Hari Ini

Mini Cooper S Terbaru : Lebih Fresh!

01:00 .
Topik: BMW
Mini Cooper S Terbaru : Lebih Fresh!
Mini Cooper S terbaru masuk di Indonesia sejak pertengahan bulan lalu bersama Mini Cooper 1.5. Har... More...
Mini Cooper S terbaru masuk di Indonesia sejak pertengahan bulan lalu bersama Mini Cooper 1.5. Harga Mini Cooper S sendiri di Indonesia dibanderol sekitar Rp 649 juta dengan mengusung mesin 4 silinder berkapasitas 2.0 liter. Bagi sebagian orang Mini Cooper S tak lebih dari sekedar BMW dalam versi mungil, namun bagi penggemarnya tentu nilainya lebih dari itu.

Mobil BMW terbaru yang diproduksi dalam waktu beberapa tahun belakangan ini sendiri seolah sudah meninggalkan semangat awalnya. Kini mobil BMW “hanya” identik dengan kesan premium, bertenaga besar, suspensi yang keras dengan berbagai fitur “mainan”-nya yang lagi-lagi bagi sebagian orang dipsersepsi canggih. Namun jika dibandingkan BMW keluaran lawas maka ada faktor yang hilang yaitu fun to drive pada mobil BMW terbaru.

Lewat Mini, rupa-rupanya pihak pabrikan ingin faktor yang hilang itu ditransformasikan dalam wujud mobil berbadan mungil ini. Mini Cooper S setidaknya, mampu mengingatkan penggemar BMW lawas seperti apakah keasyikan mengemudikan sebuah mobil besutan BMW di masa lalu. Lincah, responsif dan fun to drive semuanya bak menitis dalam wujud Mini Cooper S terbaru.

Harga Mini Cooper S Terbaru

Dengan harga yang setara dengan BMW Seri 3 memang Anda mendapatkan kabin yang sedikit lebih sempit, namun driving experience yang ditawarkan takkan membuat Anda merasa kecewa menulis cek sebesar itu. Lagi pula meski tak bisa dibilang lega namun kabinnya masih sangat layak memuat empat penumpang dewasa (termasuk pengemudi) dengan headroom dan legroom yang memadai.

Banyak hal berubah pada Mini Cooper S 2014 dibandingkan versi sebelumnya. Di bawah bonnet mesin 1.6 liter sudah digeser oleh mesin empat silinder twin turbo berkapasitas 1998 cc dengan daya maksimum 192 hp dan torsi 280 Nm yang diraih pada putaran 1250 rpm.
Dimensi mobilnya sendiri juga bertambah panjang 98 mm dengan penambahan wheelbase 28 mm. Lebar dan tingginya pun membengkak masing-masing 44 mm dan 7 mm. Hasilnya volume bagasi Mini Cooper S pun kini naik 51 liter dibanding pendahulunya.

Spesifikasi Mini Cooper S Terbaru

Transmisi matic enam kecepatan Steptronic yang menjadi penyalur output mesin 2.0 liter ini adalah transmisi yang tergolong baru dan baru digunakan pertama kali oleh Mini Cooper S. Hasilnya bukan saja terasa lebih responsif namun sekaligus lebih ekonomis.

Salah satu kejutan yang muncul di balik kabin Mini Cooper S adalah panel speedometer yang ukurannya tak lebih besar dari piring cawan, namun pada saat yang sama posisi letaknya begitu pas dengan pandangan pengemudi. Meski panel instrumennya menggunakan model analog dan tampak crowded namun setidaknya masih bisa terbaca dengan baik, jika pun masih kurang puas Anda selalu bisa menambahkan instrumen digital aftermarket.

Interior Mini Cooper S Terbaru

Lewat berbagai perubahan pada Mini Cooper S ini citra mobil Mini yang semula identik dengan mobil murah yang hanya diperuntukkan bagi para wanita untuk berbelanja seolah pudar sudah.

Enam airbag ditambah ABS, EBD dan BA setidaknya menunjukkan kelas Mini Cooper S yang sudah bergeser menjadi premium, belum lagi fitur lain seperti cornering brake control, dynamic stability control, drive-off assistance, brake drying, fading brake support dan dynamic traction control.

Beberapa fitur yang bisa diketemukan di dalam kabin Mini Cooper S meliputi sports seats dengan height adjusters dan lumbar control pada kedua jok depan, sporty leather-covered steering wheel, ISOFix untuk child seats, rain sensing wipers dan automatic headlights, automatic, filtered air conditioning dan cruise control dengan braking function.

Dan masih banyak lagi fitur yang disematkan pada Mini Cooper S hingga seolah mobil ini terasa seperti sebuah gadget berjalan.

Mini Cooper S Terbaru Indonesia

Secara umum banyak perubahan pada Mini Cooper S yang membedakannya dengan versi terdahulu, namun sama seperti pendahulunya Mini masih merupakan versi mini dari BMW. Beruntung faktor fun to drive didukung dengan suara knalpot yang nge-bass memberikan pengalaman mengemudi yang dijamin bakal memuaskan pemiliknya.

Suzuki Alto K10 : Inikah Sang Pembunuh Daihatsu Xenia?

00:30 .
Topik: Hatchback , Suzuki
Suzuki Alto K10 : Inikah Sang Pembunuh Daihatsu Xenia?
Dalam sebuah wawancara dengan The Malay Mail Online beberapa waktu lalu seorang pejabat eksekutif ... More...
Dalam sebuah wawancara dengan The Malay Mail Online beberapa waktu lalu seorang pejabat eksekutif Daihatsu di Osaka mengungkapkan keprihatiannya terhadap masa depan Toyota dan Daihatsu di segmen Low MPV jika tidak segera membenahi Avanza dan Xenia. Dan diantara Avanza-Xenia, Xenia-lah yang kondisinya lebih memprihatinkan. Bahkan petinggi Daihatsu Jepang itu menyebut jika sampai Suzuki merilis Suzuki Alto K10 di Indonesia maka tamat sudah riwayat Daihatsu Xenia.

Seperti apakah Suzuki Alto K10 yang baru dirilis tersebut hingga Daihatsu menganggapnya sebagai ancaman terhadap Daihatsu Xenia? Benarkah pabrikan berlogo “S” tersebut bakal memasukkan Suzuki Alto K10 ke Indonesia?

