Showing posts with label Datsun. Show all posts
Showing posts with label Datsun. Show all posts
// //

Kelemahan Datsun GO Panca Membuatnya Tak Layak Dipertimbangkan?

Kelemahan Datsun GO Panca terkait standar keselamatan yang dianggap tidak memenuhi syarat acapkali menjadikan calon konsumen berpikir dua kali sebelum membuat sebuah keputusan beli. Beberapa tahun lalu isu standar keselamatan LCGC terutama Datsun GO Panca memang sempat menjadi sorotan.

Pihak Datsun sendiri merespon dengan memberikan airbag pada model Datsun GO Panca maupun Datsun GO+ Panca keluaran terbaru, namun kebimbangan calon konsumen tidak begitu saja hilang. Pasalnya bukan sekedar ketiadaan airbag yang menjadikan Datsun GO mendapat rating 0 pada pengujian namun juga konstruksi rangka. Lantas apakah kelemahan Datsun GO Panca tersebut membuatnya tidak pantas dipertimbangkan bagi calon konsumen dengan budget terbatas?

Kelemahan Datsun GO Panca

Read More
// //

Gagal di Uji Tabrak Datsun Go dan Swift Dibela

Meski mendapatkan rating 0 dari Global NCAP belum lama ini dan bahkan mendapat rekomendasi dari Chairman badan tersebut untuk menghentikan penjualn produknya namun ternyata muncul pembelaan terhadap Datsun Go dan Maruti Swift di India. Kali ini pembelaan datang dari SIAM (Society of Indian Automobile Manufacturers) yang berargumen bahwa standar pengujian yang ditetapkan oleh Global NCAP tak sesuai dengan kondisi lapangan di India.

Menurut Vishnu Mathur selaku direktur SIAM, setiap negara memiliki regulasi yang berbeda. Sementara standar pengujian Global NCAP yang mengkondisikan mobil bergerak dengan kecepatan 64 km/jam dianggap terlalu tinggi, bahkan Eropa saja mengkondisikan kecepatan maksimal pada uji benturan hanya pada kecepatan 56 km/jam.

Di lapangan, pembelaan oleh direktur SIAM untuk Maruti Swift dan Datsun Go tidak terasa tepat. Karena dalam pembelaan itu disebut pula bahwa batas kecepatan maksimum di tiap-tiap negara umumnya jauh di bawah standar Global NCAP. Padahal justru di lapangan mayoritas pengemudi memacu kendaraannya dengan kecepatan lebih tinggi dari standar yang ditentukan oleh Global NCAP.

Uji Tabrak Datsun Go

Fakta yang menjadikan pembelaan tersebut menjadi terasa tidak valid adalah karena pihak SIAM membangun argumentasinya berdasarkan regulasi pemerintah setempat yang di lapangan hanya berperan kecil atas keselematan pengemudi dan penumpang. Sementara yang dilakukan oleh Global NCAP adalah simulasi berdasar kondisi yang paling mungkin terjadi di lapangan, bukan semata-mata mengacu pada regulasi. Itupun sekali lagi masih ditambah dengan fakta bahwa umumnya pengemudi memacu kendaraan melebihi kecepatan yang dikondisikan oleh Global NCAP. Sehingga menyalahkan standar Global NCAP yang dianggap terlalu tinggi rasa-rasanya bukan merupakan langkah tepat.

Di Indonesia sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak Nissan (Datsun), pemerintah maupun lembaga lain terkait gagalnya Datsun Go pada uji tersebut. Meski demikian Nissan India menyertakan pasar Indonesia dan Afrika Selatan dalam tanggapannya terhadap rekomendasi Global NCAP kemarin. Secara teoritis, ada peluang masuk akal jika Datsun Go Panca dianggap memenuhi standar keselamatan di Indonesia mengingat bahwa mobil ini adalah city car sedangkan batas kecepatan maksimal di dalam kota menurut regulasi di Indonesia adalah 50 km/jam. Perlu digarisbawahi kalimat “ada peluang”, sebab faktanya baik Datsun Go versi Indonesia maupun LCGC lainnya pun belum diuji benturan pada kecepatan tersebut.

