Hari Ini

Kenali Keunggulan dan Kelemahan Peugeot 206

01:30 .
Topik: Hatchback , Peugeot
Kenali Keunggulan dan Kelemahan Peugeot 206
Peugeot 206 oleh pabrikannya dikategorikan sebagai “super-mini car”, melihat dimensinya saja rasan... More...
Peugeot 206 oleh pabrikannya dikategorikan sebagai “super-mini car”, melihat dimensinya saja rasanya alasan tersebut sudah sangat jelas. Mobil ini diproduksi pertama kali pada tahun 1998 dan berhenti diproduksi di tahun 2010 untuk kemudian digantikan oleh Peugeot 207. Desain yang sporti dan harga yang murah sejauh ini menjadi dua daya tarik utama Peugeot 206 di bursa mobil bekas.

Peugeot 206 pada saat kemunculannya cukup menarik banyak perhatian salah satunya berkat desain yang mencolok. Tentu saja mobil buatan Perancis ini hadir dengan bahasa desain yang sama sekali berbeda dengan para kompetitor yang sudah ada sebelumnya di Indonesia dan notabene adalah buatan Jepang. Sama seperti Peugeot 306, karakter handling dan riding di atas rata-rata mobil sekelas menjadikan banyak orang kala itu menjatuhkan pilihan pada Peugeot 206.

Kelemahan Peugeot 206

Peugeot 206 di Indonesia sendiri diimpor oleh PT. Astra France Motor pada tahun 2000 hingga tahun 2007. Kala itu PT. AFM sempat mencatatkan rekor penjualan fantastis berkat keputusannya memasarkan mobil hatchback ini di tanah air. Sementara di pasar global sendiri Peugeot 206 bukan hanya tersedia dalam wujud hatchback namun juga konvertibel coupe yang hingga saat ini paling banyak diincar.

Pabrikan asal Perancis itu juga sempat melahirkan Peugeot 206 GTi yang mengusung mesin dengan output lebih besar ditambah beberapa ubahan seperti velg 15 inch, sport seats, ABS dan suspensi tipe sport.

Tercatat sejak tahun 2002 Peugeot hanya menawarkan 1 opsi mesin untuk 206 yaitu mesi 1.4 liter, sementara mesin 1.6 liter nya tidak lagi diproduksi. Meski di atas kertas kapasitas mesin itu tampak tak seberapa namun output dan performa yang dihasilkan lebih baik jika dibanding para kompetitor di kelas yang sama pada saat itu.

Sedangkan mesin dengan kapasitas 2.0 liter masih tetap digunakan pada Peugeot 206 GTi dalam dua format masing-masing menghasilkan daya maksimum 136 PS dan 138.7 PS. Dengan bobot mobil yang sangat ringan serta mesin dengan output besar tak mengherankan jika 206 GTi populer di kalangan segmen usia muda kala itu. Namun itu masih belum seberapa, sebab pabrikan Perancis itu juga masih memiliki 206 GTi180 yang memiliki daya maksimum 182.2 PS.

Awalnya semua tipe Peugeot 206 menggunakan transmisi manual lima kecepatan dan transmisi matic empat kecepatan. Baru pada tahun 2004 transmisinya di upgrade dengan transmisi matic tiptronic.

Merawat Peugeot 206 sebenarnya tidak lebih sulit dari umumnya mobil bekas di usia yang sama. Beberapa kelemahan Peugeot 206 atau lebih tepat disebut sebagai masalah yang sering ditemui pada mobil ini adalah central lock yang sering bouncing alias membuka sendiri begitu dikunci atau sebaliknya mengunci seketika saat dibuka. Biang masalahnya terdapat pada actuator yang segera teratasi setelah diganti.

Harga Peugeot 206

Interior Peugeot 206

Peugeot 206 di Indonesia

Masalah lain terkait mesin adalah gejala tenaga yang hilang secara tiba-tiba disertai lampu indikator mesin yang menyala. Beberapa pemilik mengakui bahwa masalah ini hilang setelah dilakukan penggantian koil. Sementara mengganti koil jika ada biaya lebih sebaiknya dipertimbangkan sekalian untuk mengganti ECU mengingat mobil ini sudah cukup berumur dan umumnya sudah menempuh lebih dari 60.000 km.

Jangan lupa juga bahwa Peugeot 206 yang beredar di Indonesia sejak tahun 2003 sudah dilengkapi dengan catalytic converter sehingga mau tidak mau Anda harus menggunakan BBM beroktan tinggi.

Soal fitur dan standar keselamatan sama halnya dengan mobil keluaran Peugeot di masa itu immobilizer, single airbag dan ABS sudah menjadi standar termasuk di Indonesia.

Selain hal-hal yang sudah disebut di atas umumnya pendapat yang beredar bahwa Peugeot 206 sulit dirawat tak lebih dari mitos termasuk soal kaki-kaki yang konon lebih rentan dibanding mobil buatan Jepang. Demikian juga soal konsumsi BBM Peugeot yang dikatakan boros, sebab faktanya mobil ini masih mampu mencatatkan 13 km/liter yang terbilang baik untuk mobil di usianya.

Spesifikasi Peugeot 206

Sementara suku cadangnya hingga saat ini masih relatif didapat di jaringan resmi Peugeot dengan harga yang juga wajar. Harga jual Peugeot 206 sangat variatif tergantung tipe, tahun produksi dan kondisi. Namun sebagai gambaran 206 matic tahun produksi 2006 harganya saat ini tak lebih dari Rp 85 juta, sementara untuk versi manual tahun produksi yang sama justru sedikit lebih mahal yaitu Rp 90 juta-an

Pilih Honda Brio 1.2 atau Nissan March 1.2?