Meski nama Suzuki Alto tak terlalu populer di Indonesia namun penjualan mobil Suzuki ini terbilang laris di India. K10 sendiri merupakan generasi terbaru yang belum lama ini diperkenalkan sebagai tandem Suzuki Alto 800 dan baru mulai dijual pada bulan November nanti.

Spesifikasi Suzuki Alto K10

Jika dibandingkan pendahulunya banyak perubahan signifikan yang dilakukan untuk Suzuki Alto K10 ini oleh Maruti. Di India sendiri mobil hatchback Suzuki ini berhadapan dengan Hyundai Eon dan Datsun Go. Berbeda dengan Alto 800 yang sesuai namanya mengusung mesin berkapasitas 800 cc kali ini kapasitasnya di upgrade menjadi 1.0 liter dan dipasangkan dengan transmisi AMT yang digunakan pula oleh Suzuki Celerio.

Meski desainnya tampak beda dibanding pendahulunya namun Suzuki Alto K10 bukan proyek yang sepenuhnya baru. Panjangnya menyusut 75 mm jika dibanding pendahulunya, demikian pula bobotnya berkurang 75 kg. Namun ada penambahan tinggi sekitar 15 mm pada versi terbaru ini. Karenanya tidak berlebihan jika pihak pabrikan mengklaim akselerasi New Alto K10 ini lebih baik dibanding versi sebelumnya.

Harga Suzuki Alto K10

Interior Suzuki Alto K10 terbaru ini pun tampak lebih modern dengan desain baru serta kombinasi warna gloss black dan silver matte. Meski kualitas dan finishing-nya sendiri perlu ditingkatkan namun secara menyeluruh masih bisa diterima dengan membandingkan para kompetitor sekelas maupun harga Suzuki Alto K10 sendiri.

Interior Suzuki Alto K10

Bicara soal fitur, lagi-lagi perlu diingat bahwa Suzuki Alto K10 merupakan entry-level hatchback. Maka cukup wajar jika airbag yang tersedia hanya pada sisi pengemudi, demikian pula power window yang hanya untuk bagian depan sebagaimana layaknya Suzuki Karimun Wagon R. Sistem audio-nya sendiri bukan hanya memutar musik lewat perangkat lain via USB atau AUX namun sekaligus bisa memutar keping CD. Fitur lainnya antara lain adalah keyless entry, fog lamp, gear shift indicator, power steering dan AC. Banyak memang persamaan fiturnya dengan Karimun Wagon R.

Pihak pabrikan menyebut bahwa keunggulan Suzuki Alto K10 terletak pada kombinasi mesin 1.0 liter (998 cc) dengan transmisi AMT. Meski demikian hatchback murah Suzuki ini tetap tersedia dengan transmisi manual lima kecepatan. Output mesinnya sendiri memang hanya 68 PS namun mengingat bobot totalnya hanya 755 kg maka di atas kertas akselerasinya bakal terasa menyenangkan. Konsumsi BBM mobil terbaru Suzuki ini menurut klaim pihak pabrikan adalah 24 km/l.

Sama halnya dengan Karimun Wagon R dimana pengemudi diuntungkan oleh posisi duduk yang tinggi, demikian pula halnya dengan Suzuki Alto K10. Dengan posisi duduk yang tinggi pengemudi bakal mendapat pendangan luas, ditambah lagi dengan dimensi yang mungil jelaslah mobil terbaru keluaran Suzuki ini ideal digunakan di dalam kota.

Dari sisi desain lagi-lagi Maruti memang kontroversial, seperti halnya dengan desain Suzuki Karimun Wagon R yang tak mudah membuat orang jatuh hati demikian pula halnya dengan Suzuki Alto K10. Namun dibalik desain yang tidak biasa itu ada sekian banyak keunggulan yang membuat orang juga tidak bisa begitu saja mengabaikannya.
Terlepas dari selera desain masing-masing orang yang sudah pasti bervariasi rasa-rasanya kondisi ini takkan banyak berpengaruh pada potensi tingkat penjualan Suzuki Alto K10.

Suzuki Alto K10 Indonesia

Sampai saat ini memang belum ada tanda-tanda PT. Suzuki Indomobil Sales bakal menjual Suzuki Alto K10 di Indonesia. PT. SIS hingga kini tampak masih menikmati momentum bulan madu dengan Suzuki Karimun Wagon R dan tentunya tidak mau memasukkan mobil sejenis yang berpotensi mengkanibal penjualan si “roti tawar beroda” itu. Namun tentu bukan tanpa alasan jika petinggi Daihatsu di Jepang mengaku khawatir kehadiran Suzuki Alto K10 bakal mengancam penjualan Daihatsu Xenia. Karena itu mungkin tetap ada peluang Alto K10 bakal dijual di sini.

Image: NDTV

Daihatsu Ayla Terbaru : Harga dan Spesifikasi

01:37 .
Topik: Daihatsu , Hatchback
Daihatsu Ayla Terbaru : Harga dan Spesifikasi
Daihatsu Ayla menjadi andalan Daihatsu di segmen subkompak hatchback kelas A yang memanfaatkan ke... More...
Daihatsu Ayla menjadi andalan Daihatsu di segmen subkompak hatchback kelas A yang memanfaatkan kebijakan Low Cost Green Car dari pemerintah beberapa waktu lalu. Bersama dengan kembarannya Toyota Agya, kedua mobil ini sama-sama diproduksi oleh Daihatsu dengan platform serta mesin identik. Perbedaan Daihatsu Ayla dan Toyota Agya hanya sebatas pada desain serta fitur.

Daihatsu Ayla sama halnya dengan Toyota Agya sebenarnya tidak memiliki kekhasan tertentu yang membuatnya unggul atas kompetitor seperti Suzuki Karimun Wagon R atau Datsun Go Panca. Hanya saja citra merek Daihatsu dan Toyota berikut jaringan service yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi keunggulan kompetitif meski mungkin namun tidak mudah ditiru oleh kompetitor dalam waktu dekat. Alhasil pada tahun pertama peluncurannya saja sebanyak 185 ribu unit Daihatsu Ayla berhasil terjual.