Memang Daihatsu Ayla atau Toyota Agya versi Malaysia yang beredar dengan nama Perodua Axia pernah menjalani uji di ASEAN NCAP dan meraih empat bintang. Kecepatan yang dikondisikan oleh ASEAN NCAP sendiri sama seperti Global NCAP yaitu 64 km/jam. Hanya saja untuk menyebut hasil tersebut mewakili Daihatsu Ayla rasanya kurang tepat, sebab tidak diketahui apakah struktur bodi keduanya identik. Daihatsu Ayla dan Toyota Agya sendiri adalah dua mobil dengan platform identik yang diproduksi oleh Daihatsu. Selain Perodua Axia masih ada bentuk lain dari Agya dan Ayla yaitu Toyota Wigo yang dipasarkan di Filipina.

Sumber berita: Times of India
Read More
// //

Global NCAP Sarankan Datsun Go Ditarik dari Peredaran

Terkait dengan kegagalan Datsun Go pada crash test oleh standar Global NCAP beberapa waktu lalu, akhirnya Max Mosley selaku chairman badan tersebut bersurat secara resmi kepada CEO Nissan agar menarik Datsun Go dari peredaran secepat mungkin. Max Mosley lebih lanjut menggarisbawahi kekecewaan mereka terhadap standar Nissan yang merilis mobil dengan tingkat keselamatan sangat rendah.

Mosley menyebut bahwa Datsun Go gagal memenuhi standar minimal tingkat keselamatan yang ditentukan oleh UN, karena itu pihaknya mendesak penarikan Datsun Go dilakukan secepat mungkin dan sekaligus memaksa pihak Nissan melakukan desain ulang terhadap mobil sumbkompak hatchback mereka agar memenuhi persyaratan.

Menanggapi hal itu petinggi Nissan di India menyebut bahwa Nissan India masih berkoordinasi dengan Nissan Global sebelum bisa melakukan tindakan apapun terkait rekomendasi resmi dari Global NCAP tersebut. Pihaknya menyebut bahwa Nissan sangat peduli terhadap keselamatan para konsumen Datsun Go yang saat ini sudah tersebar di India, Indonesia dan Afrika Selatan. Meski demikian Nissan India menyebut juga bahwa kualitas termasuk tingkat keselematan Datsun Go sudah memenuhi syarat sesuai regulasi masing-masing negara baik India, Indonesia maupun Afrika Selatan.

Penjualan Datsun Go dihentikan

Dari sini bisa diduga bahwa ada kesenjangan regulasi terkait tingkat keselamatan sebuah kendaraan antara standar yang ditentukan oleh UN dan standar yang ditentukan oleh tiap-tiap negara.

Beberapa waktu sebelumnya Nissan India sempat menawarkan solusi untuk melengkapi Datsnu Go dengan airbag dan ABS. Namun solusi tersebut bertentangan dengan hasil temuan Global NCAP yang nyata-nyata menjelaskan bahwa masalah utama mobil murah Datsun ini terletak pada konstruksi struktur bodi yang rentan, karena itu penambahan airbag tidak akan berguna.

Sekali lagi, terkait dengan kondisi di Indonesia sebagaimana diketahui bahwa Datsun Go hanya satu di antara LCGC yang beredar. Tak sedikit yang menilai bahwa kasus ini dijadikan senjata oleh produsen LCGC lain untuk menyerang Datsun di Indonesia. Padahal faktanya LCGC pabrikan lain pun bisa jadi memiliki kerentanan yang sama. Satu-satunya alasan Datsun Go menjadi sorotan adalah karena pihak Nissan India menyertakan mobil ini pada uji tabrak oleh Global NCAP. Bayangkan bagaimana dengan LCGC merek lain jika disertakan dalam uji dengan standar yang sama?

Rating crash test tidak selalu menjamin keamanan dalam tabrakan yang sebenarnya, demikian hipotesa yang diajukan oleh sebuah situs otomotif online terkemuka. Yang jarang dipahami bahwa pada uji tersebut kecepatan maksimal sesuai standar Global NCAP adalah 64 km/jam untuk frontal impact dan 50 km/jam untuk side impact pada posisi tepat di atas pintu.

Sedangkan alasan beberapa mobil yang mendapat rating tinggi tetap mengalami kerusakan parah yang membahayakan pengemudi dan penumpang di jalanan umumnya terjadi akibat benturan dengan kecepatan melebihi standar tersebut.