00:30 .
Topik: Hatchback
Pilih Honda Brio 1.2 atau Nissan March 1.2?
Honda Brio dan Nissan March berada di segmen yang sama yaitu subkompak hatchback kelas A yang sem... More...
Honda Brio dan Nissan March berada di segmen yang sama yaitu subkompak hatchback kelas A yang semakin populer sejak dua tahun lalu. Nissan March sudah lebih dahulu bermain di segmen ini bersama Mitsubishi Mirage. Sementara Honda Brio meski merupakan pendatang baru namun mampu meraih popularitas dalam tempo yang terbilang singkat.

Honda Brio mengusung desain yang lebih luwes dengan banyak kemiripan dengan Honda Civic Wonder hatchback (SB3) yang populer di era 80-an. Sementara belum lama ini Nissan memberikan facelift untuk Nissan March dengan desain bonnet berbentuk “V” yang menjadi ciri khas mobil Nissan terbaru. Singkatnya baik Honda Brio maupun Nissan March sama-sama memiliki desain menawan namun beda pendekatan.

Perbandingan Honda Brio dan Nissan March

Perbandingan Honda Brio dan Nissan March

Sementara itu bagian interior Nissan March didominasi oleh kelir hitam piano yang memberikan kesan elegan dan premium meski desain dashboard-nya sendiri masih tetap sederhana seperti generasi sebelumnya. Di sisi lain interior Honda Brio didominasi oleh kelir beige kecuali bagian dashboard yang diberi warna hitam. Meski dari luar Honda Brio tampak sedikit lebih kecil dibanding Nissan March namun ternyata kondisi tidak demikian setelah menilik ke dalam kabin.

Lagi-lagi terkait akomodasi kedua mobil ini memiliki pendekatan yang berbeda. Pada satu sisi Honda Brio hanya menyediakan ruang untuk empat penumpang dewasa namun masing-masing mendapatkan kenyamanan yang optimal. Di pihak lain Nissan March berusaha mengkomodir 5 penumpang di dalam kabin plus kapasitas bagasi yang sedikit lebih lega. Sulit menentukan yang terbaik di antara keduanya karena faktor selera dan kebutuhan masing-masing konsumen yang pada akhirnya menjadi penentu.

Interior Honda Brio

Interior Nissan March

Di balik bonnet-nya kedua mobil subkompak hatchback kelas A ini mengusung mesin dengan kapasitas yang sama yaitu 1.2 liter. Bedanya mesin Hondar Brio merupakan mesin 4 silinder yang mengembuskan daya maksimum 90 dk dan torsi 110 Nm. Sementara Nissan March menggunakan mesin 3 silinder dengan daya maksimum 79 dk dan 102 Nm.

Keduanya sama-sama memiliki karakter yang pas digunakan untuk kondisi dalam kota, hanya saja saat dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol Honda Brio terasa lebih bertenaga. Sedangkan soal kualitas handling-nya sendiri Honda Brio sedikit di atas Nissan March. Bahkan jika bicara soal kualitas handling Honda Brio adalah yang terbaik di kelasnya, meski riding-nya masih kalah dari Nissan March. Dan sampai saat ini belum ada yang mengalahkan kualitas riding Mitsubishi Mirage di kelas ini.

Pilih Honda Brio atau Nissan March?

Pilih Honda Brio atau Nissan March?

Jika harus memilih antara Honda Brio 1.2 dengan Nissan March 1.2 tampaknya Honda Brio lebih layak dilirik karena lebih seimbang hampir di semua lini daripada Nissan March. Selain itu dengan kualitas handling yang lebih fun, harga lebih murah, serta konsumsi BBM lebih irit dibanding Nissan March rasa-rasanya makin jelas keunggulan Honda Brio atas Nissan March.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio

03:30 .
Topik: MPV
Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio
Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio hampir pasti dilakukan oleh siapapun yang hendak ... More...
Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio hampir pasti dilakukan oleh siapapun yang hendak membeli Low MPV untuk keperluan non niaga. Keduanya sama-sama hadir dengan desain dan akomodasi yang pas untuk keluarga muda. Meski demikian masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio sebenarnya juga bukan sebuah perkara gampang karena harus melihat preferensi calon pembeli. Meski keduanya bermain di segmen yang sama dengan harga yang tak terlalu jauh berbeda pula namun karakteristik masing-masing dalam beberapa hal sangat bertolak belakang. Preferensi yang berbeda dari masing-masing konsumen itulah menjadikan perbandingan Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio tidak bisa dibuat dengan sederhana.

