Hari Ini

Pilih BMW 320i atau Mercedes C200?

01:00 .
Topik: Sedan
Pilih BMW 320i atau Mercedes C200?
Harga BMW 320i menurut pricelist yang didapat dari laman resmi BMW Indonesia dibuka diharga Rp 61... More...
Harga BMW 320i menurut pricelist yang didapat dari laman resmi BMW Indonesia dibuka diharga Rp 619 juta. Sementara harga Mercedes C200 yang tertera di laman resm Mercedez-Benz Indonesia dibanderol mulai Rp 609 juta. Artinya jika harga tersebut benar, di luar diskon, program promosi dan sebagainya maka harga Mercedes C200 sekitar Rp 10 juta lebih murah dibanding harga BMW 320i.

Harga BMW 320i dan Merceedes C200 memang berselisih lumayan, namun keduanya sama-sama pilihan terbaik di kelasnya. Fitur kedua mobil yang saling bersaing ini pun tidak jauh berbeda satu sama lain. Lantas pertanyaannya apakah cukup layak selisih harga Rp 10 juta yang membedakan antara harga C200 dengan harga BMW 320i?

Kedua luxury medium sedan itu sama-sama hadir dengan velg berukuran 18 inch dan desain yang atraktif. Fitur-fitur standar seperti dual-zone climate control, cruise control, push-button keyless start dan satellite navigation dengan USB, AUX-in, Bluetooth serta konektivitas audio ada pada keduanya. Pun tentu saja power window pada keempat jendelanya.

Harga BMW 320i

Pilih BMW 320i atau Mercedes C200?

Fitur penunjang keselamatan seperti sensor parkir depan maupun belakang, sistem yang memberikan peringatan kala ada pengendara lain yang berada pada blind spot, auto parking dan sebagainya kurang lebih sama pula pada keduanya.

Bedanya jika pada BMW 320i pengemudi mendapatkan pandangan kamera dari keempat sisi sementara pada Mercedes C200 hanya pandangan dari sisi belakang saja. Kelebihan lain pada BMW 320i adalah fitur yang otomatis membuka kunci begitu sensor mendeteksi pengemudi membawa kunci sekalipun diletakkan di dalam kantong. Sementara pada C200 fitur ini tersedia sebagai opsional.

Masuk ke dalam interior Mercedes-Benz C200 pengemudi disuguhi oleh radio digital. Mobil ini juga dilengkapi dengan peringatan jika sensor mendeteksi bakal terjadi benturan dan kemudian akan secara otomatis mengaktivasi rem jika pengemudi terlambat menginjaknya. Sembilan airbag yang terletak di bagian depan, samping termasuk melindungi lutut pengemudi menjadi fitur keselamatan standar di dalamnya.

Dashboard yang diberi warna kombinasi black piano dan silver memberikan kesan seolah sedang berada di dalam kabin Mercedes S-Class.

Interior Mercedes C200

Interior BMW 320i

Jika Mercedes C200 banyak mengadopsi dari mobil seri di atasnya, dalam hal ini S-Class. Sebaliknya justru BMW 320i banyak mengadopsi dari BMW Seri 1 yang notabene kelasnya lebih rendah. Selain desain dan tata letak, layar monitor 320i pun berukuran sama seperti BMW Seri 1 yang sudah pasti lebih kecil dibanding layar monitor milik C200.

Kompartemen dan glove box di dalam kabin BMW 320i bukan hanya lebih kecil dibanding C200 namun juga tidak diberi penutup sebaik rivalnya itu.

Sebaliknya sistem iDrive milik BMW bukan hanya lebih mudah digunakan namun juga lebih reliable dibandingkan sistem Command milik Mercedes yang untuk memilikinya saja harus mengeluarkan biaya ekstra karena dijual sebagai aksesoris opsional.

Pada kabin belakang Mercedes menyediakan legroom lebih baik ketimbang BMW namun sebaliknya headroom BMW lebih baik dibandingkan Mercedes.
Sementara untuk kapasitas bagasi meski desainnya tampak cukup berbeda namun keduanya menawarkan menawarkan volume yang sama yaitu 280 liter.

Pada sektor dapur pacu keduanya sama-sama menawarkan mesin 2.0 liter turbocharged. Baik dapur pacu BMW 320i maupun Mercedes C200 menghasilkan daya maksimum yang sama yaitu 183.5 PS. Namun torsi C200 yang 300 Nm sedikit lebih besar dibanding torsi 329i yang “hanya” 270 Nm.

Meski pada akselerasi 0-100 km keduanya mencatatkan waktu yang identik yaitu 7.3 detik namun kala dikendarai akselerasi Mercedes C200 terasa lebih ringan dan cepat dibandingkan BMW 320i. Suara mesin pada C200 juga terasa lebih mantap dan bulat dibanding 320i.

Keunggulan lain BMW 320i dibandingkan Mercedes C200 adalah transmisinya yang memiliki delapan kecepatan dimana Mercedes hanya memiliki tujuh kecepatan. Selain itu saat perpindahan gigi BMW 320i terasa lebih halus dengan tenaga yang tidak drop dibanding C200 yang kadang terasa terlambat.

Soal kualitas riding dan handling Mercedes C200 cukup mengensankan berkat kabin yang terasa sangat senyap meski suara angin yang berasal dari pintu merusak kesempurnaannya. Pada kabin BMW suara mesin dan ban lebih terasa namun tidak demikian dengan suara angin pada kecepatan tinggi.

harga mercedes C200

harga BMW 320i

Di jalan lurus BMW 320i terasa lebih stabil dibanding C200, namun suspensinya terasa lebih keras sehingga saat melewati permukaan yang kurang rata kenyamanan penumpang sedikit dikorbankan.
Sebaliknya Mercedes C200 memberikan kenyamanan lebih baik bagi penumpang saat melewati permukaan jalan kurang baik sekalipun.

