota berencana memberikan major facelift pada Toyota Innova serta Toyota Fortuner. Major facelift bersamaan antara kedua mobil tersebut sangatlah wajar mengingat keduanya sudah mulai termakan usia, selain itu bersama Toyota Hilux ketiga mobil tersebut menggunakan platform yang sama sehingga sangat masuk akal jika major facelift dilakukan bersamaan pula.

Sebelumnya beberapa media sudah menampilkan spy shot dari Toyota Innova terbaru yang tengah diuji coba dengan kamuflase, baru-baru ini giliran spy shot Toyota Fortuner terbaru yang muncul di dunia maya.

Menurut sebuah forum otomotif Thailand yang berhasil menangkap foto-foto tersebut diyakini bahwa Toyota Fortuner terbaru yang akan mulai beredar tahun 2016 nanti masih tetap mempertahankan rangka monokok seperti yang sudah-sudah. Artinya mobil ini masih akan berbagi platform dengan Toyota Hilux dan bukan menggunakan konstruksi yang lebih nyaman untuk penumpang seperti halnya Toyota Kluger.

The All New Nissan Note

Meski masih menggunakan sasis monokok namun diyakini dapur pacu yang digunakan tidak lagi sama dengan Toyota Fortuner yang sudah beredar saat ini. Meski pada foto-foto tersebut the All New Toyota Fortuner masih tersembunyi dibalik kamuflase namun sudah tampak bahwa desain eksteriornya sama sekali berbeda dengan Toyota Fortuner yang beredar saat ini.

Honda Vezel Dipastikan Masuk Indonesia

18:53 .
Topik: Honda
Honda Vezel Dipastikan Masuk Indonesia
Calon konsumen di tanah air yang sebelumnya sempat kecewa setelah beredar kabar bahwa Honda Vezel b... More...
Calon konsumen di tanah air yang sebelumnya sempat kecewa setelah beredar kabar bahwa Honda Vezel batal masuk Indonesia bakal bergembira dalam waktu dekat. Pasalnya pihak HPM (Honda Prospect Motor) selaku ATPM merek Honda di Indonesia memastikan mini SUV yang dibangun dengan platfrom Honda Jazz ini bakal dirilis di Indonesia dalam waktu dekat.

Sama seperti Amerika Serikat dan Australia yang sudah lebih dulu memastikan kehadiran Honda Vezel dengan nama Honda HR-V, demikian pula halnya dengan Indonesia. Bila pihak Honda Australia dan AS memilih nama HR-V ketimbang Vezel dengan alasan bahwa pengucapan nama “Vezel” dalam bahasa Inggris mirip dengan kata lain yang berkonotasi jorok, rupanya pihak HPM memiliki alasan lain.
Alasan HPM menggunakan nama HR-V tak lain adalah dilatarbelakangi kedekatan nama tersebut dengan sang kakak yaitu Honda CR-V yang sudah demikian melekat di hati konsumen Indonesia.

Honda HR-V Indonesia

Pihak HPM pun mengaku sudah melakukan survei sendiri dan hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden lebih memilih nama HR-V ketimbang Vezel.
Mengenai harga Honda Vezel alias Honda HR-V sendiri di Indonesia masih menjadi misteri, namun pihak ATPM memastikan sosok mobil ini bakal bisa diketemukan pada gelaran IIMS mendatang.

Menilik Persaingan Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio di Segmen Diesel

09:25 .
Topik: MPV
Menilik Persaingan Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio di Segmen Diesel
Persaingan antara dua Low MPV terfavorit yaitu Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio memasuki babak bar... More...
Persaingan antara dua Low MPV terfavorit yaitu Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio memasuki babak baru setelah keduanya menghadirkan versi berbahan bakal solar alias mesin Diesel. Suzuki Ertiga Diesel di Indonesia diperkirakan bakal hadir pada akhir tahun ini, pihak pabrikan sudah sempat melakukan uji coba baru-baru ini. Sementara itu untuk kehadiran Honda Mobilio Diesel di Indonesia hingga kini masih sebatas wacana, namun bukan tidak mungkin kehadiran Ertiga Diesel bakal mengubah pendirian kompetitornya itu.