Suzuki Ertiga bagaimanapun masih layak diposisikan sebagai benchmark Low MPV di tanah air dengan catatan peruntukannya adalah sebagai mobil keluarga pengangkut penumpang. Di lain pihak Honda dengan berani mengusung desain yang tidak biasa untuk sebuah MPV dan dalam waktu singkat memikat hati calon konsumen berkat citra merek Honda itu sendiri. Untuk saat ini rasa-rasanya kedua mobil ini layak difavoritkan di kelasnya dibanding beberapa kompetitor lain.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio

Spesifikasi Nissan Terrano Anyar

05:00 .
Topik: Nissan , SUV
Spesifikasi Nissan Terrano Anyar
Nissan Terrano terbaru yang mulai muncul pada pertengahan tahun lalu merupakan hasil kerja sama an... More...
Nissan Terrano terbaru yang mulai muncul pada pertengahan tahun lalu merupakan hasil kerja sama antara Nissan dan Renault. Sebagaimana diketahui bahwa kerja sama kedua pabrikan itu telah menghasilkan beberapa mobil termasuk Renault Duster yang tak lama lagi juga bakal masuk Indonesia. Nah Nissan Terrano baru ini tak lain adalah kembaran Renault Duster yang dipasarkan dengan merek Nissan (rebadged).

Spesifikasi Nissan Terrano terbaru tentu tak banyak berbeda dengan Renault Duster. Namun bagaimanapun karena membawa nama Terrano yang sebelumnya sudah memiliki konsumen loyal tersendiri di Indonesia maka rasa penasaran pun tak bisa dikubur begitu saja. Benarkah kedua mobil tersebut sepenuhnya identik? Seperti apakah persisnya spesifikasi Nissan Terrano?

Karena Renault Duster sendiri sudah pernah diulas oleh Auto Jetho’s beberapa waktu lalu maka review Nissan Terrano kali ini akan dibatasi pada hal-hal yang berbeda dengan Renault Duster. Salah satunya tentu saja adalah desain.

Spesifikasi Nissan Terrano

Desain ekterior mini SUV bermerek Nissan ini sudah pasti merupakan pembeda utama dengan sepupunya Renault Duster. Pada bagian depan Nissan Terrano merepresentasikan desain khas Nissan yang menyerupai huruf “V” sebagaimana halnya Nissan All New X-Trail dan mobil-mobil keluaran Nissan belakangan ini.

Sementara itu pada bagian belakang desain Nissan Terrano dan Renault Duster sangatlah identik. Soal desain eksterior tampaknya model yang diusung oleh Nissan bakal lebih bisa diterima oleh konsumen Indonesia ketimbang Renault Duster yang relatif masih asing.

Nissan Terrano Terbaru

Interior Nissan Terrano dan Renault Duster sangat identik kecuali logo Nissan pada lingkar kemudi Terrano. Dan ini bukanlah berita buruk sebab interior kedua mobil tersebut tampaknya merupakan hasil rancangan para desainer Renault. Kesimpulan ini ditarik lantaran nuansa desain interiornya mencirikan gaya mobil buatan Perancis.

Interior Nissan Terrano

Di sektor dapur pacu Nissan Terrano tersedia dalam tiga opsi dua diantaranya adalah mesin Diesel yang masing-masing menghasilkan daya maksimum 85 PS dan 110 PS. Sementara satu-satunya mesin bensin yang tersedia mampu menghasilkan daya maksimum 104 PS. Pada Nissan Terrano Diesel output mesin 110 PS ditransfer oleh transmisi manual enam kecepatan, sementara dua tipe lainnya menggunakan transmisi manual lima kecepatan. Sama halnya dengan Renault Duster, Nissan Terrano matic pun tidak dirilis oleh Nissan.

Mengingat di atas kertas spesifikasi Nissan Terrano dan Renault Duster sangat identik maka performa mesinnya tentu 100% identik pula. Kedua mini SUV atau di beberapa negara mengkategorikannya sebagai crossover ini memiliki karakter irit bahan bakar dan kaya torsi terutama pada tipe Diesel 110 PS.

Spesifikasi Nissan Terrano

Kelemahan Nissan Terrano dan Renault Duster di sektor dapur pacu adalah gejala turbo lag yang sangat terasa sehingga memberikan kesan tidak responsif. Gejala turbo lag pada kedua mobil kembar identik beda merek ini bisa diminimalisir dengan mempertahankan putaran mesin di atas 1200 rpm.

Perbedaan antara Nissan Terrano dengan Renault Duster lainnya adalah pada insulasi kabin dimana kabin Terrano terasa lebih senyap dibandingkan Duster. Selain itu performa riding-Nissan terasa lebih “jinak” dibanding Renault.

Bobot lingkar kemudinya terasa pas, tidak terlalu berat saat harus bermanuver di dalam kota atau area parkir namun juga tidak kelewat ringan saat dipacu dengan kecepatan tinggi. Namun kelemahan Nissan Terrano di sektor ini sama halnya dengan Renault Duster adalah lingkar kemudi yang kelewat sensitif sehingga memberikan feedback yang cukup mengganggu saat melewati jalanan berlubang.

Soal standar keselamatan mobil SUV keluaran Nissan ini layak diapresiasi karena airbag untuk pengemudi sudah ada di semua tipe bahkan pada tipe termurah sekalipun. Sedangkan pada dua tipe di atasnya masih ditambah dengan ABS dan EBD.

Nissan Terrano Review Indonesia

Dalam beberapa hal Terrano tampak lebih unggul ketimbang Duster meski platform-nya sama. Namun pada saat yang sama harga Nissan Terrano pun dibanderol lebih mahal ketimbang Renault Duster. Di atas kertas spesifikasi Renault Duster dan Nissan Terrano sama persis. Layakkah mobil bermerek Nissan itu dihargai lebih mahal karena beberapa kelebihan yang dimiliki?

Pastinya sampai hari ini PT. Nissan Motor Indonesia sendiri tampaknya masih enggan memboyong Nissan Terrano ini ke Indonesia.