Berkat bobot mobil yang lebih berat maka gejala body roll lebih minim dirasakan pada C200 ketimbang 320i. Fakta yang cukup mengecewakan mengingat selama ini BMW dipersepsikan lebih sporti dibanding Mercedes.

Terlepas dari kelebihan dan kekurang masing-masing, selisih harga sekitar Rp 10 juta rasa-rasanya cukup layak untuk menebus harga BMW 320i. Sebab sebagai mobil sedan mewah semestinya fitur-fitur yang ada pada 320i sudah semestinya menjadi standar dan bukan dijual sebagai opsional seperti pada C200.

Namun demikian di luar kelengkapan fitur tersebut Mercedes C200 terbukti memiliki lebih banyak keunggulan dibanding BMW 320i antara lain dari performa mesin, performa handling begitu pun dengan kualitas riding-nya. Jadi selama Anda tidak berkeberatan untuk membeli fitur-fitur opsional yang mestinya sudah menjadi fitur standar untuk mobil sekelas ini rasa-rasanya Mercedes C200 lebih layak dipertimbangkan.

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

10:37 .
Topik: Hatchback , Suzuki
Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX
Suzuki Karimun Wagon R GS kini menjadi tipe termahal di jajaran keluarga Suzuki Karimun Wagon R . ... More...
Suzuki Karimun Wagon R GS kini menjadi tipe termahal di jajaran keluarga Suzuki Karimun Wagon R. Jika dibanding dengan Wagon R GX yang sebelumnya menjadi tipe paling mahal selisih harga keduanya berkisar Rp 2 juta. Lantas apa saja yang membedakan Suzuki Karimun Wagon R GS dengan tipe GX hingga selisih harga keduanya bisa dibilang cukup lumayan itu?

Suzuki Karimun Wagon R sendiri merupakan sukses kedua PT. SIS setelah sebelumnya mencatatkan penjualan fantastis pula lewat Suzuki Ertiga. Tak heran jika alih-alih memasarkan dengan nama berbeda PT. SIS lebih memilih memasukkan mobil yang aslinya bernama Maruti Stingray ini sebagai tipe tertinggi di keluarga Karimun Wagon R. Harapannya tentu saja bahwa dengan nama yang sudah diterima konsumen selama ini maka perusahaan tersebut bakal meraih sukses yang sama bersama Suzuki Karimun Wagon R GS.

Suzuki Karimun Wagon R GS sendiri meski di negeri asalnya India dipasarkan sebagai lini produk terpisah dari Wagon R namun dibangun dengan platform yang sama, bahkan kemiripan keduanya sangat erat. Sementara Wagon R menyasar segmen keluarga muda, Stingray pada pihak lain menyasar kelompok usia yang lebih muda lewat tampilan dan fitur yang lebih sesuai dengan kelompok usia tersebut.

Lantas bagaimana dengan perbedaan antara Suzuki Karimun Wagon R GS yang beredar di Indonesia dengan Suzuki Karimun Wagon R GX yang sudah lebih dulu beredar?

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Seperti sudah disebut bahwa selisih harga keduanya ada di kisaran Rp 2 juta. Sementara di sektor performa rasa-rasanya tak ada perbedaan yang bisa disebut mengingat keduanya sama-sama menggunakan mesin K108 tiga silinder dengan kapasitas 998 cc. Seperti sudah diketahui mesin ini memuntahkan daya maksimum 68 ps dan torsi maksimum 90 Nm. Karakter mesin ini terasa pas di dalam kota sebagaimana mestinya peruntukan mobil ini.

Efisiensi BBM Suzuki Karimun Wagon R GS tentu sama dengan tipe lain yang diklaim 20,51 km/liter oleh pihak pabrikan. Sementara itu untuk kualitas handling dan riding keduanya pun identik karena sasis, dimensi dan suspensi yang identik pula.
Singkatnya di sektor teknis tak ada perbedaan antara Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Suzuki Karimun Wagon R GX dan berlaku pula untuk tipe lainnya.

Lantas kemana selisih Rp 2 juta itu dibelanjakan? Jawabnya ada di bagian eksterior terutama pada bagian depan. Suzuki Karimun Wagon R GS memiliki grille dan lampu depan dengan desain yang berbeda sama sekali dengan tipe lain di bawahnya. Selain itu kap mesinnya juga tampak rata dibandingkan Suzuki Karimun Wagon R tipe lain.

Dengan desain bagian depan yang berbeda ini maka kesan keseluruhan yang ditampilkan oleh Suzuki Karimun Wagon R GS beda dari GX, GL dan GA. Wagon R GS tampak lebih menarik perhatian dan sporti. Dan meski pada versi aslinya Maruti Stingray sudah dilengkapi dengan rear spoiler, rear wiper dan side skirt sayangnya tidak demikian ketika mobil ini bertransformasi menjadi Wagon R tipe GS di Indonesia.

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Dari samping yang menjadi pembeda antara Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Wagon R GX adalah desain velg yang lebih mencolok dan berukuran lebih besar pula.

Di bagian interior Suzuki Karimun Wagon R GS lagi-lagi selain dominasi warna gelap tidak ada pembeda lainnya dengan tipe di bawahnya. Memang kelir black piano memberikan kesan lebih premium namun beberapa fitur yang menjadi andalan Maruti Stingray seperti setir yang bisa diatur, kontrol audio di lingkar kemudi, airbag untuk pengemudi maupun ABS semuanya sudah disunat ketika dipasarkan di Indonesia dengan nama Suzuki Karimun Wagon R GS.

Interior Suzuki Karimun Wagon R GS

Interior Suzuki Karimun Wagon R GX

Meski Suzuki Karimun Wagon R GS cukup mengecewakan karena tidak sesuai dengan ekspektasi calon konsumen yang semula berharap bakal mengusung semua kelengkapan dan fitur seperti versi aslinya namun bukan berarti selisih harga Rp 2 juta tersebut tidak worthed. Nyatanya untuk memodifikasi Suzuki Karimun Wagon R GX agar memiliki tampang Karimun Wagon R GS biaya yang dikeluarkan kurang lebih sama, sementara kualitas finishing-nya sudah hampir pasti takkan sebaik kualitas pabrik.