Dari segi tampilan eksterior tak banyak perbedaan antara Suzuk Ertiga Diesel dengan versi berbahan bakar bensin yang sudah beredar di Indonesia saat ini. Suzuki masih mempertahankan tampilan ala hatchback pada bagian depan dan tampilan ala van pada bagian buritan yang sejauh ini terbukti diterima dengan baik oleh konsumen.

Honda Mobilio Diesel pun tak jauh berbeda, tampilan depan ala Honda Brio serta desain pilar D yang unik pada Honda Mobilio yang sudah kita kenal sebelumnya masih tak berubah. Demikian pula desain bagian buritan yang menurut banyak orang adalah bagian terbaik dari tampilan eksterior Honda Mobilio secara menyeluruh.

Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Interior Suzuki Ertiga Diesel pun juga tak berubah dari saudaranya yang bermesin bensin. Kabin yang cukup lega serta finishing yang baik adalah keunggulan Suzuki Ertiga. Sayang akses ke bangku baris ketiga tidak semudah Honda Mobilio karena desainer Suzuki memutuskan untuk menggunakan bangku baris kedua model geser.

Di dalam kabin Suzuki Ertiga penumpang juga memperoleh kenyamanan yang lebih layak karena posisi dudukan yang tinggi, hasilnya kaki penumpang tidak terasa terlalu sesak atau menekuk. Sebaliknya, meski dimensi Honda Mobilio tak jauh berbeda dari Ertiga namun posisi dudukan yang lebih rendah membuat ruang kaki penumpang di bagian belakang terasa lebih sesak.

Desain serta kualitas jok Suzuki Ertiga juga jauh lebih nyaman serta suportif ketimbang Honda Mobilio. Meski keduanya tak dirancang untuk perjalanan jauh, namun jika dipaksa Suzuki Ertiga masih lebih nyaman ketimbang Honda Mobilio, setidaknya dari sudut pandang penumpang.

Seperti sudah banyak banyak disinggung dalam berbagai review bahwa finishing interior Honda Mobilio cukup mengecewakan, sama halnya dengan interior Honda All New Jazz 2014. Sebaliknya, meski menyasar pasar segmen bawah namun Suzuki tetap serius menggarap Suzuki Ertiga. Hasilnya, lagi-lagi Suzuki Ertiga unggul atas Honda Mobilio di sektor ini meski soal kapasitas ruang Mobilio tetap unggul atas Ertiga.

Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Perbandingan Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Untuk dapur pacu Suzuki Ertiga mengandalkan mesin Diesel berkapasitas 1.3 liter buatan Fiat yang sudah teruji sebelumnya oleh Suzuki SX4 Diesel. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan daya maksimum 90 PS pada putaran 4000 rpm dengan torsi maksimum 200 Nm pada 1750 rpm. Ditilik dari spesifikasinya dapur pacu Suzuki Ertiga Diesel tak berbeda dengan Chevrolet Spin.

Keunggulan mesin Diesel buatan Fiat ini adalah suaranya yang terbilang halus untuk ukuran sebuah mesin Diesel, bahkan sebuah media otomotif online di India menyebut bahwa mesin ini hanya berputar pada 2600 rpm manakala dipacu pada kecepatan 120 km/jam dengan gigi 5. Sayangnya, sama seperti umumnya mesin Turbo Diesel, gejala lag masih tetap terasa pada Suzuki Ertiga Diesel ini.

Mesin Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Di lain pihak Honda Mobilio dipersenjatai dengan dapur pacu yang lebih bertenaga. Kapasitasnya tercatat 1.5 liter dengan daya maksimum 98 PS dengan torsi yang sama seperti dapur pacu Suzuki Ertiga Diesel. Keunggulan mesin Honda Mobilio Diesel ini adalah torsi yang merata pada setiap putaran. Sedangkan kelemahan mesin Honda Mobilio Diesel adalah pada suara mesin yang lebih berisik dibanding Suzuki Ertiga, meski masih dalam batas yang bisa ditolerir.

Pilih mana Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Sedangkan kualitas riding Suzuki Ertiga tampak sekali lebih ditujukan untuk kenyamanan penumpang, akselerasinya terasa halus hingga penumpang tak bakal merasa terganggu. Gejala limbung alias body roll pada Ertiga lebih banyak diketemukan ketimbang pada Honda Mobilio. Walau demikian masih dalam batas terkendali dan tak bakal mengurangi rasa percaya diri pengemudi saat memacunya dalam kecepatan tinggi.