Kelebihan Kelemahan Peugeot 306

06:00 .
Topik: Peugeot
Kelebihan Kelemahan Peugeot 306
Peugeot 306 di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang bahkan sampai hari ini. Sama halnya s... More...
Peugeot 306 di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang bahkan sampai hari ini. Sama halnya seperti mobil buatan Eropa, mobil buatan Perancis ini pun terkenal dengan kenyamanan meski pada sisi lain kelemahan Peugeot 306 sama seperti mobil Eropa lain yang udah berumur yaitu perawatan yang tak semudah mobil buatan Jepang. Namun bagi kolektor dan pemiliknya kondisi ini sudah dianggap lumrah dan bahkan menjadi tantangan tersendiri.

Peugeot 306 pertama kali dirilis sekitar tahun 1994 dan kala itu popularitasnya meledak dengan cukup cepat. Salah satu faktor kesuksesannya adalah kondisi dimana saat itu masih langka ditemukan mobil buatan Eropa dengan ukuran kompak. Dimensi yang kecil, kenyamanan ala mobil Eropa serta handling lincah merupakan beberapa keunggulan Peugeot 306 di mata konsumen saat itu.

Mobil ini sendiri hadir dalam wujud sedan maupun hatchback, strategi ini selanjutnya diadopsi oleh pabrikan Jepang hingga saat ini sebagaimana bisa dilihat pada Toyota Yaris-Toyota Vios, Honda Jazz-Honda City dan masih banyak lagi.

Kelemahan Peugeot 306

Di pasar global Peugeot 306 pertama kali muncul lewat tipe XR yang hanya memiliki tiga pintu sebelum pada akhirnya disusul dengan tipe XT sebagai mobil hatchback lima pintu. Peugeot 306 sedan sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1995.

Peugeot 306 tipe XR dan XT memiliki spesifikasi teknis dan tampilan yang identik satu sama lain. Satu-satunya yang membedakan adalah jumlah pintu yang tersedia. Kala itu kedua mobil Peugeot ini mengusung mesin aluminium dengan kapasitas 1.8 liter yang mampu menghasilkan daya maksimum 104.7 PS pada putaran 6000 rpm dan torsi 160 Nm yang didapat pada putaran mesin cukup rendah yaitu 3000 rpm. Karakter mesinnya responsif dan menjadikannya ideal digunakan di dalam kota.

Output mesin pada Peugeot 306 disalurkan oleh transmisi manual lima kecepatan dan transmisi matic empat kecepatan ke kedua roda di bagian depan seperti umumnya mobil hatchback sampai hari ini.

Keunggulan Peugeot 306

Dengan bobot tak lebih dari 1100 kg mesin 1.8 liter tersebut mampu membawa Peugeot 306 berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam tempo 12 detik saja. Sayangnya akselerasi Peugeot 306 matic sekitar dua detik lebih lambat dari versi manualya.

Performa handling serta riding ditangani oleh suspensi MacPherson di bagian depan dan torsion bar independent di bagian belakang yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik untuk ukuran sebuah mobil kala itu. Namun rahasia kelebihan Peugeot 306 sesungguhnya di sektor ini adalah suspensi yang lebih panjang dibanding mobil lain sekelasnya sehingga meski handling-nya baik namun kenyamanannya juga tidak begitu saja dikorbankan.

Sementara umumnya para kompetitor mengejar performa handling dengan setting suspensi yang lebih keras, konsekuensinya kenyamanan dikorbankan.

Selain itu setir model rack-and-pinion-nya memiliki bobot yang terasa pas sehingga pengemudi pun mendapat feedback sempurna.

Kekurangan Peugeot 306

Pada tipe terendahnya pun Peugeot 306 sudah dilengkapi dengan power window, adjustable steering column, central lock serta wiper belakang yang tentu saja masih merupakan kemewahan di pertengahan tahun 90-an. Namun kala itu sistem keselamatan seperti air bags dan ABS masih belum menjadi fitur standar.

Pada perkembangannya pihak pabrikan kemudian menambahkan tipe baru melengkapi keluarga Peugeot 306 dengan mengusung mesin 2.0 liter twin-cam yang dicomot dari saudaranya Peugeot 405. Output yang dihasilkan oleh mesin ini tentu lebih meyakinkan dibanding versi standar dengan 156.4 PS dan 193 Nm. Hasilnya akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam waktu 9,2 detik.
Tipe yang dikenal dengan Peugeot 306 S16 ini sudah dilengkapi dengan ABS, AC dan sunroof meski transmisinya hanya tersedia dalam mode manual.

Lompatan paling signifikan dalam sejarah Peugeot 306 terjadi pada tahun 1997 dimana pihak pabrikan merilis Peugeot 306 terbaru dengan mesin 1.8 liter yang menghasilkan daya maksimum 115.6 PS dan 158 Nm yang menjadikan mobil hatchback legendaris buatan Peugeot ini terasa makin lincah dan bertenaga.

Kelebihan Peugeot 306

Peugeot 306 keluaran 1997 ke atas adalah model yang paling banyak diincar di pasaran hingga hari ini. Selain relatif lebih muda usianya dibanding yang lain juga dilatarbelakangi oleh spesifikasi serta fitur yang diusungnya.
Pada dasarnya hingga saat ini pun mobil ini masih termasuk handal dengan catatan terawat baik.