Jadi kesalahannya bukan terletak pada rating tersebut melainkan pada pengemudi yang memacu mobilnya lebih dari kecepatan standar. Jika menilik regulasi di Indonesia saja, kecepatan maksimum yang diijinkan di area pemukiman dan dalam kota masing-masing adalah 30 km/jam dan 50 km/jam. Sementara di luar kota 80 km/jam.

Jika dilihat dari regulasi tersebut (PP No 79 tahun 2013) saja kecepatannya sudah melebihi standar pada uji benturan Global NCAP, belum lagi faktanya di lapangan mayoritas pengemudi baik roda dua maupun roda empat cenderung mengabaikan batas kecepatan tersebut.

Di dalam kota pun tak sedikit kendaraan yang dipacu dengan kecepatan di atas 50 km/jam, padahal secara etika jalanan di dalam kota adalah milik pejalan kaki bukan milik kendaraan bermotor. Tengok saja di negara-negara maju dimana lokasi jalanan dalam kota yang boleh dilewati oleh kendaraan sangat terbatas, itupun dengan tingkat kecepatan maksimum yang dibatasi dengan ketat pula.

Karena itu jika sebuah mobil dengan rating tingkat keselamatan tinggi entah dari Global NCAP maupun badan yang lain mengalami kerusakan hingga mengancam nyawa pengemudi dan penumpang, ada banyak faktor yang mesti dikaji tidak bisa semata-mata berdalih bahwa standar pengujian tersebut tidak valid dengan kondisi di lapangan. Acapkali perilaku dan etika pengemudi justru menjadi biang keladi kecelakaan tragis di jalanan.

Terlepas daripada itu jika Nissan global pada akhirnya memutuskan untuk melakukan desain ulang terhadap Datsun Go, rasa-rasanya langkah ini layak diapresiasi. Pada satu sisi Datsun menunjukkan komitmennya kepada konsumen yang bukan tidak mungkin langkah ini bakal menjadi tindakan Humas yang menguntungkan Datsun di kemudian hari. Sedangkan pada sisi lain, jika Datsun memang mau menempuh langkah tersebut bukan tidak mungkin pabrikan lain akan mengikuti.

Datsun Go bukan satu-satunya yang gagal dalam uji ini, Suzuki Swift yang beredar di India pun memiliki masalah yang sama. Padahal ditilik dari segi harga Suzuki Swift jelas lebih mahal dibanding harga Datsun Go. Karenanya takkan mengherankan jika LCGC lain yang beredar di Indonesia bakal mendapat hasil yang sama jika disertakan pada uji benturan sesuai standar Global NCAP.

Sumber berita: Global NCAP
Read More
// //

Inilah Alasan Datsun Go Tidak Perlu Airbag

Bukan berita baru bahwa belum lama ini Datsun Go hatchback gagal dalam tes Global NCAP bersama beberapa mobil lain termasuk Suzuki Swift yang beredar di India. Beberapa orang menilai bahwa kegagalan ini disebabkan oleh ketiadaan airbag pada Datsun Go. Namun ternyata masalahnya tidak sesederhana itu.

Datsun Go di Indonesia sendiri dianggap paling minim fitur karena tak dibekali dengan airbag maupun ABS+EDB. Sementara beberapa kompetitor sesama produsen LCGC sudah menawarkan airbag sebagai kelengkapan standar. Tanpa banyak bertanya konsumen langsung beranggapan bahwa LCGC yang menggunakan airbag sudah pasti lebih nyaman. Benarkah demikian?

Sekjen Global NCAP, David Ward menyebut bahwa solusinya tidak sesederhana itu. Menurutnya mobil-mobil seperti Datsun Go memiliki struktur bodi yang terlalu tipis, sehingga sekalipun dipasangi airbag manfaatnya nyaris tidak ada. Padahal sebagaimana diketahui bahwa struktur bodi Datsun Go tak banyak berbeda dibanding LCGC lainnya. Dirinya bahkan menyayangkan mengapa merek-merek besar seperti Nissan dan sebagainya bisa merilis sebuah mobil dengan kekuatan struktur bodi yang sama sekali tidak memenuhi syarat.