Suspensi Honda Mobilio terasa lebih menguntungkan bagi pengemudi jika dibanding Suzuki Ertiga. Stabilitasnya terasa nyaris sempurna untuk ukuran sebuah mobil MPV, di sinilah keunggulan Honda Mobilio tampak superior dibanding Suzuki Ertiga.

Diantara keduanya memang tampilan eksterior Suzuki Ertiga tak sebaik Honda Mobilio, namun begitu masuk ke dalam kabin Anda akan segera menyadari bahwa kualitas yang ditawarkan sama sekali tak mencerminkan murahan sebagaimana harganya. Finishing serta desain interior yang baik, ditambah ruang yang cukup lega bagi pengemudi maupun penumpang dengan ukuran tubuh rata-rata orang Indonesia merupakan keunggulan Suzuki Ertiga yang hingga kini masih sulit ditemukan pembandingnya di kelas ini.
Walau dapur pacu serta stabilitasnya tak sebaik Honda Mobilio namun untuk sebuah mobil keluarga kondisi tersebut rasanya tak bakal mengganggu.

Suzuki Ertiga vs. Honda Mobilio

Honda Mobilio di lain pihak menawarkan kabin yang lega, mesin yang lebih bertenaga serta stabilitas lebih baik. Namun finishing interior yang terkesan asal-asalan membuat pengemudi dan penumpang segera menyadari bahwa mereka sedang berada dalam kabin sebuah mobil murah.

Seperti biasanya pilihan akhir tentu ada di tangan konsumen sesuai selera, kebutuhan serta preferensi masing-masing.

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

10:01 .
Topik: City Car
Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10
Pasar otomotif memang tampak mengalami pergeseran selama kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.... More...
Pasar otomotif memang tampak mengalami pergeseran selama kurun waktu beberapa tahun belakangan ini. Sebelumnya Toyota selalu dikenal sebagai pabrikan yang memproduksi mobil-mobil tahan banting hingga begitu banyak pemilik masih mempertahankan Toyota Corolla atau Toyota Kijang yang sudah dimiliki bertahun-tahun oleh karena memang masih sangat mumpuni digunakan sebagai tunggangan harian. Di lain pihak, Hyundai semula dikenal sebagai pembuat mobil murah alias disposable yang tinggal “dibuang” dua atau tiga tahun setelah masa pakai.

Namun kondisi tersebut sudah berubah semenjak Toyota masuk ke segmen mobil murah lewat Toyota Avanza dan kemudian semakin murah lagi lewat Toyota Agya. Sementara itu Hyundai justru menaikkan level permainannya lewat desain yang bernuansa mobil Eropa serta kualitas yang tentu juga meningkat. Maka jangan heran bahwa sekalipun bermain di segmen sama namun Hyundai bisa percaya diri menjual mobil dengan harga lebih mahal ketimbang Toyota. Perbandingan Toyota Agya dengan Hyundai Grand i10 adalah salah satu buktinya.

Toyota Agya dibuat sebagai upaya Toyota memanfaatkan lahirnya kebijakan LCGC, karena itu jangan berharap kualitas Toyota Altis, Toyota Innova atau lebih-lebih Toyota Harrier bakal muncul di sini. Desain eksterior bagian depannya sendiri tampak kurang proporsional dan terus terang saja saat pertama kali melihat Toyota Agya secara langsung rasanya seperti sedang menyaksikan mobil dalam sebuah film kartun yang diwujud-nyatakan. Bahkan pada tipe tertingginya meski sudah dipermanis dengan beberapa aksesoris seperti side skirts, rear spoiler dan sebagainya namun tak mampu menyamarkan kesan mobil kartun dari wajah Toyota Agya.