Pada model yang diproduksi sebelum tahun 1997 kelemahan Peugeot 306 yang sering ditemukan adalah konsumsi oli yang sering terasa boros serta rattling yang kerap muncul dari piston. Kala itu pihak pabrikan sendiri mempersilakan pemilik Peugeot 306 untuk membawa kembali mobilnya ke bengkel resmi untuk mendapat perbaikan secara cuma-cuma namun sayangnya tidak semua pemilik kala itu melakukannya. Di sini calon konsumen harus berhati-hati terhadap catatan perawatan karena berpengaruh signifikan terhadap nila jual Peugeot 306 di pasaran mobil bekas.

Sementara itu keluhan luar biasa terhadap Peugeot 306 versi twin-cam lebih jarang ditemui hingga hari ini dibanding versi single-cam nya. Namun demikian yang patut diwaspadai baik pada versi single maupun twin cam adalah timing belt yang wajib diganti pada KM 80.000 atau empat tahun. Jika pemilik lama tidak melakukan penggantian tepat waktu lebih baik batalkan transaksi, sebab kelalaian ini umumnya menyebabkan kerusakan mesin yang parah.

Kelemahan Peugeot 306 lainnya yang sebenarnya umum untuk mobil bekas buatan Eropa adalah harga rem cakram depan yang sangat mahal. Dan sayangnya cakram depan pada Peugeot 306 relatif cepat aus dibanding mobil lain di usia yang sama.

Karat dan keropos juga banyak dikeluhkan pada Peugeot 306 keluaran awal dan lebih jarang ditemukan pada produksi tahun 1997 ke atas karena sudah dilapisi waterproof.

Jual Peugeot 306

Di sektor transmisi sendiri hingga sekarang tak ada keluhan berarti dari para pemilik kecuali pedal kopling yang relatif keras seperti umumnya mobil buatan Eropa seperti BMW 318i M40. Jadi kalau Anda mempertimbangkan mobil yang akan digunakan bergantian dengan istri lebih baik lupakan Peugeot 306.

Performa mesinnya sendiri hanya masuk dalam kategori rata-rata jika dibanding kompetitor sekelas dan se usia. Hanya saja kualitas handling dan riding Peugeot 306 tetap yang terbaik dibandingkan dengan semua rival yang ada. Rival Peugeot 306 yang juga masih populer hingga saat ini adalah Toyota Corolla dan Mazda 323.

Pada akhirnya selama Anda mau bersabar dalam berburu Peugeot 306 dengan kondisi baik, siap menghadapi kelemahan Peugeot 306, tidak keberatan dengan harga jual kembali yang rendah, termasuk harga suku cadang dan ongkos service yang mahal rasanya mobil ini masih sangat layak untuk dimiliki.

Kiprah Chevrolet Orlando di Indonesia

00:30 .
Topik: Chevrolet , MPV
Kiprah Chevrolet Orlando di Indonesia
Chevrolet Orlando di Indonesia hadir meramaikan bursa otomotif tanah air semenjak kurang lebih dua... More...
Chevrolet Orlando di Indonesia hadir meramaikan bursa otomotif tanah air semenjak kurang lebih dua tahun lalu. Dengan positioning yang unik yaitu menggabungkan antara konsep 7-seater MPV sekaligus crossover mobil besutan Chevrolet ini awalnya sempat diragukan. Pasalnya dengan harga yang dibanderol cukup tinggi mesin yang ditawarkan memiliki kapasitas tak sampai 2.0 liter.

Chevrolet Orlando di Indonesia hanya menyediakan satu opsi mesin yaitu empat silinder 1.8 liter dengan transmisi matic enam kecepatan yang menjadikan Orlando sebagai satu-satunya MOV di Indonesia dengan transmisi matic enam kecepatan.. Desainnya yang unik membuat mobil ini sering dilirik oleh mereka yang membutuhkan MPV 7-seater namun sekaligus ingin tampil beda. Desain berkesan tangguh ala Chevrolet dan lebih menyerupai SUV ketimbang MPV seketika membedakan MPV 7 seater lain dengan Chevrolet Orlando di Indonesia.

Chevrolet Orlando Indonesia Review

Meski konsep dan desainnya tampak unik jika dibanding mobil lain sekelasnya namun dibalik itu sebenarnya lebih banyak pendekatan konvensional yang diambil oleh pihak pabrikan. Tengok saja misalnya sistem penggerak roda depan yang juga diadopsi oleh MPV lain di kelas ini. Sebenarnya Chevrolet Orlando Diesel menjadi opsi yang lebih layak dipertimbangkan oleh calon konsumen namun sayangnya hingga kini belum ada tanda-tanda bakal dihadirkan di Indonesia.

Di sektor interior Chevrolet Orlando lagi-lagi memiliki keunikan dibanding MPV lain seperti posisi duduk yang lebih rendah namun diimbangi desain yang tetap mampu memberikan pandangan luas bagi pengemudinya. Beberapa fitur yang ada di balik kabin Orlanda antara lain adalah climate electric, tilt telescopic steering serta MID pada instrumen speedometer.

Interior Chevrolet Orlando

Soal standar keselamatan sebagaimana umumnya mobil-mobil keluaran Chevrolet maka empat buah airbag, dengan sistem rem cakram plus ABS dan EBD. Begitu pula power steering elektrik, electronic stability program dan traction control. Serta side impact protection beam dan spion lipat otomatis semuanya sudah menjadi bagian dari Chevrolet Orlando yang dipasarkan di Indonesia.