Daihatsu Ayla Terbaru

Spesifikasi Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla seperti sudah disebut tidak berbeda dengan Toyota Agya. Mesin 1.0 liter tiga silinder yang berada di bawah kap mesinnya hanya mampu memuntahkan daya maksimum 65 hp yang didapat pada putaran 6000 rpm dan torsi maksimum 8.7 kgm pada putaran cukup rendah yaitu 3600 rpm. Namun dengan bobot 785 kg (Daihatsu Ayla tipe X MT), untuk kondisi dalam kota mesinnya sudah cukup mumpuni. Didukung lagi dengan dimensi (pxlxt) 3.600 x 1.600 x 1.520 mm karakter mesin serta dimensinya membuat mobil ini ideal sebagai sebuah city car yang membawa ibu-ibu berbelanja, mengantar anak ke sekolah atau ke kampus dan kantor jika memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Soal teknologi memang tak ada teknologi baru yang mungkin diharapkan dari mobil sekelas Daihatsu Ayla. Mengingat mobil ini bermain di segmen terendah bagaimanapun transmisi matik (tipe M dan X), EFI, power steering, power window sekalipun hanya sisi depan serta velg alloy pada beberapa tertentu masih layak diapresiasi.

Meski dari luar dimensinya tampak kecil namun begitu masuk ke kabin ternyata tak sekecil yang dibayangkan. Setidaknya untuk jarak dekat Anda masih bisa mengharapkan sedikit kenyamanan di dalam kabin, selain itu interior Daihatsu Ayla yang minimalis turut menciptakan kesan kabin yang lega.

Sedangkan pada Daihatsu Ayla produksi terbaru warna grilledepan sudah dibuat senada dengan warna bodi. Ditambah lagi untuk tipe X yang merupakan tipe termahal bakal ditambah dengan wiper untuk kaca belakang. Semua minor changes pada Daihatsu Ayla tersebut menjadikan LCGC andalan Daihatsu ini makin layak dilirik lebih-lebih mengingat harganya yang tak sampai Rp 120 juta.

Fitur lain yang turut menghias Daihatsu Ayla juga tidak terlalu istimewa, bahkan pada Daihatsu Ayla tipe X pun pengemudi dan penumpang hanya disuguhi radio, MP3/CD/WMA, USB, dan AUX port yang kualitasnya di bawah standar. Karenanya jika Anda peduli terhadap kualitas sistem audio maka pertama-tama yang mesti dilakukan setelah memboyong Daihatsu Ayla dari dealer adalah mengganti sistem audionya dengan produk after market.

Kelebihan Kekurangan Daihatsu Ayla

Berikut adalah spesifikasi Daihatsu Ayla:
SPESIFIKASI TEKNISAstra Daihatsu AYLA
DD+MX
MTMTATMTAT
DIMENSI
Panjang x Lebar x Tinggi Keseluruhan (mm)3.600 x 1.600 x 1.520
Jarak Sumbu Roda (mm)2450
Jarak Pijak roda depan/belakang (mm)635/515
Tinggi dari tanah (mm)180
BERAT
Berat Kosong/Total Kendaraan (kg)755765755785770
KAPASITAS TEMPAT DUDUK5
MESIN
TipeD26F 1KR-DE
Kapasitas silinder (cc)998
Jumlah silinder3 Silinder
Jumlah katupIntake 2 Exhaust : 2
Diameter x langkah (mm)71 x 84
Tenaga maksimum (kW/rpm)65 / 6.000
Torsi maksimum (N.m/rpm)8.7 / 3.600
SISTEM KEMUDI
TipeManualElectric Power Steering
REM
Depan/belakangDisc / Drum
SUSPENSI
DepanMcPherson Struts with coil spring
BelakangTorsion Axle Beam
BAN155/80 R13

Harga Daihatsu Ayla

Seperti biasa pricing strategy yang dilakukan oleh group Astra adalah menempatkan Daihatsu sebagai second brand dari Toyota karena itu seperti halnya dengan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza yang sebenarnya identik namun Xenia dibanderol lebih murah, demikian pula halnya harga Daihatsu Ayla dibanderol lebih murah dibanding Toyota Agya.

Saat ini Daihatsu Ayla tersedia dalam empat tipe yaitu D, D+, M dan X. Khusus untuk Daihatsu Ayla M dan T masih dibedakan lagi menjadi dua yaitu tipe matic dan manual. Perbedaan di antara keempatnya bukanlah perbedaan signifikan, sebab hanya berbeda di kelengkapan fitur. Sementara untuk spesifikasi teknis semua varian Daihatsu Ayla masih tetap sama.

Daihatsu Ayla termurah saat ini dibanderol Rp 77.750 juta sementara Daihatsu Ayla X Elegant AT MI yang merupakan varian termahal di antara keluarga Daihatsu Ayla dibanderol Rp 119.100 juta.

Berikut adalah daftar harga lengkap semua tipe Daihatsu Ayla:
NoModelVariant Price
1AYLAD MT77.750.000
2AYLAD MT MI79.950.000
3AYLAD PLUS MT87.150.000
4AYLAD PLUS MT MI91.850.000
5AYLAM MT92.200.000
6AYLAM MT MI96.050.000
7AYLAX MT99.200.000
8AYLAM AT101.200.000
9AYLAX MT MI103.400.000
10AYLAM AT MI105.050.000
11AYLAM SPORTY MT105.500.000
12AYLAX ELEGANT MT106.350.000
13AYLAX AT108.250.000
14AYLAM SPORTY MT MI109.350.000
15AYLAX ELEGANT MT MI110.050.000
16AYLAX AT MI112.450.000
17AYLAM SPORTY AT114.700.000
18AYLAX ELEGANT AT115.400.000
19AYLAM SPORTY AT MI118.550.000
20AYLAX ELEGANT AT MI119.100.000

Menimbang peruntukannya maka Daihatsu Ayla menjadi salah satu pilihan yang layak dilirik di antara mobil-mobil murah yang memanfaatkan kebijakan LCGC lainnya. Memang desainnya tidak wajar, masih kalah dibandingkan Honda Brio atau Datsun Go Panca. Selain itu di antara LCGC lain Daihatsu Ayla dan Toyota Agya terbilang paling boros BBM.