Toyota Agya vs. hyundai Grand i10

Toyota Agya

Hyundai Grand i10 sendiri meski tak menampilkan kemewahan seperti Hyundai Genesis atau Hyundai Sonata namun mampu menghadirkan desain yang lebih luwes dan lebih mudah diterima oleh mata ketimbang Toyota Agya. Oleh karena tidak dirancang secara khusus untuk memanfaatkan kebijakan LCGC maka dalam hal detil pun Hyundai Grand i10 mampu menghadirkan detil yang lebih baik ketimbang Toyota Agya. Oleh karenanya secara umum memang tampilan luar Hyundai Grand i10 tampak lebih meyakinkan jika dibanding Toyota Agya.

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

Sementara pada bagian interior sekalipun Toyota Agya tak lebih dari sebuah alat transportasi basic namun kualitas dan finishing-nya sama sekali tidak mengecewakan meski lagi-lagi jangan mengharapkan kualitas seperti Toyota Corolla Altis, bahkan sama sekali tak mendekati entry-level sedan seperti Vios atau subkompak hatchback kelas B Toyota Yaris.
Namun demikian nuansa modern serta kualitas cukup baik masih mampu diharapkan dari kabin Toyota Agya.

Untunglah pihak Toyota tidak memberi kelir hitam pada kabin Toyota Agya sebagaimana layaknya Toyota Yaris, sehingga meski berukuran kecil namun masih berkesan sedikit lega. Pengemudi dan penumpang di bagian depan boleh merasakan cukup kenyamanan dalam kabin Agya, namun sayangnya tidak demikian dengan penumpang di jok belakang.

Sementara kabin Toyota Agya menonjolkan kesan modern pada pihak lain kabin Hyundai Grand i10 didesain untuk lebih menonjolkan kesan feminin. Kaum adam mungkin bakal sedikit terganggu dengan fakta ini, namun jika melihat kualitas material serta finishing yang baik rasa-rasanya hal tersebut bisa dikesampingkan. Desain penempatan instrumen serta jok Hyundai Grand i10 pun terasa lebih ergonomis dibandingkan Toyota Agya.

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

Pada sektor performa sebagaimana sudah diketahui bahwa Agya adalah mobil yang pada dasarnya hanya diperuntukkan sebagai alat transportasi di dalam kota saja. Oleh karena itu karakter mesin tiga silindernya terasa galak di putaran bawah dan berat/lamban pada putaran atas. Meski di atas kertas output dapur pacunya sangat minim namun untuk kondisi di dalam kota fakta tersebut nyaris tidak terasa. Mesinnya memang cukup responsif, namun gejala limbung yang sering muncul serta setir yang kelewat ringan menjadi nilai minus di sektor ini.

Sama halnya dengan Toyota Agya, Hyundai Grand i10 pun juga dirancang hanya untuk sarana tranportasi di dalam kota. Namun Hyundai lagi-lagi mengungguli Toyota berkat vibrasi yang lebih teredam dengan baik serta suara mesin yang tidak seberisik Toyota Agya. Dengan torsi yang lebih besar maka Hyundai Grand i10 pun terasa lebh responsif dibanding Toyota Agya. Sayangnya desain pilar A pada Hyundai tidak memberikan visibilitas sebaik Toyota Agya. Setirnya pun terasa tidak terlalu responsif jika dibanding kompetitornya itu.

Hyundai Grand i10 saat ini dilepas dengan harga mulai Rp 140 juta hingga Rp 182 juta (tergantung tipe), sementara itu harga Toyota Agya dibanderol mulai Rp 111 juta hingga Rp 121,3 juta. Dari segi harga jelas Toyota Agya lebih difavoritkan, namun dengan harga yang lebih mahal Hyundai Grand i10 memang menawarkan performa kenyamanan yang layak ditebus lebih mahal pula. Dan dari dimensinya, Hyundai Grand i10 menawarkan kelegaan yang lebih dari subkompak hatchback kelas A pada umumnya. Bahkan dimensinya hanya berselisih tipis dengan subkompak hatchback kelas B.

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

Komparasi Toyota Agya vs. Hyundai Grand i10

Jika memang Anda menghendaki sebuah kendaraan basic maka rasanya Toyota Agya adalah pilihan yang lebih tepat, namun jika basic saja tidak cukup dan Anda menghendaki sebuah mobil yang lebih modern dan nyaman sudah pasti Hyundai Grand i10 bakal lebih mampu memenuhi harapan tersebut.