Datsun Go tanpa Airbag



Meski dalam kasus ini Datsun Go yang menjadi topik pembahasan namun bukan berarti pemilik LCGC merek lain bisa bertenang diri. Pasalnya sampai hari ini diantara semua LCGC yang ada memang baru Datsun Go yang mengikuti uji Global NCAP. Padahal merek-merek lain pun notabene memiliki kualitas serta kekuatan struktur bodi yang tak beda jauh dari Datsun Go. Jika sudah begini apakah memilih LCGC yang dilengkapi airbag ada manfaatnya?

LCGC sekalipun merupakan angin segar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang semula merupakan konsumen roda dua dan mobil bekas namun mestinya kebijakan ini dikaji ulang. Selama ini fokus kritikan hanya berputar soal kemacetan, sedikit sekali yang mengkritisi standar keselamatan LCGC. Pemerintah sendiri kala melahirkan kebijakan ini kentara sekali tidak memikirkan faktor keselamatan para pembayar pajak. Sebab bukan saja airbag dan ABS tidak dipersyaratkan pada mobil LCGC namun bahkan kekuatan serta desain struktur bodi mobil pun tidak dipikirkan.

Pabrikan di pihak lain sekedar melihat kebijakan LCGC sebagai kesempatan untuk menggarap segmen yang selama ini tidak tampak menarik untuk digarap. Karenanya tak heran jika kemudian perangkat keselamatan ditawarkan sebagai sebuah nilai tambah yang membuat mereka bisa menaikkan harga, terlepas efektif atau tidaknya fitur-fitur tersebut disematkan pada sebuah mobil dengan kualitas struktur bodi yang desain serta kekuatannya meragukan.

Dilematis memang, pada satu sisi masyarakat membutuhkan sarana transportasi yang hemat sekaligus layak, sudah barang tentu transportasi publik di Indonesia bukan jawabannya. Sementara pada pihak lain pemerintah tampak bersikap asal kala melahirkan kebijakan LCGC, ditambah lagi dengan pabrikan yang sekedar melihat kebijakan tersebut sebagai peluang menambah pundi-pundi.

Mirisnya, seolah masih belum cukup semua keraguan yang ada, minoritas pemilik LCGC pun tak jarang dengan pongah menyombongkan mobilnya yang sanggup berlari di atas 60 km/jam bahkan kadang di atas 100 km/jam tanpa memikirkan kelayakan mobil itu sendiri. Tidak salah mungkin jika ada mereka yang setengah bercanda bahwa kebijakan LCGC adalah solusi pemerintah atas kegagalan pencanangan program Keluarga Berencana. Lucu dan tragis, namun masuk akal.

Berita lain seputar kegagalan Datsun Go di Global NCAP bisa dibaca di sini
Sumber: Motoring
Read More
// //

Datsun Go Panca Matic Tantang Agya Matic

Datsun Go Panca matic ternyata tak perlu ditunggu terlalu lama sebagaimana diperkirakan selama ini. Hanya berselang beberapa saat setelah versi hatchback manual dirilis kini pabrikan yang berada dalam naungan group Nissan itu bersiap merilis versi matic-nya. Kehadiran transmisi matic pada Datsun Go Panca tentu merupakan kabar gembira utamanya bagi mereka yang tinggal di perkotaan.

Datsun Go Panca matic sampai hari ini masih menjadi varian yang dinanti oleh cukup banyak konsumen. Tak sedikit dari mereka yang sengaja menunda pembelian meski kala itu belum ada tanda-tanda bakal hadirnya varian dengan transmisi matic ini. Rupa-rupayanya buah kesabaran dan penantian itu segera terbayar lunas oleh kehadiran Datsun Go Panca matic di Indonesia.

Datsun Go Panca Matic

Besar kemungkinan selain transmisi tidak akan ada perbedaan dengan tipe yang sudah ada saat ini baik dari segi desain maupun spesifikasi teknis lainnya. Mesin 1.2 liter tiga silinder milik Nissan March 1.2 masih akan menjadi dapur pacu mobil terbaru keluaran Datsun nantinya. Pastinya dengan kehadiran Datsun Go Panca matic ini kini hatchback terbaru di kelas LCGC ini makin terang-terangan menantang Toyota Agya yang sudah lebih dulu menawarkan transmisi serupa.