Konsumsi BBM Daihatsu Ayla untuk dalam kota tercatat 14,9 km/l, sementara luar kota 21,3 km/l. Angka ini terbilang boros mengingat kompetitor seperti Datsun Go Panca mencatat 13,3 km/l dan 19,8 km/l. Sedangkan Honda Brio Satya 14,2 km/l dan 20,1 km/l.

Untuk kualitas riding dan handling memang Daihatsu Ayla unggul atas Datsun Go+ Panca, hanya saja tidak membuatnya menjadi yang terbaik diantara LCGC yang ada karena kualitasnya masih di bawah Honda Brio Satya.

Soal desain baik Daihatsu Ayla maupun Toyota Agya sama-sama merupakan yang terburuk di antara LCGC lain menyusul kemudian Suzuki Karimun Wagon R di peringkat kedua dari bawah.

Sebaliknya soal kelegaan kabin serta jaringan layanan service bersama Toyota Agya, Daihatsu Ayla masih lebih baik di antara kontestan yang ada. Dua hal itu jelas tak bisa dianggap remeh.

Spesifikasi Daihatsu Ayla

Harga Daihatsu Ayla

Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Ayla

Kelebihan Daihatsu Ayla

  • Legroom dan headroom paling lega dibanding LCGC lain.
  • Jaringan service dan layanan purna jual tersebar merata di seluruh Indonesia.

Kekurangan Daihatsu Ayla

  • Konsumsi BBM termasuk boros untuk ukuran LCGC (dalam kota 14,9 km/l; luar kota 21,3 km/l)
  • Tampilan eksterior bukan selera semua orang.
  • Handling dan riding rata-rata.

Image courtesy: http://www.daihatsunews.com

Menilik Kiprah Peugeot 208 GTi di Indonesia

01:30 .
Topik: Hatchback , Peugeot
Menilik Kiprah Peugeot 208 GTi di Indonesia
Peugeot 208 GTi secara teknis memang merupakan penerus dari Peugeot 206 dan 207. Namun bila dilih... More...
Peugeot 208 GTi secara teknis memang merupakan penerus dari Peugeot 206 dan 207. Namun bila dilihat dari DNA nya tampaknya 208 GTi merupakan lompatan dari Peugeot 205 GTi yang sempat menjadi fenomena di era tahun 80-an. Ketika pabrikan asal Perancis itu merilis 206 dan 207 yang tidak memiliki DNA hot hatchback dengan tujuan merangkul segmen pasar yang lebih luas ternyata menyisakan kekecewaan bagi penggemar hot hatchback

Kini lewat kelahiran Peugeot 208 GTi pabrikan asal Perancis itu ingin kembali mengulang kesuksesan mereka di masa lalu sekaligus mengajak pengguna 205 GTi untuk bernostalgia. Meski jarak usia kedua mobil itu berselisih 30 tahun namuan kesamaan DNA antara keduanya masih sangat kental. Peugeot melakukan banyak penyempurnaan di sektor handling, fitur, keamanan dan realibilitas tanpa mengorbankan faktor fun to drive pada Peugeot 208 GTi.

Peugeot 208 GTi di Indonesia diimpor secara CBU oleh PT. Astra France Motor dan dibanderol Rp 565,2 juta. Di segmen ini ada beberapa pemain handal lainnya yang kebetulan juga berasal dari benua Eropa seperti Ford Fiesta ST dan VW Polo GTi. Jika dibandingkan dengan VW Polo GTi bukan saja harga Peugeot 208 GTi lebih murah namun juga harga tersebut sudah mencakup biaya service selama 5 tahun (60.000 km).

Peugeot 208 GTi Indonesia

Di bawah bonnet-nya, Peugeot 208 GTi mengusung dapur pacu 1.6 liter turbo yang digunakan pula oleh Mini. Bedanya output mesin tersebut pada 208 GTi sudah didongkrak sehingga daya maksimumnya menjadi 199.9 PS dan torsi maksimum mencapai 275 Nm.

Dengan transmisi manual enam kecepatan sebagai penyalur output mesin maka pengalaman berkendara yang ditawarkan oleh Peugeot 208 GTi pun bakal mampu memenuhi ekspektasi konsumen yang menjadi target utama hot hatchback asal Perancis ini.

Selain digunakan oleh Peugeot 208 GTi dan Mini Cooper S, mesin ini diadopsi pula oleh Peugeot RCZ dan Citroen DS3 Sport. Karenanya soal realibilitas dan performa tak ada lagi keraguan yang ditujukan padanya.
Sayang pada 208 GTi mesin ini tidak didukung dengan knalpot tipe sport yang bukan sekedar memaksimalkan pembuangan namun sekaligus menghasilkan nuansa khas mobil sport sebagaimana diharapkan umumnya oleh konsumen di segmen ini.

Spesifikasi Peugeot 208 GTi

Di balik kemudi Peugeot 208 GTi banyak kemiripan dengan mobil Peugeot lainnya, meski posisi dudukannya dibuat rendah dengan tujuan mendukung aura sporti namun ternyata pandangan pengemudi cukup luas. Kekhasan mobil lansiran Peugeot lainnya yang bisa dirasakan pada 208 GTi adalah lingkar kemudi berukuran kecil serta kenyamanan yang relatif lebih baik dibanding hot hatchback pada umumnya yang demi mendukung citra sporti dan kualitas handling mengorbankan kenyamanan.

Interior Peugeot 208 GTi

Suara gesekan antara ban dengan aspal memang terdengar jelas di dalam kabin, namun mengingat karakter sports merupakan ciri utama sebuah hot hatchback maka kondisi yang memang sengaja diciptakan ini bukan menjadi kelemahan Peugeot 208 GTi.

Gejala limbung atau body roll masih bisa dirasakan dalam beberapa kondisi, namun tidak sampai pada level yang menganggu. Sementara itu performa pengeremannya juga terbilang mantap dan relatif halus sehingga memberikan rasa percaya diri bagi pengemudi.

Sekalipun menggunakan mesin Turbo namun gejala turbo lag pada Peugeot 208 GTi relatif minim dan bahkan nyaris tidak terasa dibanding mesin sejenis yang dipasang pada mobil lain.