Review Varian Termahal Toyota New Kijang Innova V

11:42 .
Topik: MPV , Toyota
Review Varian Termahal Toyota New Kijang Innova V
Kurang lebih sembilan tahun yang lalu Toyota membuat gebrakan di kategori MPV dengan melahirkan Toy... More...
Kurang lebih sembilan tahun yang lalu Toyota membuat gebrakan di kategori MPV dengan melahirkan Toyota Innova yang oleh pihak pabrikan didaulat sebagai penerus kesuksesan Toyota Kijang yang sudah sedemikian populer dan akrab di kalangan konsumen Indonesia. Meski kala itu langkah Toyota dianggap sebagai gebrakan namun setelah tahun demi tahun berlalu bursa otomotif banyak mengalami perubahan.

Salah satu momen yang dianggap paling krusial mengubah peta persaingan MPV tanah air adalah keputusan Nissan untuk merilis Nissan Grand Livina. Memang dari segi spesifikasi Nissan Grand Livina masih di bawah Toyota Innova, namun terbukti langkah Nissan mampu menggoyang pasar yang sebelumnya dikuasai sendiri oleh MPV andalan Toyota tersebut. Tak hanya sampai di situ, belakangan munculnya MPV murah yang lebih dikenal sebagai LMPV juga turut menjadikan kategori MPV semakin tersegmentasi.

Untuk mempertegas posisinya maka Toyota kemudian merilis varian tertinggi yaitu Toyota New Kijang Innova V yang seolah ingin membedakan kelas Toyota Innova dibanding MPV lainnya. Berbeda dengan Toyota New Innova J, E dan G yang lebih merupakan mobil rakyat, Innova V menyasar segmen konsumen yang lebih tinggi. Kijang Innova V hadir dengan kesan MPV mewah meski tentu tak semewah segmen di atasnya seperti Toyota Alphard, Mazda Biante atau Nissan Elgrand.

Toyota New Kijang Innova V

Review Toyota New Kijang Innova V

Meski diposisikan sebagai varian termahal namun dari penampakkan luarnya tak banyak perbedaan berarti antara Toyota New Kijang Innova V dengan tipe yang lebih murah selain desain grill depan lebih lebar serta logo “V” di bagian belakang. Dengan perbedaan yang sangat minim di bagian eksterior dibanding tipe J, E atau G sekilas terasa tak masuk akal jika Toyota ingin menyasar segmen konsumen yang lebih berduit. Sebab bukan rahasia jika segmen berduit tebal memiliki kecenderungan untuk tampil beda.

Desain grill depan yang lebar sendiri menimbulkan pro dan kontra ketika pertama kali dirilis, beberapa memberikan pujian sementara sisanya mencemooh. Namun setelah beberapa saat konsumen mulai merasa terbiasa dengan penampilan “nyleneh” grill depan Toyota Innova tersebut. Terlepas dari pro dan kontra mengenai desainnya, harus tetap diakui bahwa desain grill lebar tersebut memberi kesan lebih mencolok serta tegas membedakan Toyota New Kijang Innova V dengan varian lain.

Sementara tak banyak perbedaan desain eksterior Toyota New Kijang Innova V dengan varian lain, konsumen akan terkesima dengan tampilan interiornya begitu membuka pintu MPV ini. Balutan kulit yang melapisi jok serta beberapa bagian lain seperti lingkar kemudi dan tuas persneling memberikan pancaran kemewahan begitu masuk ke dalam kabin Toyota New Kijang Innova V. Lapisan kulitnya sendiri terasa lembut namun sekaligus kuat, tampaknya material yang digunakan adalah material yang sama digunakan pula oleh SUV Toyota Fortuner. Berita buruknya warna lapisan jok ini akan berubah sedikit pudar setelah intens digunakan selama kurang dari sebulan. Selain kulit, material lain yang menambah kemewahan Kijang Innova V adalah wood trim.