Sejarah Panjang Perjalanan VW dan VW Golf

00:08 .
Topik: Artikel , Volkswagen
Sejarah Panjang Perjalanan VW dan VW Golf
Pangsa pasar VW Golf di Indonesia mungkin memang sangat terbatas karena berbagai faktor salah satu... More...
Pangsa pasar VW Golf di Indonesia mungkin memang sangat terbatas karena berbagai faktor salah satunya adalah faktor harga. Namun secara global mobil rakyat ini memiliki reputasi sebagai mobil hatchback yang efisien, terjangkau sekaligus reliable. Bahkan sampai saat ini mobil keluaran Volkswagen itu masih menjadi tolok ukur untuk kategori hatcback kelas B.

Tak diragukan bahwa VW Golf adalah fenomena tersendiri dalam sejarah otomotif dunia. Sebuah legenda yang sukses bertransformasi dan bertahan hingga hari ini. Lantas apakah yang menjadikan sebuah merek atau model tertentu bisa menjadi sebuah fenomena seperti Volkswagen Golf? Desainnya? Harganya? Kualitasnya? Atau merek itu sendiri?

Beberapa tahun yang lalu situs berita North Shore News pernah memuat artikel mengenai VW Golf, dan pada artikel tersebut penulisnya setengah berkelakar bahwa VW Golf mungkin akan menjadi satu-satunya mobil yang masih akan ada sampai kiamat. Meski terdengar sebagai candaan namun melihat sepak terjang dan transformasi Golf dari tahun ke tahun tampaknya hal itu sangat mungkin terjadi.

VW Golf Indonesia

Namun alih-alih memprediksi masa depan VW Golf yang belum pasti dan perjalanannya yang masih sangat panjang alangkah lebih pasti jika kita menengok ke belakang, menilik sejarah VW Golf sambil mengagumi kesuksesan transformasinya dari generasi ke generasi.

Sebagian besar maniak otomotif pasti sudah paham bahwa kelahiran cikal bakal VW Golf merupakan hasil dari keputusan politik pada masa itu dan tak bisa dipisahkan dari nenek moyangnya: VW Beetle.

Bertahun-tahun silam seorang bernama Mussolini yang kini mungkin lebih dikenal sebagai salah satu sosok antagonis dalam sejarah dunia bertekad untuk menciptakan sebuah warisan yang akan selamanya dikenang oleh dunia.

Bagi banyak orang sosok Mussolini adalah sosok penuh kontroversi, kekelaman dalam sepak terjang semasa hidupnya memang tak bisa dipungkiri. Namun pada sisi lain siapapun harus mengakui bahwa dirinya adalah seorang pemimpin yang sangat visioner, sebuah kualitas yang tak banyak dimiliki oleh pemimpin masa kini.

Bertahun-tahun kemudian di belahan dunia yang berbeda seorang pemuda jenius sekaligus ambisius menjadikan sosok Mussolini sebagai idolanya. Seorang pemuda yang kemudian terjuan ke dunia politik ini pada saat yang sama juga adalah penggemar otomotif yang mengidolakan Henry Ford.

Belajar dari kehidupan, pandangan politik serta ajaran Mussolini, dalam benak sang pemuda jenius dan ambisius ini muncul sebuah ide. Andaikata saja dirinya mampu mewujudkan impian banyak orang (common people) mengenai alat transportasi yang murah namun layak maka ia yakin dirinya bakal mampu merebut hati rakyat. Mungkin pemikiran ini pulalah yang menjangkiti para pemimpin kita saat membuat kebijakan LCGC…

Well,… ya… pemuda itu tak lain adalah sosok kontroversial dan tokoh di balik sejarah gelap dunia lainnya yaitu Hittler. Lebih dari yang dilakukan oleh Mussolini terhadap sistem perkereta-apian di Italia, Hittler ingin alat transportasi itu dimiliki oleh rakyat, individu per individu.

Gayung pun bersambut, sebab pada era yang bersamaan di bidang yang lain lahirlah sosok jenius di bidang permesinan, Ferdinand Porsche yang sedang memulai usahanya sebagai konsultan bagi Auto Union dan Daimler-Benz. Meski usahanya relatif baru, namun reputasi dan nama besarnya meroket dengan cepat.

VW Golf Indonesia

Hittler sendiri pada akhirnya mempresentasikan idenya pada gelaran Berlin Auto Show di tahun 1933, dan seperti yang diyakini olehnya ide itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Rakyat yang kala itu tidak melihat agenda di belakang ide tersebut beranggapan bahwa pemikiran Hittler ada sebuah kemurahan hati yang mendengar harapan masyarakat selama ini agar kendaraan pribadi bukan monopoli kalangan berduit saja.

Dalam rangka merealisasikan ide tersebut Hittler pun mengundang Ferdinand Porsche dalam sebuah pertemuan di Hotel Kaiserhof pada musim panas setahun kemudian. Saat itu sang calon diktator sudah memberikan syarat spesifik bahwa harga mobil tersebut tak boleh lebih dari 1000 Reichsmarks (mata uang Jerman kala itu) dan mampu setidaknya mengangkut dua penumpang dewasa dan tiga anak-anak.

Lebih spesifik lagi Hittler mensyaratkan mobil rakyat tersebut harus mampu melaju dengan kecepatan 96 km/jam dengan konsumsi BBM kurang lebih 13 km/liter. Prasyarat tersebut tentu saja dianggap mustahil oleh sebagian besar orang kala itu, namun tidak demikian dengan Porsche.

Satu hal yang kala itu tidak diketahui oleh Hittler adalah bahwa Ferdinand Porsche sudah memiliki sebuah prototype mobil berukuran kompak bernama Volksauto yang dibuatnya setahun sebelum Hittler mempresentasikan ide tersebut di Berlin.
Spesifikasi Volksauto hampir sesuai dengan apa yang disyaratkan seperti penempatan mesin di belakang dan berpendingin udara.