Sedangkan untuk tipe MPV atau Datsun Go+ Panca (5+2) sampai tulisan ini dibuat masih belum ada kejelasan apakah akan dihadirkan dalam varian bertransmisi matic juga atau tidak.
Read More
// //

Datsun Go Panca Hatchback Penerus Sukses Datsun Go+?

Datsun Go Panca dirilis oleh pabrikan yang namanya kembali muncul setelah mati suri sebagai mobil kedua Datsun di Indonesia. Sebelumnya perusahaan yang sama telah merilis Datsun Go+ Panca dengan konfigurasi bangku 5+2 yang menjadi satu-satunya MPV di kelas LCGC. Akankah Datsun Go hatchback ini menuai sukses yang sama?

Jujur saja kunci sukses Datsun Go+ Panca pertama-tama adalah berkat kejelian Datsun menghadirkan mobil dengan kapasitas lebih besar dibanding LCGC merek lain. Kapasitas muat yang besar merupakan nilai penting bagi calon konsumen di tanah air. Sedangkan faktor kedua adalah program-program kepemilikan mobil yang dirancang sedemikian rupa oleh Datsun bersama beberapa rekanan untuk mempermudah target market mobil ini mewujudkan impiannya.

Datsun Go Panca Indonesia

Kombinasi dua resep tersebut terbukti membawa Datsun Go+ Panca menjadi salah satu LCGC paling diincar sejak resmi dirilis beberapa bulan lalu. Bahkan calon konsumen pun dengan sabar rela menanti proses inden yang tidak bisa dibilang singkat meski masih belum menyamai rekor inden Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia ketika pertama kali dirilis beberapa tahun silam.

Lantas ketika beberapa waktu lalu pabrikan yang sama mengumumkan niatnya menghadirkan Datsun Go Panca hatchback di Indonesia keraguan pun muncul. Sebab selain memberi opsi yang makin beragam bagi calon konsumen LCGC sejujurnya tak ada keunggulan lain yang diusungnya dibanding merek lain sebut saja Honda Brio Satya, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla serta Suzuki Karimun Wagon R.

Suzuki Karimun Wagon R unggul karena meski pada dasarnya tetap sebuah mobil hatchback namun posisi dudukannya yang tinggi menyerupai MPV adalah faktor plus tersendiri terutama bagi pengemudi. Sementara Dauhatsu Ayla dan Toyota Agya unggul karena jaringan service yang tersebar luas hampir di setiap kota. Bahkan soal kelengkapan fitur Toyota Agya masih yang terbaik dibanding LCGC lainnya meski banderolnya juga lebih mahal.

Pertanyaannya adalah apa yang menjadi pertimbangan Datsun Indonesia ketika pada akhirnya memutuskan untuk merilis Datsun Go Panca versi hatchback ini?

Datsun Go hatchback sendiri di India sebenarnya justru dirilis lebih awal daripada Datsun Go+ Panca 5+2 di Indonesia. Di negara tersebut Datsun Go meraih kesuksesan yang cukup menjanjikan, mungkin kemiripan karakter konsumen antara Indonesia dan India menjadi latar belakang kepercayaan diri Datsun Indonesia mendatangkan versi hatchback ini.

Desain Datsun Go Panca hatchback sendiri dalam banyak hal mirip dengan versi MPV-nya. Kecuali pada bagian belakang serta tinggi yang tentu saja dibuat lebih rendah dibanding Datsun Go+ Panca. Dengan panjang 3.785 mm dan lebar 1.635 mm sebenarnya dimensi Datsun Go Panca hatchback lebih besar dari rata-rata hatchback kelas A.

Datsun Go Panca Hatchback Indonesia

Review Datsun Go Panca

Gaya desain minimalis di sektor interior Datsun Go MPV masih dipertahankan pada versi hatchbacknya. Terus terang tak ada keistimewaan atau kesan positif yang muncul pada pandangan pertama ketika masuk ke dalam kabin dan menyaksikan interior Datsun Go Panca hatchback ini. Finishing-nya sendiri rapi, bahkan jauh lebih rapi dibandingkan dasboard Honda Mobilio (kecuali Honda Mobilio RS) ataupun Honda All-new Jazz yang notabene harganya jauh lebih mahal. Namun sebenarnya Datsun bisa mengupayakan agar desainnya tidak berkesan terlalu minimalis sehingga lebih enak dipandang.