Harga Toyota New Kijang Innova V

Spesifikasi Toyota New Kijang Innova V

Desain barisan jok tengah dengan model “Captain’s Seats” seolah hendak memberikan sugesti pada penumpang bahwa mereka sedang menaiki kendaraan kelas bisnis, bukan kelas ekonomi seperti Toyota Innova tipe lain. Arm rest yang disediakan pun semakin menambah kenyamanan penumpang di dalamnya. Sayang pada saat yang sama desain jok pada baris kedua ini menjadikan akses ke baris ketiga menjadi sedikit lebih sulit karena jok baris kedua tak dapat dilipat sebagaimana jok baris kedua pada umumnya. Dan jika Anda sering menggunakan mobil untuk mengangkut barang bawaan yang cukup banyak rasa-rasanya New Innova V bukan pilihan yang tepat.

Di luar hal-hal yang sudah disebut (lapisan kulit dan wood trim) di atas tak ada lagi perbedaan antara interior Toyota New Kijang Innova V dengan Toyota New Kijang Innova G.

Sementara di dapur pacu seperti sudah diduga Toyota masih mempertahankan mesin Diesel D-4D berkapasitas 2.5 liter yang memuntahkan daya maksimum 102 PS dan torsi maksimum 25,6 kgm. Kinerja mesinnya tidak istimewa namun minim vibrasi dan mampu berakselerasi dengan baik sekalipun dimuati penuh penumpang. Transmisi matic empat kecepatannya juga sudah ketinggalan jaman, namun masih mampu menunaikan tugas dengan baik.

Sasis Toyota New Kijang Innova sendiri adalah sasis yang sama digunakan oleh Toyota Hilux serta Toyota Fortuner, namun terbukti pihak pabrikan mampu menbuat mobil Innova ini lebih stabil serta nyaman sebagai mobil penumpang ketimbang kedua saudaranya itu.

Terlepas dari teknologi yang sudah usang serta desain yang menimbulkan pro-kontra Toyota New Kijang Innova V masih mampu membuktikan diri sebagai salah satu MPV terbaik di kelasnya. Kemampuannya mengkomodir penumpang berikut rasa nyaman yang ditawarkan menjadikannya bertahan sebagai mobil keluarga ideal hingga saat ini. Namun dengan harga Toyota New Kijang Innova V yang saat ini menyentuh Rp 330. 850. 000 mungkin varian ini tidak lagi terlalu ideal bagi sebagian besar keluarga Indonesia.

FirstI Impression Review Mazda 2 Terbaru

08:41 .
Topik: Hatchback , Mazda
FirstI Impression Review Mazda 2 Terbaru
Mazda 2 terbaru memang baru akan resmi dirilis paling cepat akhir tahun ini, namun beberapa waktu ... More...
Mazda 2 terbaru memang baru akan resmi dirilis paling cepat akhir tahun ini, namun beberapa waktu lalu pihak pabrikan telah mengundang media untuk meliput dan menjajal langsung subkompak hatchback kelas B terbaru dari Mazda ini. Masih dalam selubung kamuflase, media yang diundang untuk menjajal Mazda 2 generasi ketiga ini disuguhi performa asli Mazda 2 versi Eropa dengan setting yang hanya sedikit berbeda dengan versi non Eropa.

Mazda 2 terbaru nantinya akan berhadapan langsung dengan rival sekelasnya yang sudah lebih dahulu di upgrade yaitu Ford Fiesta, Toyota All New Yaris dan All New Jazz. Meski di sebagian pasar seperti Eropa, Amerika dan Australia Mazda 2 adalah mobil terlaris di kelasnya jauh mengalahkan Yaris maupun Jazz dan hanya bisa disamai oleh Hyundai i20, namun tidak demikian halnya dengan pasar Indonesia. Honda Jazz masih memegang pangsa pasar terbesar di Indonesia disusul oleh Toyota Yaris, namun Mazda 2 selama ini tetap mampu menarik perhatian konsumen segmen tertentu.

Kini lewat generasi ketiga, Mazda sudah tak lagi berbagi platform dengan Ford Fiesta sebagaimana generasi kedua melainkan menggunakan platform andalan Mazda sendiri yang sebelumnya sudah terlebih dahulu diaplikasikan pada Mazda 6 dan Mazda 3. Sebagaimana halnya dengan mobil-mobil Mazda terkini, Mazda 2 terbaru pun juga mengusung teknologi SKYACTIV.