VW Golf Indonesia

Satu-satunya alasan Porsche tidak memproduksi purwarupa tersebut adalah alasan biaya produksi. Jadi bisa dilihat bagaimana kedua orang berbeda visi dan latar belakang tersebut seolah seperti saling menemukan satu sama lain secara tidak terencana.

Hanya dalam selang waktu setahun (1935) Porsche sudah memodifikasi Volksauto dan mewujudkan prototype siap produksi sesuai spesifikasi yang disyaratkan oleh Hittler. Pada tahun itu pula Porsche berangkat ke Amerika Serikat untuk mempelajari proses produksi serta model dari beberapa pabrikan otomotif di sana termasuk Ford.

Namun pada saat Porsche siap masuk ke tahap produksi Hittler mulai menampakkan agenda sebenarnya. Alih-alih menerima masukan Porsche mengenai proses produksi yang ideal sebagaimana dia pelajari berdasar pengalamannya di AS, Hittler justru melakukan perekrutan dengan caranya sendiri. Proses produksi dikawal oleh militer yang menerapkan aturan waktu produksi ketat. Hittler hanya peduli mobil tersebut segera beredar sehingga agenda berikutnya bisa segera dieksekusi pula.

Alih-alih sebagai mobil rakyat pada akhirnya VW Beetle yang menjadi cikal bakal VW Golf itu diubah menjadi mesin perang yang sanggup melewati berbagai medan panas, dingin, termasuk menerobos kubangan lumpur.
Fasilitas produksinya sendiri kemudian mempekerjakan para tawanan perang yang saat itu berjumlah sekitar 12.000 orang.

VW Golf Indonesia

Sejarah Perjalanan VW Pasca PD II

Baru setelah berakhirnya Perang Dunia II Volkswagen kembali pada tujuannya semula sebagai mobil rakyat sebagaimana diharapkan oleh publik kala itu.

Di bawah pengawasan pihak Inggris yang menempatkan Mayor Ivan Hirst sebagai penanggung jawabnya proses produksi mobil rakyat itu dimulai pada tahun 1946. Mula-mula mobil ini dijual di pasar Jerman sendiri sebelum akhirnya merambah ke negara-negara lain di Eropa. Popularitasnya pun kemudian sampai ke AS setelah para tentara AS yang bergabung dengan Sekutu di PD II kembali ke tanah airnya. VW Beetle sekaligus mencatatkan diri sebagai mobil pertama yang diproduksi sebanyak 1 juta unit di Eropa.

Sukses melepaskan dirinya sebagai bagian dari sejarah gelap dunia dengan kampanye pemasaran yang jitu menjadikan Volkswagen pada akhirnya sukses menjual mobil pertamanya sebanyak 21 juta unit. Bahkan insiden kebakaran pada tahun 1949 pun tak membuat popularitas mobil VW menjadi surut.

Saat proses produksi dihentikan pada tahun 1978 masih banyak mobil-mobil VW berlalu lalang di jalanan. Salah satu fakta yang jarang diketahui oleh publik hingga saat ini adalah meskipun pusat fasilitas produksi Volkswagen berhenti beroperasi namun ada sebuah fasilitas produksi lainnya di Meksiko, tepatnya di Puebla yang terus memproduksi mobil-mobil VW. Totalnya berjumlah 20 juta unit.
Volkswagen sendiri mulai melakukan debut comeback-nya pada tahun 1998.

Sejarah Lahirnya VW Golf

Lahirnya VW Golf dilatarbelakangi keyakinan Volkswagen untuk masuk ke niche baru berupa sport hatchback pada tahun 1974. Memang kala itu Mini sudah lebih dulu memproduksi kategori serupa, hanya saja performa handling-nya masih belum memenuhi ekspektasi.

Tahun 1976 adalah tahun resmi kelahiran VW Golf GTI bersamaan dengan kelahiran fenomena-fenomena lain dalam sejarah dunia yaitu penerbangan pertama pesawat Concorde, kelahiran pertama komputer Apple dan tentu saja penerbangan pesawat luar angkasa pertama milik NASA.

VW Golf Indonesia

Hanya dalam waktu singkat VW Golf GTi memenangkan hati konsumen lewat desain eksterior maupun interior yang mengagumkan untuk sebuah tolok ukur di masa itu. Bukan hanya itu mesin VW Golf pun terkenal efisien dan mudah dirawat dibanding mobil-mobil sejenis yang ada di jamannya.

Sebagai mobil yang terkenal paling irit, efisien dan bandel kala itu konsumen VW Golf menjadi sangat beragam mulai dari mahasiswa dengan uang hasil dari pekerjaan paruh waktu, pekerja kantoran biasa, para eksekutif hingga istri-istri pengusaha berkantong tebal. Visi menjadikan VW Golf sebagai mobil rakyat pun benar-benar tercapai pada era tersebut.

Pada perkembangannya popularitas VW Golf maupun mobil buatan VW pada umumnya makin meroket karena lahirnya berbagai klub otomotif yang dibentuk oleh para pecinta merek tersebut. Jauh sebelum era VW Golf MkVII di Indonesia sendiri cukup banyak berseliweran VW Golf generasi sebelumnya sejak tahun 80-an yang sebagian masih bertahan hingga hari ini.

VW Golf Indonesia

Banyak dari mobil-mobil tersebut yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh pemiliknya, konon kecintaan terhadap VW Golf bersifat adiktif yang membuat pemiliknya ketagihan. Tak heran jika beberapa pemilik VW Golf GTS model tahun 80-an masih mempertahankan miliknya meski sudah memiliki VW Golf MkVII.