Bicara soal tampilan, cukup banyak perubahan yang dilakukan pada Peugeot 208 GTi jika dibanding 208 versi standar. Nuansa khas mobil sports dengan suspensi rendah dan tambahan body kit memberi kesan garang pada 208 GTi.

Pada bagian interior Peugeot 208 GTi pun keberadaan sport seats dan dashboard yang dihias dengan lampu berwarna merah pada panel instrumen makin memperkental aura sporti. Sedangkan balutan kulit di beberapa bagian seperti jok dan tuas rem darurat (rem tangan) mampu memberikan sentuhan kemewahan di dalam kabin mobil Peugeot.

Peugeot 208 GTi merupakan pilihan paling pas bagi mereka yang menghendaki sebuah mobil berkarakter sporti namun tetap nyaman digunakan sebagai kendaraan harian. Beberapa kompetitor seperti Ford Fiesta ST dan VW Polo GTi mungkin merupakan rival tangguh yang sulit digoyang, namun terlepas dari nama besar pembuatnya serta popularitas produknya sendiri, rasa-rasanya pabrikan asal Perancis tersebut sukses meramu Peugeot 208 GTi menjadi dalam sebuah kombinasi yang seimbang dan mestinya mampu berbicara banyak dalam menghadapi kompetitor.

Infiniti Q50 pun Segera Mendarat di Indonesia

01:30 .
Topik: Infiniti , Sedan
Infiniti Q50 pun Segera Mendarat di Indonesia
Infiniti Q50 tak lama lagi akan beredar di Indonesia dan berhadapan dengan kompetitor sekelasnya s... More...
Infiniti Q50 tak lama lagi akan beredar di Indonesia dan berhadapan dengan kompetitor sekelasnya seperti Lexus IS 250, BMW Seri 3, Audi A4 dan Mercedes C-Class. Infiniti adalah merek premium milik Nissan, sama halnya Lexus bagi Toyota. Namun berbeda dengan nasib Lexus yang sudah diterima baik oleh pasar, Infiniti meski sudah menjadi title sponsor tim Red Bull di ajang Formula 1 masih harus berjuang keras dalam memperkenalkan merek itu sendiri.

Nama Infiniti sendiri sebenarnya sudah mulai diperkenalkan di era tahun 90-an namun berbagai kesalahan dalam eksekusi strategi pemasaran membuat nama mereknya tidak populer. Namun belakangan ini ada sedikit perbaikan dimana merek ini mulai diminati oleh masyarakat termasuk di Asia. Kini salah satu mobil terbaru buatan mereka yaitu Infiniti Q50 bahkan sudah percaya diri diborong ke Indonesia.

Dengan kapasitas mesin yang terbilang kecil atau kurang dari 2.0 liter rasa-rasanya Infiniti Q50 bakal lebih mudah diterima di Indonesia karena pajaknya tidak setinggi mobil keluaran Infiniti lainnya yang mengusung mesin 3.7 liter bahkan 5.0 liter. Dari desainnya sendiri banyak kesamaan antara Infiniti Q50 dengan Q70. Jika dibandingkan Lexus IS 250 kesan yang ditampilkan oleh Infiniti Q50 tampak lebih anggun meski para desainer tidak benar-benar ingin menghilangkan kesan maskulin pada mobil ini.

Spesifikasi Infiniti Q50

Bagian depannya masih mengandalkan desain yang menjadi ciri khas mobil-mobil buatan Infiniti lainnya. Secara menyeluruh para desainernya terbilang sukses memadukan karakter sporti dengan kesan maskulin pada Q50. Desain velg-nya sendiri tidak istimewa, namun jika diamati secara detil maka tampak bahwa kualitas dan finishing-nya tidak sembarangan.

Bagian paling mencolok dari interior Infiniti Q50 adalah desain dashboard yang menjadikannya tampak besar sekaligus lapang dengan kualitas material dan build quality sesuai ekspektasi.

Berbeda dengan umumnya mobil yang hanya memiliki satu layar monitor, pada Infiniti Q50 Anda akan disuguhi dua layar sentuh sekaligus masing-masing berukuran 8 dan 7 inch. Tak hanya ukuran layarnya saja yang besar, namun resolusi yang ditampilkan pun sangat tajam. Kedua layar tersebut bekerja sama dengan saling tidak bergantung satu sama lain.

Interior Infiniti Q50

Infiniti Q50

Sayang bahwa cukup banyak fitur yang dimiliki di sini hanya bisa digunakan oleh mereka yang tinggal di Amerika saja dan tidak berfungsi di benua lain termasuk Asia.

Namun demikian fitur-fitur utama lainnya masih tetap bisa dinikmati dan memberi informasi penting yang hampir mirip dengan Nissan GTR. Beberapa informasi yang ditampilkan tersebut antara lain adalah G-meters.

Selama ini Mercedes C-Class dinilai sebagai sedan dengan kapasitas kabin paling lega di kelasnya. Ternyata Infiniti Q50 mampu menghadirkan kabin yang lebih lega lagi. Bahkan dengan kapasitas bagasi 510 liter artinya volume Infiniti Q50 30 liter lebih besar dibanding Mercedes C-Class,

Dapur pacunya sendiri mencomot dari Mercedes C250 yang mampu menghasilkan daya maksimum 208 dk pada 5500 rpm dan torsi maksimum 350 Nm pada 1250-3500 rpm. Dapur pacu ini sanggup melesatkan Infiniti Q50 dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 7,2 detik.

Akselerasi Infiniti Q50 terasa lebih baik jika dibandingkan Mercedes C250 karena torsi maksimumnya sudah bisa didapat pada putaran mesin yang relatif rendah. Namun performa setirnya sendiri masih terasa kalah dari C250 karena terlalu ringan, kondisi ini masih terjadi saat dipacu pada kecepatan tinggi meski bobotnya sudah terasa bertambah.

Harga Infiniti Q50

Bukan hanya mesin yang dicomot dari C250, namun termasuk transmisinya. Karena itu perpindahan antar gigi pada Infiniti Q50 terasa sangat halus sebagaimana halnya dengan Mercedes. Bedanya Mercedes C250 sudah mengadopsi paddle shifters maka fitur ini belum ditemukan pada Q50.