Beberapa hal seperti penempatan tuas transmisi serta rem tangan model tarik mungkin membuat calon konsumen mengernyitkan dahi. Namun harus diakui bahwa siapapun yang pernah menjajal langsung mobil murah Datsun ini seketika menyadari bahwa desain dan penempatan kedua bagian tersebut sangat ergonomis dan praktis. Sayang lagi-lagi dem menghemat biaya produksi tuas rem tangannya terasa sangat ringkih.

Interior Datsun Go Panca

Kelemahan utama Datsun Go Panca hatchback yang juga adalah kelemahan Datsun Go+ Panca 5+2 adalah suara pintu yang bak kaleng sardin ketika ditutup. Jujur saja banyak orang dibuat heran dengan fakta bahwa Datsun membiarkan kondisi ini terjadi. Mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan kualitas material mobil Datsun itu sendiri, namun pastinya banyak konsumen yang mengurungkan niatnya hanya gara-gara kurang sreg dengan suara pintu Datsun Go. Di sinilah terlihat bahwa marketing Datsun (bukan selling, tapi marketing!) tidak melakukan riset pasar sungguh-sungguh sehingga melewatkan persepsi kualitas non teknis yang muncul di benak calon konsumen.

Datsun Go Panca hatchback sendiri seperti sudah disebutkan memiliki dimensi yang di atas rata-rata mobil hatchback kelas A, karenanya di bangku baris kedua tiga penumpang dewasa berukuran tubuh normal bisa diangkut dengan relatif nyaman. Tentu nyaman di sini adalah untuk ukuran mobil di kelasnya.

Sementara untuk dapur pacu masih tetap mengandalkan mesin yang sama yaitu mesin berkapasitas 1.2 liter tiga silinder yang memuntahkan daya maksimum 68,9 PS dan torsi 104 Nm. Untuk kondisi dalam kota dan sebagai kendaraan harian performa mesin Datsun Go Panca hatchback sudah terbukti mumpuni.
Performa handling-nya pun cukup mengejutkan untuk sebuah mobil yang harganya ada di kisaran Rp 100 juta-an. Hingga kini setidaknya keluarga Datsun Go adalah yang terbaik di antara LCGC lainnya ketika bicara soal kualitas handling. Bahkan ketika dipacu dengan kecepatan sedang di jalan tol pun ternyata keraguan terhadap stabilitas mobil ini seketika lenyap. Dan karena dimensinya lebih pendek dibanding Datsun Go+ Panca (5+2) maka gejala limbung jauh lebih minim pada versi hatchback ini.

Walau demikian penggunaan ukuran ban standar yang terlampau kecil cukup berpengaruh terhadap stabilitasnya, karenanya akan lebih baik jika pemilik menggantikan dengan ban berukuran lebih besar dari standarnya. Alasan Datsun menempatkan ban berukuran kecil yang bukan hanyak mengurangi stabilitas dan menjadikan tampilannya kurang proporsional tampaknya murni alasan biaya produksi dan keiritan bahan bakar.

Dengan segala kelebihan dan kelemahan Datsun Go Panca hatchback rasa-rasanya layak diapresiasi karena memberi alternatif pilihan yang lebih luas kepada calon konsumen mobil LCGC. Namun pertanyaannya apakah dengan berbagai keunggulan itu cukup bagi Datsun Go Panca hatchback bersaing dengan LCGC lainnya? Lebih-lebih jaringan bengkel resmi Datsun yang saat ini masih menyatu dengan induknya yaitu Nissan sangatlah terbatas lebih-lebih dibandingkan Honda, Toyota dan Daihatsu.

Spesifikasi Harga Datsun Go Panca Indonesia

Pada akhirnya semua akan kembali pada selera, pertimbangan dan preferensi calon konsumen. Pastinya Datsun pun sudah menyadari akan hal ini dan tidak akan berharap penjualan Datsun Go Panca hatchback bakal menyamai lebih-lebih mengungguli penjualan tipe MPV-nya. 