Di sektor keselamatan Chevrolet Orlando layak mendapatkan lima bintang, hanya saja airbags yang tidak ditempatkan untuk semua penumpang menjadi salah satu poin minus meski faktanya mayoritas kompetitornya di Indonesia juga demikian atau bahkan lebih buruk.

Memang dashboard-nya didominasi oleh material plastik yang secara estetika merupakan nilai minus. Namun setidaknya soal kualitas dan durabilitas tak ada yang perlu dikritisi di sini

Seperti sudah disebut bahwa posisi duduk terasa lebih rendah dibanding umumnya MPV namun selain desain yang memberikan pandangan luas untuk pengemudi juga baik lingkar kemudi maupun jok pengemudi bisa diatur ketinggiannya.

Soal akomodasi penumpang depan dan baris kedua sama-sama dimanjakan dengan headroom dan legroom yang lega. Sedangkan pada bangku baris ketiga meski tak senyaman baris kedua namun masih terbilang layak untuk memuat dua penumpang dewasa berukuran normal, jauh lebih layak dibandingkan segmen Low MPV yang satu kelas di bawahnya.

Harga Chevrolet Orlando

Chevrolet Orlando Indonesia Interior

Di atas kertas mesin 1.8 liter yang menjadi dapur pacu Chevrolet Orlando memang tampak di bawah rata-rata, namun berkat teknologi Ecotec faktanya mesin dengan konfigurasi empat silinder ini sanggup memuntahkan daya maksimum 141 dk dan torsi maksimum 176 Nm. Sementara market leader di kelas ini yaitu Toyota Innova yang dibekali mesin 2.0 liter “hanya” sanggup menghasilkan daya maksimum 136 dk. Output mesin MPV keluaran Chevrolet ini berada di antara Toyota Innova dan Nissan Serena.

Spesifikasi Chevrolet Orlando

Engines and Transmission LT 1.8 AT
Transmission 6 Speed Automatic
Fuel Injection System Multi Point Fuel Injection System
Suspension McPherson Strut – Front /Compound Crank – Rear
Torque 176 Nm/3800 rpm
Valves 4 Valves Per Cylinder
Drive Axle Front Wheel Drive (FWD)
Steering Electric Power Steering (EPS)
Camshaft Layout Double overhead camshaft
Brakes Brakes – Disk Brakes Front, Ventilated & Rear
Power Output 6200 rpm/141 ps
Fuel Type Petrol
Cylinder Configuration 4 cylinders in-line
Stroke (mm) 88.2
Displacement (cc) (ccm) 1796
Compression Ratio (Ratio) 10.5
Bore (mm) 80.5
Fuel Consumption LT 1.8 AT
Emission class Emission class Euro V
CO2 Emission (g/km) 184
Dimensions LT 1.8 AT
Seating Capacity Seats – 7
Shoulder Room Rear (mm) 1419
Legroom Rear (mm) 917
Headroom Rear (mm) 983
Legroom Front (mm) 1034
Shoulder Room Front (mm) 1450
Track Front (mm) 1584
Fuel Tank Capacity (l) 64
Min. Turning Radius (m) 11.3
Max. Allowable Weight (kg) 2179
Width Incl. Mirrors (mm) 1836
Length (mm) 4652
Kerb Weight (kg) 1539
Towing Capacity (Braked) (kg) 1100
Load Space Seats Folded (l) 466
Towing Capacity (Unbraked) (kg) 750
Track Rear (mm) 1588
Load Space Seats Up to Window Line (l) 101
Roof Load (kg) 100
Height With Roof Rails (mm) 1633
Wheelbase (mm) 2760

Soal kualitas riding dan handling pada satu sisi Chevrolet Orlando memiliki stabilitas dan body control yang jauh di atas rival-rivalnya di kelas ini. Kemampuannya untuk mengatasi permukaan jalan yang kurang baik pun menjadi salah satu keunggulan Chevrolet Orlando atas kompetitor. Bobot setirnya pada satu sisi menjadikan pengemudi merasa percaya diri saat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun pada sisi lain terasa lebih berat dibanding kompetitor saat hendak memarkirkannya. Kelemahan Chevrolet Orlando sebagaimana sudah bisa ditebak dari keunggulannya yaitu bantingannya terbilang keras untuk ukuran sebuah MPV yang sangat identik dengan mobil keluarga.

Chevrolet Orlando Indonesia Spesifikasi

Singkatnya Chevrolet Orlando sudah memiliki semua aspek serta kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuatnya berbeda dengan para kompetitor sekaligus memenuhi ekspektasi konsumen di kelas tersebut. Mobil ini layak dipilih sebagai alternatif bagi mereka yang menghendaki sebuah mobil keluarga tujuh penumpang dengan kenyamanan rata-rata dan pada sisi lain tetap tidak mengorbankan performa serta penampilan.

Saat ini harga Chevrolet Orlando di Indonesia menurut situs resmi Chevrolet Indonesia dibanderol Rp 295 juta.

Perbandingan Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail : Sebuah Komparasi Asal

01:00 .
Topik: SUV
Perbandingan Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail : Sebuah Komparasi Asal
Rivalitas Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail memasuki babak baru setelah baru-baru ini Nissan m... More...
Rivalitas Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail memasuki babak baru setelah baru-baru ini Nissan melakukan peremajaan terhadap SUV-nya itu. Nissan X-Trail terbaru muncul pertama kali di Indonesia pada gelaran IIMS lalu. Sementara meski Mazda CX-5 di Indonesia sudah berkiprah beberapa tahun namun desain dan teknologinya masih sangat layak bersaing dengan All New X-Trail.

Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail memang bukan satu-satunya rivalitas yang layak disoroti. Namun sebagaimana dilaporkan oleh AutoNetMagz beberapa waktu lalu bahwa pada gelaran IIMS 2014 penjualan Mazda CX-5 setengah kali lipat lebih tinggi dibanding Nissan X-Trail yang notabene lebih fresh dan lebih murah khusus untuk event tersebut. Apakah fenomena pada IIMS tersebut mampu merepresentasikan potensi rivalitas antara Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail?

Ditilik dari desainnya kedua SUV kompak ini sama-sama layak merepresentasikan brand masing-masing. Mazda CX-5 menjadi mobil pertama keluaran Mazda yang menganut desain Kodo dan kini desain moncong ala cheetah itu sudah diadopsi oleh semua mobil terbaru keluaran Mazda dan sudah menjadi indentitas yang melekat. Sementara Nissan All New X-Trail pun juga demikian, desain moncong ala “V” menjadi ciri khas X-Trail terbaru bersama-sama dengan mobil terbaru keluaran Nissan lainnya.

Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail

Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail

Bicara soal detil, Nissan X-Trail terbaru yang dilengkapi dengan LED daytime lights rasa-rasanya bakal membuat penampilannya makin mencolok terlebih ketika dikemudikan di malam hari.

Beralih ke bagian buritan baik Mazda CX-5 maupun Nissan X-Trail terbaru sama-sama dibekali rear spoiler yang bukan saja membuat kedua kompak SUV tersebut tampak sporti namun juga bukan sekedar hiasan sehingga memiliki kontribusi dalam memperbaiki aerodinamikanya.

Meski sama-sama menunjang estetika dan aerodinamika namun pendekatan desain yang diusung keduanya sedikit berbeda. Mazda CX-5 memiliki desain rear spoiler yang cenderung membulat sementara pada X-Trail berkesan lebih tegas dengan tepi-tepi yang tajam.

Di bagian kaki kedua mobil ini menggunakan kombinasi ban dan velg yang berbeda. Jika Mazda menggunakan perpaduan 225/55R19 di lain pihak Nissan pilih mengadopsi 225/60R18, tentulah masing-masing pabrikan memiliki pertimbangan berbeda dan disesuaikan dengan karakteristik tiap mobil tersebut. Walaupun penampilan Mazda CX-5 dengan velg 19 inch sudah pasti tampak lebih menarik ketimbang velg 18 inch pada X-Trail, namun asumsinya Nissan X-Trail yang menggunakan profil lebih besar bakal mampu memberikan peredaman lebih baik di jalan yang tidak rata dibanding Mazda CX-5. Benar atau tidak silakan coba sendiri.

Komparasi Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail

Perbandingan Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail

Saat ini All New Nissan X-Trail di Indonesia hanya tersedia dalam tiga opsi yaitu 2.0 M/T, 2.0 CVT dan tipe termahalnya adalah 2.5 CVT. Sementara Mazda CX-5 yang sudah dua tahun berkiprah di Indonesia menawarkan opsi pilihan sama yaitu Grand Touring, Touring dan Sport.
Bedanya, semua varian yang ditawarkan oleh Nissan memiliki bangku baris ketiga (7-seater), sementara semua tipe yang tersedia pada Mazda CX-5 adalah 5-seater. Walau demikian bangku baris ketiga pada X-Trail juga seperti umumnya SUV di kelas ini ruangnya sangat terbatas terutama untuk legroom.

Pada tipe tertingginya kedua kompak SUV tersebut sama-sama mengandalkan dapur pacu dengan kapasitas 2.5 liter. Pada CX-5 output yang dihasilkan adalah 184 PS, sementara output X-Trail sedikit di bawah CX-5 yaitu 171 PS. Sementara soal efisiensi tampaknya Mazda lebih unggul berkat teknologi Skyactiv namun pada saat yang sama ternyata daya maksimum yang dihasilkan juga lebih besar. Berkat perpaduan mesin dan transmisi berteknologi Skyactiv tersebut akselerasi Mazda CX-5 sejauh ini adalah yang terbaik dibandingkan para kompetitor termasuk All New Nissan X-Trail.

Pilih Mazda CX-5 atau All New Nissan X-Trail

Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail Indonesia

Kualitas handling danriding Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail tidak terlalu jauh berbeda. Keduanya sama-sama menawarkan posisi duduk yang tinggi dan desain yang memberikan pandangan luas bagi pengemudi.

Hanya saja pendekatan yang dianut keduanya sedikit bertolak belakang. Para desainer Mazda tampaknya mengedepankan stabilitas dan kenyamanan pengemudi seperti umumnya mobil-mobil Mazda yang lain. Karena itu suspensinya disetting lebih keras dengan konsekuensi mengorbankan kenyamanan penumpang.

Sementara Nissan X-Trail terbaru di lain sisi berusaha menjadikan SUV terbarunya ini “lebih beradab” dibanding generasi sebelumnya dengan mengedepankan kenyamanan bagi penumpang dengan konsekuensi sebaliknya terhadap stabilitas pengendalian.