Spesifikasi Infiniti Q50

Engine
Engine Capacity 1991cc Turbocharged
Engine Type Straight 4
Compression Ratio 9.8:1
Bore x Stroke (83.0 x 92.0)mm
Power 211bhp @ 5500rpm
Torque 350Nm @ 1250rpm
Power to Weight 124.1 bhp per ton
Performance
Acceleration 7.2s (0-100 km/h)
Top Speed 245 km/h
Fuel Consumption (combined) 13.7 km/L
Drag Coefficient 0.260
Misc Technical Data
Transmission 7 -speed Auto
Drive Type FR
Steering Electric
Measurements
Body Type Sedan
Dimension
(L x W x H)
(4790 x 1820 x 1455) mm
Wheelbase 2850 mm
Kerb Weight 1700 kg
Boot Capacity 500 L
Fuel Tank Capacity 80 L
Brakes
Brakes (Front) Ventilated Discs
Brakes (Rear) Ventilated Discs

Kualitas riding maupun handling Infiniti Q50 sendiri secara keseluruhan tidak banyak berbeda dari Infiniti Q70.

Infiniti Q50 Indonesia

Tampaknya lewat Infiniti Q50 ini pihak pabrikan sukses menggabungkan keunggulan teknis dari beberapa negara yaitu kedahsyatan mesin ala Jerman, kemewahan dan kualitas interior ala Eropa serta realibilitas khas Jepang. Jika selama ini Infiniti identik dengan inferior, maka kali ini lewat Infiniti Q50 pabrikan yang juga memproduksi Nissan All New Grand Livina dan Datsun Go Panca ini membuktikan diri layak disejajarkan dengan Lexus, BMW dan Mercedes.

Penjualan Honda Mobilio Kalahkan Suzuki Ertiga

07:03 .
Topik: MPV
Penjualan Honda Mobilio Kalahkan Suzuki Ertiga
PT. Honda Prospect Motor meraih berhasil menorehkan prestasi gemilang lewat penjualan Honda Mobilio... More...
PT. Honda Prospect Motor meraih berhasil menorehkan prestasi gemilang lewat penjualan Honda Mobilio yang mencapai angka 67.000 unit. Angka tersebut tercatat sejak penjualan perdana Low MPV buatan Honda itu yang dimulai sejak bulan Januari tahun ini. Lewat torehan penjualan fantastis itu Honda Mobilio berhasil menyingkirkan Suzuki Ertiga dan membuntuti Toyota Avanza yang masih bertahan di posisi teratas.

Honda Mobilio dirilis pertama kali di Indonesia untuk bersaing dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga yang sudah cukup mapan. Bahkan di luar ketiga mobil tersebut masih ada pula Chevrolet Spin yang meski catatan penjualannya tidak istimewa namun memiliki segmen konsumen loyal tersendiri. Lewat desain yang sedikit berbeda dengan MPV pada umumnya dan nama besar Honda ternyata hanya dalam waktu beberapa bulan Suzuki Ertiga yang sebelumnya disebut sebagai “the rising star” tersingkir oleh Honda Mobilio.

Toyota Avanza sendiri sebagai pionir sekaligus market leader di kategori Low MPV masih kokoh memimpin penjualan tertinggi sampai saat ini. Meski demikian bukan berarti kehadiran Honda Mobilio tidak mengancam posisinya. Tercatat bahwa hingga sejak akhir bulan September kemarin pangsa pasar Toyota Avanza tergerus dari semula 50% menjadi 48.7%.

Penjualan Honda Mobilio

Direktur Pemasan PT. Suzuki Indomobil Sales yang bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan Suzuki Ertiga di Indonesia menyebut bahwa pangsa pasar Low MPV di Indonesia sebenarnya tidak cukup besar. Sementara lebih dari 50% nya sendiri sudah dikuasai oleh group Astra lewat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

Melihat tingkat kompetisi yang makin memanas group Astra baik Toyota maupun Daihatsu sama-sama menawarkan diskon besar-besaran untuk Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Diskon untuk kedua mobil tersebut bahkan lebih dari 10% dari harga semula dan berarti pula meningkat 50% jika dibanding diskon untuk kedua mobil tersebut pada tahun lalu. Faktor inilah yang menurutnya berperan besar mempertahankan kepemimpinan penjualan Toyota Avanza sekaligus mengubah peta persaingan di segmen Low MPV.

Kondisi ini diamini oleh salah satu dealer Toyota yang mengaku bahwa diskon Toyota Avana tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Namun menurutnya hal tersebut wajar, dimana dalam sebuah pasar begitu kompetisi makin ketat maka yang terjadi selanjutnya adalah perang harga.

Sebaliknya dari kubu Daihatsu, salah satu eksekutif senior Daihatsu di Osaka bahkan menyebut bahwa minat terhadap Daihatsu Xenia sudah menurun drastis. Jika tahun depan PT. Suzuki Indomobil Sales berencana memasukkan Suzuki Alto K10 ke Indonesia maka dia yakin bahwa tamat sudah riwayat Daihatsu Xenia di Indonesia yang notabene adalah satu-satunya pasar Xenia.

Seorang analis pasar terkemuka di Tokyo menilai bahwa meski masih menikmati posisi sebagai pemimpin pasar di segmen Low MPV Indonesia namun baik Toyota maupun Daihatsu harus berbenah diri. Pembenahan itu dilakukan dengan melansir model baru yang lebih atraktif dibanding Honda dan Suzuki namun dengan harga yang tetap kompetitif.

Strategi bertahan dengan Avanza dan Xenia di Indonesia menurutnya bukan langkah cerdas, dalam waktu kurang dari lima tahun kedepan pangsa pasar keduanya bakal makin tergerus. Padahal saat ini penjualan Daihatsu di Indonesia menyumbang 17% dari total penjualan Daihatsu di seluruh dunia. Dan penjualan terbesar dari 17% tersebut sebagian besar disumbang oleh Daihatsu Xenia

Sebaliknya dari pihak Honda Prospect Motor tampak sekali bahwa kepercayaan diri mereka makin tinggi. Meski tak menyebut mengenai strategi khusus di segmen Low MPV namun direktur pemasaran PT. HPM, Jonfis Fandy menyebut bahwa Honda akan menambah jumlah dealer antara 50% hingga 150% dari jumlah yang ada saat ini dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Persaingan tahun-tahun mendatang tampaknya akan makin panas setelah Mitsubishi mengungkapkan niatnya untuk menurunkan produk di segmen Low MPV di sela-sela peluncuran Mitsubishi Delica beberapa waktu lalu.