Bagaimanapun faktanya banyak calon konsumen yang sebenarnya lebih tertarik memiliki Datsun Go Panca hatchback ketimbang Honda Brio Satya, Toyota Ayla atau Daihatsu Agya, sayangnya jaringan bengkel resmi Nissan yang belum menjaring daerah-daerah membuat mereka mengurungkan keinginannya dan berpindah ke merek lain. Sebuah PR panjang bagi Datsun Indonesia jika benar-benar ingin menjadikan mobil buatan mereka sebagai mobil rakyat. Sebab syarat mobil rakyat bukan semata-mata harga yang murah namun juga ketersediaan bengkel resmi berikut suku cadang yang mudah didapat hingga ke kota-kota di setiap daerah.
Read More
// //

Datsun Rilis Mobil Sedan Keluarga

Sementara sebagian masyarakat Indonesia masih menanti kehadiran Datsun Go Panca hatchback yang sudah tampil di hadapan media belum lama ini, ternyata pabrikan yang tak lain merupakan second brand Nissan itu baru-baru ini juga merilis mobil sedan keluarga yang diberi nama Datsun on-Do dengan dimensi yang bisa disebut setara dengan entry-level sedan seperti Toyota Vios atau Honda City.

Diproduksi di AVTOVAZ Rusia mobil sedan Datsun ini hadir dalam desain empat pintu dengan kapasitas lima penumpang. Meski diproduksi di Rusia namun desain Datsun on-Do sendiri dilakukan di Jepang. Memang sedan Datsun on-DO ini dirancang dan diperuntukkan sebagai “mobil rakyat” sebagaimana halnya keluarga Datsun Go di Indonesia, namun pihak Datsun menyebut bahwa hal tersebut tidak mengurangi kualitas mobil itu sendiri karena standar-standar yang digunakan oleh Nissan selaku pemilik merek diterapkan dalam proses desain maupun produksi mobil-mobil Datsun.

Mobil Datsun Terbaru

Mobil Datsun Terbaru

Mobil Datsun Terbaru

Meski kabinnya masih belum bisa disejajarkan dengan Toyota Vios atau Honda City namun setidaknya interior Datsun on-DO masih lebih baik ketimbang Datsun Go yang beredar di Indonesia saat ini.
Read More
// //

Bakal Seperti Inikah Datsun Go Besutan Nismo?

Datsun Go+ Panca beberapa hari yang lalu telah resmi beredar di Indonesia, sementara sebelumnya Datsun Go versi hatchback sudah terlebih dahulu beredar di India. Meski sejauh ini mobil murah keluaran Datsun tersebut boleh dibilang menawarkan tampilan eksterior terbaik di kelasnya namun ternyata tak setiap orang puas dengan tampilan tersebut.

Beberapa waktu lalu sebuah situs yang menyebut dirinya sebagai “Automotive Manipulator” merilis sebuah hasil rendering Datsun Go Nismo di situsnya. Cukup masuk akal mengingat Datsun merupakan second brand dari Nissan, dan jika Nissan March sudah lama tersedia dalam wujud yang lebih sporti berkat besutan Nismo kenapa tidak demikian dengan Datsun Go?

Datsun Go Nismo

Datsun Go Nismo yang fotonya ditampilkan dalam situs tersebut tampak mengalami ubahan yang radikal meski tetap tak kehilangan ciri utama versi aslinya. Desain bumper depan, headlamps berikut spoiler dengan lampu LED terintegrasi mampu merubah kesan Datsun Go Nismo lebih sporti ketimbang versi standarnya. Selain itu perpaduan kelir merah dan hitam juga menjadikan mobil murah keluaran Datsun itu tampak lebih garang.

Tak hanya disitu, tengok bagaimana “sang manipulator” memberikan velg dengan desain yang sporti ditambah balutan ban tipis, grill yang lebih dinamis serta tambaha side skirts untuk mempercantik desain Datsun Go secara keseluruhan.

Akankah suatu hari nanti pihak Datsun akan merilis Datsun Go versi Nismo? Rasanya cukup layak untuk ditunggu.