Kenali Keunggulan dan Kelemahan Peugeot 206

01:30 .
Topik: Hatchback , Peugeot
Kenali Keunggulan dan Kelemahan Peugeot 206
Peugeot 206 oleh pabrikannya dikategorikan sebagai “super-mini car”, melihat dimensinya saja rasan... More...
Peugeot 206 oleh pabrikannya dikategorikan sebagai “super-mini car”, melihat dimensinya saja rasanya alasan tersebut sudah sangat jelas. Mobil ini diproduksi pertama kali pada tahun 1998 dan berhenti diproduksi di tahun 2010 untuk kemudian digantikan oleh Peugeot 207. Desain yang sporti dan harga yang murah sejauh ini menjadi dua daya tarik utama Peugeot 206 di bursa mobil bekas.

Peugeot 206 pada saat kemunculannya cukup menarik banyak perhatian salah satunya berkat desain yang mencolok. Tentu saja mobil buatan Perancis ini hadir dengan bahasa desain yang sama sekali berbeda dengan para kompetitor yang sudah ada sebelumnya di Indonesia dan notabene adalah buatan Jepang. Sama seperti Peugeot 306, karakter handling dan riding di atas rata-rata mobil sekelas menjadikan banyak orang kala itu menjatuhkan pilihan pada Peugeot 206.

Kelemahan Peugeot 206

Peugeot 206 di Indonesia sendiri diimpor oleh PT. Astra France Motor pada tahun 2000 hingga tahun 2007. Kala itu PT. AFM sempat mencatatkan rekor penjualan fantastis berkat keputusannya memasarkan mobil hatchback ini di tanah air. Sementara di pasar global sendiri Peugeot 206 bukan hanya tersedia dalam wujud hatchback namun juga konvertibel coupe yang hingga saat ini paling banyak diincar.

Pabrikan asal Perancis itu juga sempat melahirkan Peugeot 206 GTi yang mengusung mesin dengan output lebih besar ditambah beberapa ubahan seperti velg 15 inch, sport seats, ABS dan suspensi tipe sport.

Tercatat sejak tahun 2002 Peugeot hanya menawarkan 1 opsi mesin untuk 206 yaitu mesi 1.4 liter, sementara mesin 1.6 liter nya tidak lagi diproduksi. Meski di atas kertas kapasitas mesin itu tampak tak seberapa namun output dan performa yang dihasilkan lebih baik jika dibanding para kompetitor di kelas yang sama pada saat itu.

Sedangkan mesin dengan kapasitas 2.0 liter masih tetap digunakan pada Peugeot 206 GTi dalam dua format masing-masing menghasilkan daya maksimum 136 PS dan 138.7 PS. Dengan bobot mobil yang sangat ringan serta mesin dengan output besar tak mengherankan jika 206 GTi populer di kalangan segmen usia muda kala itu. Namun itu masih belum seberapa, sebab pabrikan Perancis itu juga masih memiliki 206 GTi180 yang memiliki daya maksimum 182.2 PS.

Awalnya semua tipe Peugeot 206 menggunakan transmisi manual lima kecepatan dan transmisi matic empat kecepatan. Baru pada tahun 2004 transmisinya di upgrade dengan transmisi matic tiptronic.

Merawat Peugeot 206 sebenarnya tidak lebih sulit dari umumnya mobil bekas di usia yang sama. Beberapa kelemahan Peugeot 206 atau lebih tepat disebut sebagai masalah yang sering ditemui pada mobil ini adalah central lock yang sering bouncing alias membuka sendiri begitu dikunci atau sebaliknya mengunci seketika saat dibuka. Biang masalahnya terdapat pada actuator yang segera teratasi setelah diganti.

Harga Peugeot 206

Interior Peugeot 206

Peugeot 206 di Indonesia

Masalah lain terkait mesin adalah gejala tenaga yang hilang secara tiba-tiba disertai lampu indikator mesin yang menyala. Beberapa pemilik mengakui bahwa masalah ini hilang setelah dilakukan penggantian koil. Sementara mengganti koil jika ada biaya lebih sebaiknya dipertimbangkan sekalian untuk mengganti ECU mengingat mobil ini sudah cukup berumur dan umumnya sudah menempuh lebih dari 60.000 km.

Jangan lupa juga bahwa Peugeot 206 yang beredar di Indonesia sejak tahun 2003 sudah dilengkapi dengan catalytic converter sehingga mau tidak mau Anda harus menggunakan BBM beroktan tinggi.

Soal fitur dan standar keselamatan sama halnya dengan mobil keluaran Peugeot di masa itu immobilizer, single airbag dan ABS sudah menjadi standar termasuk di Indonesia.

Selain hal-hal yang sudah disebut di atas umumnya pendapat yang beredar bahwa Peugeot 206 sulit dirawat tak lebih dari mitos termasuk soal kaki-kaki yang konon lebih rentan dibanding mobil buatan Jepang. Demikian juga soal konsumsi BBM Peugeot yang dikatakan boros, sebab faktanya mobil ini masih mampu mencatatkan 13 km/liter yang terbilang baik untuk mobil di usianya.

Spesifikasi Peugeot 206

Sementara suku cadangnya hingga saat ini masih relatif didapat di jaringan resmi Peugeot dengan harga yang juga wajar. Harga jual Peugeot 206 sangat variatif tergantung tipe, tahun produksi dan kondisi. Namun sebagai gambaran 206 matic tahun produksi 2006 harganya saat ini tak lebih dari Rp 85 juta, sementara untuk versi manual tahun produksi yang sama justru sedikit lebih mahal yaitu Rp 90 juta-an

Pilih Honda Brio 1.2 atau Nissan March 1.2?

00:30 .
Topik: Hatchback
Pilih Honda Brio 1.2 atau Nissan March 1.2?
Honda Brio dan Nissan March berada di segmen yang sama yaitu subkompak hatchback kelas A yang sem... More...
Honda Brio dan Nissan March berada di segmen yang sama yaitu subkompak hatchback kelas A yang semakin populer sejak dua tahun lalu. Nissan March sudah lebih dahulu bermain di segmen ini bersama Mitsubishi Mirage. Sementara Honda Brio meski merupakan pendatang baru namun mampu meraih popularitas dalam tempo yang terbilang singkat.