Mazda 2 Terbaru

Seperti sudah disebut pada artikel sebelumnya, Mazda 2 terbaru memiliki dimensi yang membengkak dibanding pendahulunya. Panjangnya kini menjadi 4060 mm dengan tinggi 1500 mm, sementara lebarnya tidak mengalami perubahan yaitu 1695 mm. Desain pilar A juga dibuat lebih maju sekitar 100 mm dibanding generasi kedua, hasilnya pengemudi mendapatkan visibilitas yang lebih baik.

Di sektor dapur pacu Mazda menawarkan mesin 1.5 liter dengan beberapa versi output yang berbeda masing-masing dengan daya maksimum 107 PS dan torsi 139 Nm, 112 PS/144 Nm dan 75 PS/135 Nm. Versi terakhir adalah versi Eropa yang sekaligus menjadi unit yang diuji coba oleh media. Ketiganya tersedia dalam opsi transmisi matik enam kecepatan dan manual enam kecepatan. Jika dibanding Honda Jazz dan Toyota Yaris transmisi Mazda 2 terbaru jelas lebih modern.

Jika dibanding generasi kedua, Mazda 2 terbaru terasa lebih melayang ketika dipacu dalam kecepatan tinggi. Dugaan sementara fenomena ini disebabkan oleh setting suspensi yang dibuat lebih lembut untuk meningkatkan kenyamanan. Namun mengingat bahwa unit yang diuji coba adalah versi Eropa dimana kondisi jalanan di sana bisa dibilang sangat baik maka kemungkinan setting suspensi Mazda 2 terbaru yang masuk Indonesia tidak akan sama.

Harga Mazda 2 Terbaru

Spesifikasi Mazda 2 Terbaru

Bukan hanya pada sektor performa dan ekterior saja yang mengalami ubahan pada Mazda 2 terbaru, sektor interior pun juga tak luput dari ubahan. Sayangnya pihak pabrikan mewanti-wanti media yang diundang untuk tidak membahas lebih-lebih mengedarkan foto interior Mazda 2 terbaru terlebih dahulu.

Pastinya berkat dimensi yang lebih panjang dan tinggi, kini ruang kabin Mazda 2 terbaru terasa lebih lega jika dibandingkan pendahulunya. Kenyamanan lagi-lagi menjadi fokus ubahan pada interior Mazda 2 sebagaimana sektor lainnya. Dari segi kualitas serta desain, interior Mazda 2 nyaris setara dengan Peugeot 208.

Soal peranti keselamatan Mazda 2 terbaru adalah yang terbaik di kelasnya, beberapa fitur meliputi lane-departure and forward collision warning, active cruise control, blind-spot monitoring, low-speed autonomous braking with high-speed risk mitigation serta auto high-beam and a cross-traffic alert systems. Fitur mana saja yang bakal disunat di Indonesia, kita tunggu saja saat peluncuran resmi Mazda 2 generasi ketiga di Indonesia nanti.

Sulit memang menilai performa sesungguhnya dari Mazda 2 terbaru mengingat unit yang diuji coba masih merupakan purwa rupa. Selain itu setting suspensi serta mesinnya merupakan versi yang diperuntukkan untuk pasar Eropa yang besar kemungkinan akan berbeda dengan versi untuk pasar Indonesia. Meski demikian beberapa hal yang bisa ditarik sebagai kesimpulan adalah adanya peningkatan dalam performa riding serta handling, kabin yang lebih lega sekaligus mampu meredam suara serta vibrasi lebih baik serta fitur yang lebih baik dibanding mobil buatan Jepang ataupun Korea lainnya di kelas ini.

Review Mazda 2 Terbaru

Mazda 2 Terbaru di Indonesia

Harus diakui bahwa harga menjadi faktor penentu kesuksesan Mazda 2 terbaru di Indonesia nantinya. Honda sudah menyunat harga All New Jazz kecuali untuk varian tertinggi, sementara Toyota pilih menaikkan harga Toyota All New Yaris. Bagaimana dengan Mazda?

Memang jika ditilik dari spek semata maka Mazda 2 hanya layak dibandingkan dengan sesama subkompak hatchback kelas B. Namun di mata konsumen tidak selamanya demikian, konsumen bakal menimbang rasio harga, fungsi dan kebutuhan. Jika sudah demikian maka pilihan bisa jatuh pada city car, subkompak hatchback kelas A atau bahkan low MPV.