Via: themalaymailonline.com

Pilih BMW 320i atau Mercedes C200?

01:00 .
Topik: Sedan
Pilih BMW 320i atau Mercedes C200?
Harga BMW 320i menurut pricelist yang didapat dari laman resmi BMW Indonesia dibuka diharga Rp 61... More...
Harga BMW 320i menurut pricelist yang didapat dari laman resmi BMW Indonesia dibuka diharga Rp 619 juta. Sementara harga Mercedes C200 yang tertera di laman resm Mercedez-Benz Indonesia dibanderol mulai Rp 609 juta. Artinya jika harga tersebut benar, di luar diskon, program promosi dan sebagainya maka harga Mercedes C200 sekitar Rp 10 juta lebih murah dibanding harga BMW 320i.

Harga BMW 320i dan Merceedes C200 memang berselisih lumayan, namun keduanya sama-sama pilihan terbaik di kelasnya. Fitur kedua mobil yang saling bersaing ini pun tidak jauh berbeda satu sama lain. Lantas pertanyaannya apakah cukup layak selisih harga Rp 10 juta yang membedakan antara harga C200 dengan harga BMW 320i?

Kedua luxury medium sedan itu sama-sama hadir dengan velg berukuran 18 inch dan desain yang atraktif. Fitur-fitur standar seperti dual-zone climate control, cruise control, push-button keyless start dan satellite navigation dengan USB, AUX-in, Bluetooth serta konektivitas audio ada pada keduanya. Pun tentu saja power window pada keempat jendelanya.

Harga BMW 320i

Pilih BMW 320i atau Mercedes C200?

Fitur penunjang keselamatan seperti sensor parkir depan maupun belakang, sistem yang memberikan peringatan kala ada pengendara lain yang berada pada blind spot, auto parking dan sebagainya kurang lebih sama pula pada keduanya.

Bedanya jika pada BMW 320i pengemudi mendapatkan pandangan kamera dari keempat sisi sementara pada Mercedes C200 hanya pandangan dari sisi belakang saja. Kelebihan lain pada BMW 320i adalah fitur yang otomatis membuka kunci begitu sensor mendeteksi pengemudi membawa kunci sekalipun diletakkan di dalam kantong. Sementara pada C200 fitur ini tersedia sebagai opsional.

Masuk ke dalam interior Mercedes-Benz C200 pengemudi disuguhi oleh radio digital. Mobil ini juga dilengkapi dengan peringatan jika sensor mendeteksi bakal terjadi benturan dan kemudian akan secara otomatis mengaktivasi rem jika pengemudi terlambat menginjaknya. Sembilan airbag yang terletak di bagian depan, samping termasuk melindungi lutut pengemudi menjadi fitur keselamatan standar di dalamnya.

Dashboard yang diberi warna kombinasi black piano dan silver memberikan kesan seolah sedang berada di dalam kabin Mercedes S-Class.

Interior Mercedes C200

Interior BMW 320i

Jika Mercedes C200 banyak mengadopsi dari mobil seri di atasnya, dalam hal ini S-Class. Sebaliknya justru BMW 320i banyak mengadopsi dari BMW Seri 1 yang notabene kelasnya lebih rendah. Selain desain dan tata letak, layar monitor 320i pun berukuran sama seperti BMW Seri 1 yang sudah pasti lebih kecil dibanding layar monitor milik C200.

Kompartemen dan glove box di dalam kabin BMW 320i bukan hanya lebih kecil dibanding C200 namun juga tidak diberi penutup sebaik rivalnya itu.

Sebaliknya sistem iDrive milik BMW bukan hanya lebih mudah digunakan namun juga lebih reliable dibandingkan sistem Command milik Mercedes yang untuk memilikinya saja harus mengeluarkan biaya ekstra karena dijual sebagai aksesoris opsional.

Pada kabin belakang Mercedes menyediakan legroom lebih baik ketimbang BMW namun sebaliknya headroom BMW lebih baik dibandingkan Mercedes.
Sementara untuk kapasitas bagasi meski desainnya tampak cukup berbeda namun keduanya menawarkan menawarkan volume yang sama yaitu 280 liter.

Pada sektor dapur pacu keduanya sama-sama menawarkan mesin 2.0 liter turbocharged. Baik dapur pacu BMW 320i maupun Mercedes C200 menghasilkan daya maksimum yang sama yaitu 183.5 PS. Namun torsi C200 yang 300 Nm sedikit lebih besar dibanding torsi 329i yang “hanya” 270 Nm.

Meski pada akselerasi 0-100 km keduanya mencatatkan waktu yang identik yaitu 7.3 detik namun kala dikendarai akselerasi Mercedes C200 terasa lebih ringan dan cepat dibandingkan BMW 320i. Suara mesin pada C200 juga terasa lebih mantap dan bulat dibanding 320i.

Keunggulan lain BMW 320i dibandingkan Mercedes C200 adalah transmisinya yang memiliki delapan kecepatan dimana Mercedes hanya memiliki tujuh kecepatan. Selain itu saat perpindahan gigi BMW 320i terasa lebih halus dengan tenaga yang tidak drop dibanding C200 yang kadang terasa terlambat.

Soal kualitas riding dan handling Mercedes C200 cukup mengensankan berkat kabin yang terasa sangat senyap meski suara angin yang berasal dari pintu merusak kesempurnaannya. Pada kabin BMW suara mesin dan ban lebih terasa namun tidak demikian dengan suara angin pada kecepatan tinggi.

harga mercedes C200

harga BMW 320i

Di jalan lurus BMW 320i terasa lebih stabil dibanding C200, namun suspensinya terasa lebih keras sehingga saat melewati permukaan yang kurang rata kenyamanan penumpang sedikit dikorbankan.
Sebaliknya Mercedes C200 memberikan kenyamanan lebih baik bagi penumpang saat melewati permukaan jalan kurang baik sekalipun.