Honda Brio mengusung desain yang lebih luwes dengan banyak kemiripan dengan Honda Civic Wonder hatchback (SB3) yang populer di era 80-an. Sementara belum lama ini Nissan memberikan facelift untuk Nissan March dengan desain bonnet berbentuk “V” yang menjadi ciri khas mobil Nissan terbaru. Singkatnya baik Honda Brio maupun Nissan March sama-sama memiliki desain menawan namun beda pendekatan.

Perbandingan Honda Brio dan Nissan March

Perbandingan Honda Brio dan Nissan March

Sementara itu bagian interior Nissan March didominasi oleh kelir hitam piano yang memberikan kesan elegan dan premium meski desain dashboard-nya sendiri masih tetap sederhana seperti generasi sebelumnya. Di sisi lain interior Honda Brio didominasi oleh kelir beige kecuali bagian dashboard yang diberi warna hitam. Meski dari luar Honda Brio tampak sedikit lebih kecil dibanding Nissan March namun ternyata kondisi tidak demikian setelah menilik ke dalam kabin.

Lagi-lagi terkait akomodasi kedua mobil ini memiliki pendekatan yang berbeda. Pada satu sisi Honda Brio hanya menyediakan ruang untuk empat penumpang dewasa namun masing-masing mendapatkan kenyamanan yang optimal. Di pihak lain Nissan March berusaha mengkomodir 5 penumpang di dalam kabin plus kapasitas bagasi yang sedikit lebih lega. Sulit menentukan yang terbaik di antara keduanya karena faktor selera dan kebutuhan masing-masing konsumen yang pada akhirnya menjadi penentu.

Interior Honda Brio

Interior Nissan March

Di balik bonnet-nya kedua mobil subkompak hatchback kelas A ini mengusung mesin dengan kapasitas yang sama yaitu 1.2 liter. Bedanya mesin Hondar Brio merupakan mesin 4 silinder yang mengembuskan daya maksimum 90 dk dan torsi 110 Nm. Sementara Nissan March menggunakan mesin 3 silinder dengan daya maksimum 79 dk dan 102 Nm.

Keduanya sama-sama memiliki karakter yang pas digunakan untuk kondisi dalam kota, hanya saja saat dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol Honda Brio terasa lebih bertenaga. Sedangkan soal kualitas handling-nya sendiri Honda Brio sedikit di atas Nissan March. Bahkan jika bicara soal kualitas handling Honda Brio adalah yang terbaik di kelasnya, meski riding-nya masih kalah dari Nissan March. Dan sampai saat ini belum ada yang mengalahkan kualitas riding Mitsubishi Mirage di kelas ini.

Pilih Honda Brio atau Nissan March?

Pilih Honda Brio atau Nissan March?

Jika harus memilih antara Honda Brio 1.2 dengan Nissan March 1.2 tampaknya Honda Brio lebih layak dilirik karena lebih seimbang hampir di semua lini daripada Nissan March. Selain itu dengan kualitas handling yang lebih fun, harga lebih murah, serta konsumsi BBM lebih irit dibanding Nissan March rasa-rasanya makin jelas keunggulan Honda Brio atas Nissan March.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio

03:30 .
Topik: MPV
Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio
Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio hampir pasti dilakukan oleh siapapun yang hendak ... More...
Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio hampir pasti dilakukan oleh siapapun yang hendak membeli Low MPV untuk keperluan non niaga. Keduanya sama-sama hadir dengan desain dan akomodasi yang pas untuk keluarga muda. Meski demikian masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio sebenarnya juga bukan sebuah perkara gampang karena harus melihat preferensi calon pembeli. Meski keduanya bermain di segmen yang sama dengan harga yang tak terlalu jauh berbeda pula namun karakteristik masing-masing dalam beberapa hal sangat bertolak belakang. Preferensi yang berbeda dari masing-masing konsumen itulah menjadikan perbandingan Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio tidak bisa dibuat dengan sederhana.

Suzuki Ertiga bagaimanapun masih layak diposisikan sebagai benchmark Low MPV di tanah air dengan catatan peruntukannya adalah sebagai mobil keluarga pengangkut penumpang. Di lain pihak Honda dengan berani mengusung desain yang tidak biasa untuk sebuah MPV dan dalam waktu singkat memikat hati calon konsumen berkat citra merek Honda itu sendiri. Untuk saat ini rasa-rasanya kedua mobil ini layak difavoritkan di kelasnya dibanding beberapa kompetitor lain.

Membandingkan Suzuki Ertiga dengan Honda Mobilio

Spesifikasi Nissan Terrano Anyar

05:00 .
Topik: Nissan , SUV
Spesifikasi Nissan Terrano Anyar
Nissan Terrano terbaru yang mulai muncul pada pertengahan tahun lalu merupakan hasil kerja sama an... More...
Nissan Terrano terbaru yang mulai muncul pada pertengahan tahun lalu merupakan hasil kerja sama antara Nissan dan Renault. Sebagaimana diketahui bahwa kerja sama kedua pabrikan itu telah menghasilkan beberapa mobil termasuk Renault Duster yang tak lama lagi juga bakal masuk Indonesia. Nah Nissan Terrano baru ini tak lain adalah kembaran Renault Duster yang dipasarkan dengan merek Nissan (rebadged).

Spesifikasi Nissan Terrano terbaru tentu tak banyak berbeda dengan Renault Duster. Namun bagaimanapun karena membawa nama Terrano yang sebelumnya sudah memiliki konsumen loyal tersendiri di Indonesia maka rasa penasaran pun tak bisa dikubur begitu saja. Benarkah kedua mobil tersebut sepenuhnya identik? Seperti apakah persisnya spesifikasi Nissan Terrano?

Karena Renault Duster sendiri sudah pernah diulas oleh Auto Jetho’s beberapa waktu lalu maka review Nissan Terrano kali ini akan dibatasi pada hal-hal yang berbeda dengan Renault Duster. Salah satunya tentu saja adalah desain.