Interior Mazda CX-5

Interior All New Nissan X-Trail

Perbedaan pendekatan antara keduanya sebenarnya juga sudah bisa diduga dengan memperhatikan spesifikasi masing-masing di atas kertas. Salah satunya adalah pilihan Nissan untuk menggunakan transmisi CVT untuk X-Trail, sementara Mazda enggan menggunakan transmisi ini karena bakal berseberangan dengan konsep Zoom-Zoom yang menjadi tagline mereka beberapa tahun belakangan ini.

Sampai di sini saja sebenarnya sudah tampak jelas ketika membandingkan antara Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail. Kenyamanan dan akomodasi pada X-Trail menjadikannya lebih layak dipilih sebagai mobil keluarga, sementara pada sisi lain meski masih mampu mengakomodir keluarga muda namun selain daya muatnya lebih terbatas kenyamanan pun sedikit dikorbankan pada Mazda CX-5.

Bagaimanapun soal kualitas handling keduanya tidak jauh berbeda. Di sektor kaki-kaki baik Mazda CX-5 maupun Nissan X-Trail terbaru sama-sama menggunakan kombinasi suspensi MacPherson di bagian depan dan multi-link independent di bagian belakang.

Bagaimana kesimpulan perbandingan Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail? Seperti biasa jawabannya tidak pernah gampang didapat karena kembali pada peruntukan dan preferensi masing-masing. Kedua kompak SUV itu sama-sama menawarkan keunggulan di sektor desain, performa dan akomodasi.

Bagus mana Mazda CX-5 atau. All New Nissan X-Trail

Mazda CX-5 vs. All New Nissan X-Trail terbaru

Jika harus merekomendasikan salah satu di antara keduanya jujur saja tidak bisa dijawab karena ada banyak variasi atribut yang harus dipertimbangkan termasuk gaya mengemudi masing-masing calon konsumen. Yang terbaik tentu mencoba keduanya secara langsung dan menentukan sendiri mana yang paling sesuai dengan gaya mengemudi serta kebutuhan Anda.

Harga All New Nissan X-Trail saat ini dibanderol Rp 383 juta untuk tipe 2.0 MT, Rp 413 juta untuk 2.0 CVT dan tipe tertingginya yaitu 2.5 CVT dibanderol 413.5 juta. Sementara harga Mazda CX-5 saat ini dibuka mulai Rp 411 juta untuk tipe Sport, Rp 436 juta untuk tipe Touring dan Rp 455 juta untuk tipe Grand Touring. Untuk warna soul red bahkan lebih mahal lagi.

Suzuki Karimun Wagon R Matic Masuk Indonesia?

12:22 .
Topik: Hatchback , Suzuki
Suzuki Karimun Wagon R Matic Masuk Indonesia?
Setelah dikabarkan bahwa Datsun Go Panca matic bakal segera dirilis ternyata tak lama kemudia dibe... More...
Setelah dikabarkan bahwa Datsun Go Panca matic bakal segera dirilis ternyata tak lama kemudia diberitakan oleh AutonetMagz bahwa Suzuki pun akan mengambil langkah serupa. Belum lama berlalu tepatnya di gelaran IIMS kemarin PT. SIS merilis varian tertinggi LCGC andalannya yang dinamai Suzuki Karimun Wagon R GS, ternyata selain tipe GS masih ada amunisi lain yang disembunyikan.

Tampaknya Suzuki tidak akan memisahkan Suzuki Karimun Wagon R dengan transmisi matic ini dari segmen LCGC sebagaimana dilakukan Honda terhadap Honda Brio. Minat calon konsumen LCGC yang cukup tinggi terhadap mobil dengan transmisi otomatis rupa-rupanya dianggap lebih menguntungkan ketimbang mengikuti keputusan yang diambil oleh Honda.

Menilik sejarah Suzuki Karimun maupun Maruti Wagon R yang sejak lahir belum pernah didampingi dengan transmisi matic maka proses mewujudkan Suzuki Karimun Wagon R matic tidak bakal singkat. Namun demikian Maruti sendiri sebenarnya juga sudah mengaplikasikan transmisi matic pada Maruti Celerio yang notabene mesinnya sama dengan Suzuki Karimun Wagon R.

Suzuki Karimun Wagon R Matic

Sejauh ini rumornya Suzuki Karimun Wagon R matic akan dirilis paling cepat tahun depan, dan soal harga masih menjadi misteri. Justru pertanyaan baru yang muncul adalah apakah dengan kehadiran Wagon R matic ini berarti PT. SIS tidak jadi memasukkan Suzuki Celerio ke Indonesia?

Bisa jadi demikian, pasalnya dengan semakin banyaknya varian Karimun Wagon R justru masuknya Suzuki Celerio bakal membingungkan konsumen. Selain itu selama ini Karimun Wagon R sudah terbukti diterima dengan baik oleh pasar, jadi kenapa Suzuki harus mengambil resiko dengan memasukkan Celerio yang bukan hanya belum teruji di pasar Indonesia namun juga berpotensi saling mengkanibal dengan Wagon R di pasaran.

Asumsi ini rasanya sejalan dengan penuturan Davy J Tuilan, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jaringan SIS yang tempo hari menyebut bahwa Suzuki memang akan memperkenalkan mobil baru pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Kala itu Davy menegaskan bahwa konsen PT. SIS adalah pada model yang merupakan mobil dengan penjualan atau permintaan yang besar. Maka rasanya tak berlebihan bahwa yang dimaksudnya tak lain adalah Suzuki Karimun Wagon R yang sejauh ini memang menyumbang penjualan fantastis bagi PT. SIS.