Berkat bobot mobil yang lebih berat maka gejala body roll lebih minim dirasakan pada C200 ketimbang 320i. Fakta yang cukup mengecewakan mengingat selama ini BMW dipersepsikan lebih sporti dibanding Mercedes.

Terlepas dari kelebihan dan kekurang masing-masing, selisih harga sekitar Rp 10 juta rasa-rasanya cukup layak untuk menebus harga BMW 320i. Sebab sebagai mobil sedan mewah semestinya fitur-fitur yang ada pada 320i sudah semestinya menjadi standar dan bukan dijual sebagai opsional seperti pada C200.

Namun demikian di luar kelengkapan fitur tersebut Mercedes C200 terbukti memiliki lebih banyak keunggulan dibanding BMW 320i antara lain dari performa mesin, performa handling begitu pun dengan kualitas riding-nya. Jadi selama Anda tidak berkeberatan untuk membeli fitur-fitur opsional yang mestinya sudah menjadi fitur standar untuk mobil sekelas ini rasa-rasanya Mercedes C200 lebih layak dipertimbangkan.

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

10:37 .
Topik: Hatchback , Suzuki
Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX
Suzuki Karimun Wagon R GS kini menjadi tipe termahal di jajaran keluarga Suzuki Karimun Wagon R . ... More...
Suzuki Karimun Wagon R GS kini menjadi tipe termahal di jajaran keluarga Suzuki Karimun Wagon R. Jika dibanding dengan Wagon R GX yang sebelumnya menjadi tipe paling mahal selisih harga keduanya berkisar Rp 2 juta. Lantas apa saja yang membedakan Suzuki Karimun Wagon R GS dengan tipe GX hingga selisih harga keduanya bisa dibilang cukup lumayan itu?

Suzuki Karimun Wagon R sendiri merupakan sukses kedua PT. SIS setelah sebelumnya mencatatkan penjualan fantastis pula lewat Suzuki Ertiga. Tak heran jika alih-alih memasarkan dengan nama berbeda PT. SIS lebih memilih memasukkan mobil yang aslinya bernama Maruti Stingray ini sebagai tipe tertinggi di keluarga Karimun Wagon R. Harapannya tentu saja bahwa dengan nama yang sudah diterima konsumen selama ini maka perusahaan tersebut bakal meraih sukses yang sama bersama Suzuki Karimun Wagon R GS.

Suzuki Karimun Wagon R GS sendiri meski di negeri asalnya India dipasarkan sebagai lini produk terpisah dari Wagon R namun dibangun dengan platform yang sama, bahkan kemiripan keduanya sangat erat. Sementara Wagon R menyasar segmen keluarga muda, Stingray pada pihak lain menyasar kelompok usia yang lebih muda lewat tampilan dan fitur yang lebih sesuai dengan kelompok usia tersebut.

Lantas bagaimana dengan perbedaan antara Suzuki Karimun Wagon R GS yang beredar di Indonesia dengan Suzuki Karimun Wagon R GX yang sudah lebih dulu beredar?

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Seperti sudah disebut bahwa selisih harga keduanya ada di kisaran Rp 2 juta. Sementara di sektor performa rasa-rasanya tak ada perbedaan yang bisa disebut mengingat keduanya sama-sama menggunakan mesin K108 tiga silinder dengan kapasitas 998 cc. Seperti sudah diketahui mesin ini memuntahkan daya maksimum 68 ps dan torsi maksimum 90 Nm. Karakter mesin ini terasa pas di dalam kota sebagaimana mestinya peruntukan mobil ini.

Efisiensi BBM Suzuki Karimun Wagon R GS tentu sama dengan tipe lain yang diklaim 20,51 km/liter oleh pihak pabrikan. Sementara itu untuk kualitas handling dan riding keduanya pun identik karena sasis, dimensi dan suspensi yang identik pula.
Singkatnya di sektor teknis tak ada perbedaan antara Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Suzuki Karimun Wagon R GX dan berlaku pula untuk tipe lainnya.

Lantas kemana selisih Rp 2 juta itu dibelanjakan? Jawabnya ada di bagian eksterior terutama pada bagian depan. Suzuki Karimun Wagon R GS memiliki grille dan lampu depan dengan desain yang berbeda sama sekali dengan tipe lain di bawahnya. Selain itu kap mesinnya juga tampak rata dibandingkan Suzuki Karimun Wagon R tipe lain.

Dengan desain bagian depan yang berbeda ini maka kesan keseluruhan yang ditampilkan oleh Suzuki Karimun Wagon R GS beda dari GX, GL dan GA. Wagon R GS tampak lebih menarik perhatian dan sporti. Dan meski pada versi aslinya Maruti Stingray sudah dilengkapi dengan rear spoiler, rear wiper dan side skirt sayangnya tidak demikian ketika mobil ini bertransformasi menjadi Wagon R tipe GS di Indonesia.

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Beda Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Karimun Wagon R GX

Dari samping yang menjadi pembeda antara Suzuki Karimun Wagon R GS dengan Wagon R GX adalah desain velg yang lebih mencolok dan berukuran lebih besar pula.

Di bagian interior Suzuki Karimun Wagon R GS lagi-lagi selain dominasi warna gelap tidak ada pembeda lainnya dengan tipe di bawahnya. Memang kelir black piano memberikan kesan lebih premium namun beberapa fitur yang menjadi andalan Maruti Stingray seperti setir yang bisa diatur, kontrol audio di lingkar kemudi, airbag untuk pengemudi maupun ABS semuanya sudah disunat ketika dipasarkan di Indonesia dengan nama Suzuki Karimun Wagon R GS.

Interior Suzuki Karimun Wagon R GS

Interior Suzuki Karimun Wagon R GX

Meski Suzuki Karimun Wagon R GS cukup mengecewakan karena tidak sesuai dengan ekspektasi calon konsumen yang semula berharap bakal mengusung semua kelengkapan dan fitur seperti versi aslinya namun bukan berarti selisih harga Rp 2 juta tersebut tidak worthed. Nyatanya untuk memodifikasi Suzuki Karimun Wagon R GX agar memiliki tampang Karimun Wagon R GS biaya yang dikeluarkan kurang lebih sama, sementara kualitas finishing-nya sudah hampir pasti takkan sebaik kualitas pabrik.