Spesifikasi Nissan Terrano

Desain ekterior mini SUV bermerek Nissan ini sudah pasti merupakan pembeda utama dengan sepupunya Renault Duster. Pada bagian depan Nissan Terrano merepresentasikan desain khas Nissan yang menyerupai huruf “V” sebagaimana halnya Nissan All New X-Trail dan mobil-mobil keluaran Nissan belakangan ini.

Sementara itu pada bagian belakang desain Nissan Terrano dan Renault Duster sangatlah identik. Soal desain eksterior tampaknya model yang diusung oleh Nissan bakal lebih bisa diterima oleh konsumen Indonesia ketimbang Renault Duster yang relatif masih asing.

Nissan Terrano Terbaru

Interior Nissan Terrano dan Renault Duster sangat identik kecuali logo Nissan pada lingkar kemudi Terrano. Dan ini bukanlah berita buruk sebab interior kedua mobil tersebut tampaknya merupakan hasil rancangan para desainer Renault. Kesimpulan ini ditarik lantaran nuansa desain interiornya mencirikan gaya mobil buatan Perancis.

Interior Nissan Terrano

Di sektor dapur pacu Nissan Terrano tersedia dalam tiga opsi dua diantaranya adalah mesin Diesel yang masing-masing menghasilkan daya maksimum 85 PS dan 110 PS. Sementara satu-satunya mesin bensin yang tersedia mampu menghasilkan daya maksimum 104 PS. Pada Nissan Terrano Diesel output mesin 110 PS ditransfer oleh transmisi manual enam kecepatan, sementara dua tipe lainnya menggunakan transmisi manual lima kecepatan. Sama halnya dengan Renault Duster, Nissan Terrano matic pun tidak dirilis oleh Nissan.

Mengingat di atas kertas spesifikasi Nissan Terrano dan Renault Duster sangat identik maka performa mesinnya tentu 100% identik pula. Kedua mini SUV atau di beberapa negara mengkategorikannya sebagai crossover ini memiliki karakter irit bahan bakar dan kaya torsi terutama pada tipe Diesel 110 PS.

Spesifikasi Nissan Terrano

Kelemahan Nissan Terrano dan Renault Duster di sektor dapur pacu adalah gejala turbo lag yang sangat terasa sehingga memberikan kesan tidak responsif. Gejala turbo lag pada kedua mobil kembar identik beda merek ini bisa diminimalisir dengan mempertahankan putaran mesin di atas 1200 rpm.

Perbedaan antara Nissan Terrano dengan Renault Duster lainnya adalah pada insulasi kabin dimana kabin Terrano terasa lebih senyap dibandingkan Duster. Selain itu performa riding-Nissan terasa lebih “jinak” dibanding Renault.

Bobot lingkar kemudinya terasa pas, tidak terlalu berat saat harus bermanuver di dalam kota atau area parkir namun juga tidak kelewat ringan saat dipacu dengan kecepatan tinggi. Namun kelemahan Nissan Terrano di sektor ini sama halnya dengan Renault Duster adalah lingkar kemudi yang kelewat sensitif sehingga memberikan feedback yang cukup mengganggu saat melewati jalanan berlubang.

Soal standar keselamatan mobil SUV keluaran Nissan ini layak diapresiasi karena airbag untuk pengemudi sudah ada di semua tipe bahkan pada tipe termurah sekalipun. Sedangkan pada dua tipe di atasnya masih ditambah dengan ABS dan EBD.

Nissan Terrano Review Indonesia

Dalam beberapa hal Terrano tampak lebih unggul ketimbang Duster meski platform-nya sama. Namun pada saat yang sama harga Nissan Terrano pun dibanderol lebih mahal ketimbang Renault Duster. Di atas kertas spesifikasi Renault Duster dan Nissan Terrano sama persis. Layakkah mobil bermerek Nissan itu dihargai lebih mahal karena beberapa kelebihan yang dimiliki?

Pastinya sampai hari ini PT. Nissan Motor Indonesia sendiri tampaknya masih enggan memboyong Nissan Terrano ini ke Indonesia.

Kelebihan Kelemahan Peugeot 306

06:00 .
Topik: Peugeot
Kelebihan Kelemahan Peugeot 306
Peugeot 306 di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang bahkan sampai hari ini. Sama halnya s... More...
Peugeot 306 di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang bahkan sampai hari ini. Sama halnya seperti mobil buatan Eropa, mobil buatan Perancis ini pun terkenal dengan kenyamanan meski pada sisi lain kelemahan Peugeot 306 sama seperti mobil Eropa lain yang udah berumur yaitu perawatan yang tak semudah mobil buatan Jepang. Namun bagi kolektor dan pemiliknya kondisi ini sudah dianggap lumrah dan bahkan menjadi tantangan tersendiri.

Peugeot 306 pertama kali dirilis sekitar tahun 1994 dan kala itu popularitasnya meledak dengan cukup cepat. Salah satu faktor kesuksesannya adalah kondisi dimana saat itu masih langka ditemukan mobil buatan Eropa dengan ukuran kompak. Dimensi yang kecil, kenyamanan ala mobil Eropa serta handling lincah merupakan beberapa keunggulan Peugeot 306 di mata konsumen saat itu.

Mobil ini sendiri hadir dalam wujud sedan maupun hatchback, strategi ini selanjutnya diadopsi oleh pabrikan Jepang hingga saat ini sebagaimana bisa dilihat pada Toyota Yaris-Toyota Vios, Honda Jazz-Honda City dan masih banyak lagi.

Kelemahan Peugeot 306

Di pasar global Peugeot 306 pertama kali muncul lewat tipe XR yang hanya memiliki tiga pintu sebelum pada akhirnya disusul dengan tipe XT sebagai mobil hatchback lima pintu. Peugeot 306 sedan sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1995.

Peugeot 306 tipe XR dan XT memiliki spesifikasi teknis dan tampilan yang identik satu sama lain. Satu-satunya yang membedakan adalah jumlah pintu yang tersedia. Kala itu kedua mobil Peugeot ini mengusung mesin aluminium dengan kapasitas 1.8 liter yang mampu menghasilkan daya maksimum 104.7 PS pada putaran 6000 rpm dan torsi 160 Nm yang didapat pada putaran mesin cukup rendah yaitu 3000 rpm. Karakter mesinnya responsif dan menjadikannya ideal digunakan di dalam kota.