Ambil contoh saja Honda Jazz RS 2014 yang harganya tembus Rp 248 juta, sementara dengan uang sebesar Rp 242 juta konsumen juga bisa memboyong Nissan Grand Livina Highway Star Autech yang mampu mengakomodir penumpang lebih banyak. Bagi mereka yang memang sekedar menghendaki mobil untuk keperluan di dalam kota atau mencari second car mungkin keduanya tak layak diperbandingkan, namun bagi mereka yang sedang mencari mobil pertama atau mempertimbangkan aspek fungsional tentu mempertimbangkan dan memilih di antara kedua mobil berbeda segmen tersebut sangatlah masuk akal.

Detil Terkini Mazda2 Terbaru

11:59 .
Topik: Hatchback , Mazda
Detil Terkini Mazda2 Terbaru
Mazda2 terbaru dipastikan bakal mulai rilis paling lambat pada bulan Oktober tahun ini, demikian d... More...
Mazda2 terbaru dipastikan bakal mulai rilis paling lambat pada bulan Oktober tahun ini, demikian dilaporkan oleh sebuah sumber kepada media otomotif online yang berbasis di Australia. Generasi ketiga dari Mazda2 tersebut bakal dirilis dalam dua opsi mesin empat silinder berbahan bakar bensin berteknologi SKYACTIV yang berpadu dengan transmisi manual enam kecepatan serta transmisi matic.

Dapur pacu Mazda2 terbaru untuk varian terendah bakal menghasilkan daya maksimum 107 PS dengan torsi maksimum 139 Nm. Pihak pabrikan mengklaim bahwa konsumsi BBM Mazda2 terbaru tercatat 5,5 liter/100 km. Menariknya meski dijanjikan mengusung segudang teknologi serta dapur pacu yang lebih bertenaga serta efisien namun Mazda menyebut bahwa harga Mazda2 terbaru tidak akan jauh berbeda dari versi yang sudah ada saat ini.

Dari segi dimensi hampir semua bagian pada Mazda2 terbaru bertambah dibanding pendahulunya kecuali pada dimensi lebar. Panjang wheelbase generasi ketiga dari subkompak hatchback kelas B andalan Mazda ini kini menjadi 2570 mm. Sementara panjang dan tingginya masing-masing menjadi 4060 mm dan 1500 mm.

All New Mazda2

All New Mazda2

Dengan penambahan dimensi ini maka ruang kabin Mazda2 bakal menjadi lebih lega dibanding Mazda2 generasi lawas. Namun apakah kapasitas bagasi juga ikut bertambah hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak pabrikan.

Meski dimensinya bertambah namun bobot Mazda2 justru menyusut sekitar 100 kg dari versi yang ada saat ini. Artinya Mazda2 terbaru ini akan memiliki bobot kurang dari 1000 kg.

Pada bagian kabin, tingkat kenyamanan pengemudi dan penumpang merupakan fokus utama pembenahan interior Mazda2 generasi ketiga ini. Mendukung suspensi yang didesain ulang, kursi pengemudi dan penumpang pun didesain lebih suportif dan ergonomis dibanding sebelumnya.

Sementara itu di Eropa Mazda2 juga akan hadir dengan mesin turbo diesel serta hybrid. Dua tipe mesin tersebut memang sedang naik daun di negara-negara Eropa saat ini, maka tak heran jika Mazda pun tergoda untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan dua mesin itu.

Mazda2 sendiri menurut pihak pabrikan bakal diproduksi di tiga negara masing-masing Mexico, Jepang dan Thailand. Untuk Mazda2 terbaru yang bakal masuk Indonesia kemungkinan diproduksi di Thailand.

Mazda menjadi yang paling akhir merilis versi terbaru di subkompak hatchback kelas B setelah sebelumnya Ford Fiesta, Toyota Yaris dan baru-baru ini Honda Jazz terbaru sudah lebih dahulu beredar. Di AS, Eropa dan Australia Mazda2 adalah pilihan terfavorit di kelasnya, sementara di Indonesia Honda Jazz serta Toyota Yaris masih menjadi primadona.