Output mesin pada Peugeot 306 disalurkan oleh transmisi manual lima kecepatan dan transmisi matic empat kecepatan ke kedua roda di bagian depan seperti umumnya mobil hatchback sampai hari ini.

Keunggulan Peugeot 306

Dengan bobot tak lebih dari 1100 kg mesin 1.8 liter tersebut mampu membawa Peugeot 306 berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam tempo 12 detik saja. Sayangnya akselerasi Peugeot 306 matic sekitar dua detik lebih lambat dari versi manualya.

Performa handling serta riding ditangani oleh suspensi MacPherson di bagian depan dan torsion bar independent di bagian belakang yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik untuk ukuran sebuah mobil kala itu. Namun rahasia kelebihan Peugeot 306 sesungguhnya di sektor ini adalah suspensi yang lebih panjang dibanding mobil lain sekelasnya sehingga meski handling-nya baik namun kenyamanannya juga tidak begitu saja dikorbankan.

Sementara umumnya para kompetitor mengejar performa handling dengan setting suspensi yang lebih keras, konsekuensinya kenyamanan dikorbankan.

Selain itu setir model rack-and-pinion-nya memiliki bobot yang terasa pas sehingga pengemudi pun mendapat feedback sempurna.

Kekurangan Peugeot 306

Pada tipe terendahnya pun Peugeot 306 sudah dilengkapi dengan power window, adjustable steering column, central lock serta wiper belakang yang tentu saja masih merupakan kemewahan di pertengahan tahun 90-an. Namun kala itu sistem keselamatan seperti air bags dan ABS masih belum menjadi fitur standar.

Pada perkembangannya pihak pabrikan kemudian menambahkan tipe baru melengkapi keluarga Peugeot 306 dengan mengusung mesin 2.0 liter twin-cam yang dicomot dari saudaranya Peugeot 405. Output yang dihasilkan oleh mesin ini tentu lebih meyakinkan dibanding versi standar dengan 156.4 PS dan 193 Nm. Hasilnya akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam waktu 9,2 detik.
Tipe yang dikenal dengan Peugeot 306 S16 ini sudah dilengkapi dengan ABS, AC dan sunroof meski transmisinya hanya tersedia dalam mode manual.

Lompatan paling signifikan dalam sejarah Peugeot 306 terjadi pada tahun 1997 dimana pihak pabrikan merilis Peugeot 306 terbaru dengan mesin 1.8 liter yang menghasilkan daya maksimum 115.6 PS dan 158 Nm yang menjadikan mobil hatchback legendaris buatan Peugeot ini terasa makin lincah dan bertenaga.

Kelebihan Peugeot 306

Peugeot 306 keluaran 1997 ke atas adalah model yang paling banyak diincar di pasaran hingga hari ini. Selain relatif lebih muda usianya dibanding yang lain juga dilatarbelakangi oleh spesifikasi serta fitur yang diusungnya.
Pada dasarnya hingga saat ini pun mobil ini masih termasuk handal dengan catatan terawat baik.

Pada model yang diproduksi sebelum tahun 1997 kelemahan Peugeot 306 yang sering ditemukan adalah konsumsi oli yang sering terasa boros serta rattling yang kerap muncul dari piston. Kala itu pihak pabrikan sendiri mempersilakan pemilik Peugeot 306 untuk membawa kembali mobilnya ke bengkel resmi untuk mendapat perbaikan secara cuma-cuma namun sayangnya tidak semua pemilik kala itu melakukannya. Di sini calon konsumen harus berhati-hati terhadap catatan perawatan karena berpengaruh signifikan terhadap nila jual Peugeot 306 di pasaran mobil bekas.

Sementara itu keluhan luar biasa terhadap Peugeot 306 versi twin-cam lebih jarang ditemui hingga hari ini dibanding versi single-cam nya. Namun demikian yang patut diwaspadai baik pada versi single maupun twin cam adalah timing belt yang wajib diganti pada KM 80.000 atau empat tahun. Jika pemilik lama tidak melakukan penggantian tepat waktu lebih baik batalkan transaksi, sebab kelalaian ini umumnya menyebabkan kerusakan mesin yang parah.

Kelemahan Peugeot 306 lainnya yang sebenarnya umum untuk mobil bekas buatan Eropa adalah harga rem cakram depan yang sangat mahal. Dan sayangnya cakram depan pada Peugeot 306 relatif cepat aus dibanding mobil lain di usia yang sama.

Karat dan keropos juga banyak dikeluhkan pada Peugeot 306 keluaran awal dan lebih jarang ditemukan pada produksi tahun 1997 ke atas karena sudah dilapisi waterproof.

Jual Peugeot 306

Di sektor transmisi sendiri hingga sekarang tak ada keluhan berarti dari para pemilik kecuali pedal kopling yang relatif keras seperti umumnya mobil buatan Eropa seperti BMW 318i M40. Jadi kalau Anda mempertimbangkan mobil yang akan digunakan bergantian dengan istri lebih baik lupakan Peugeot 306.

Performa mesinnya sendiri hanya masuk dalam kategori rata-rata jika dibanding kompetitor sekelas dan se usia. Hanya saja kualitas handling dan riding Peugeot 306 tetap yang terbaik dibandingkan dengan semua rival yang ada. Rival Peugeot 306 yang juga masih populer hingga saat ini adalah Toyota Corolla dan Mazda 323.

Pada akhirnya selama Anda mau bersabar dalam berburu Peugeot 306 dengan kondisi baik, siap menghadapi kelemahan Peugeot 306, tidak keberatan dengan harga jual kembali yang rendah, termasuk harga suku cadang dan ongkos service yang mahal rasanya mobil ini masih sangat layak untuk dimiliki.