Rendering: Theophilus Chin
Read More
// //

Datsun GO+ Panca Resmi Mengaspal Tanpa Transmisi Matic

Datsun GO+ yang sudah cukup lama dinanti oleh konsumen otomotif di Indonesia dengan penuh antusiasme akhirnya resmi mengaspal di Indonesia beberapa waktu lalu. Di Indonesia mobil LCGC buatan Nissan ini menggunakan nama resmi Datsun GO+ Panca. Kata “Panca” sendiri sebagaimana sudah diketahui memiliki arti “lima”, sama halnya dengan “Go” yang merupakan bahasa Jepang dengan makna serupa (lima). Sedangkan embel-embel + (plus) menunjukkan kapasitas daya muat ekstra dibandingkan Datsun GO hatchback yang sudah terlebih dahulu meluncur di India.

Datsun GO+ Panca merupakan produk pertama Datsun di Indonesia setelah absen cukup lama. Pihak Datsun sendiri meyakini produknya bakal sukses di Indonesia sebab second brand Nissan ini sudah terbukti mendapat tempat istimewa di hati konsumen Indonesia. Bahkan menurut Vincent Cobee, pimpinan Datsun Global klub pecinta Datsun tetap aktif di Indonesia sejak tahun 70-an. Datsun sendiri mengklaim memahami keinginan konsumen Indonesia yang mengharapkan sebuah mobil keluarga dengan harga terjangkau, reliabilitas tinggi, nyaman bagi pengemudi dan penumpang serta layanan purna jual yang terjamin. Dan kesemua itu menurut Datsun terwujud dalam produk pertama mereka di Indonesia yaitu Datsun GO+ Panca.

Datsun GO+ Panca

Saat ini Datsun GO+ Panca tersedia dalam tiga varian yaitu D, A dan T yang kesemuanya masih mengandalkan transmisi manual. Tipe D yang merupakan base model dilepas di harga Rp 85 juta rupiah tanpa ketersediaan AC dan fitur mendasar mobil modern pada umumnya seperti power windows dan power steering. Namun jika dibanding kompetitornya Datsun GO+ Panca tipe termurah ini masih unggul di bagian kabin karena mengandalkan material plastik sebagai door trim dimana para kompetitor masih mengandalkan cardboard.

Datsun GO+ Panca

Datsun GO+ Panca

Harga Datsun GO+ Panca

Konsumen yang menghendaki keberadaan fitur lain seperti mobile docking station dan AC bisa melirik Datsun GO+ Panca tipe A yang dibanderol Rp 92,4 juta. Sementara Datsun GO+ Panca dengan fitur layak bisa didapat pada tipe T yang dilepas dengan harga Rp 99,9 juta rupiah. Fitur layak pada tipe T tersebut meliputi AC, Power Windows, Power Steering, Key Immobilizer serta alarm. Jika itu masih belum memuaskan maka pembeli bisa mempertimbangkan Datsun GO+ Panca T Option yang dipermanis dengan rear spoiler with mounted lamp, sensor parkir, head unit dengan AUX serta USB dan juga body side moulding. Semua itu bisa didapat dengan menambah Rp 500 ribu saja.


Mengenai alasan belum tersedianya transmisi matic untuk Datsun GO+ Panca, VP Nissan Motor yang sekaligus merupakan Presdir Nissan Motor Indonesia menjelaskan bahwa berdasarkan riset pasar saat ini konsumen yang menjadi pangsa pasar Datsun GO+ Panca lebih menghendaki transmisi manual ketimbang matic. Meski demikian tak menutup kemungkinan Datsun GO+ bakal hadir dengan transmisi matic jika memang permintaannya cukup tinggi.

Ketiga tipe Datsun GO+ Panca yang beredar di Indonesia pada saat ini mengandalkan mesin 1.2 liter yang sama digunakan pula oleh Nissan March 1.2. Meski demikian setting keduanya tidak sama, sehingga karakter serta output yang dihasilkan juga berbeda.
Datsun GO+ Panca saat ini adalah satu-satunya LCGC yang bertipe MPV dan memiliki kemampuan mengangkut tujuh penumpang, meski konon tak lama lagi Suzuki bakal segera menyusul dengan Suzuki Karimun WagonR berkapasitas tujuh penumpang.

Spesifikasi Datsun GO+ Panca

Nissan sendiri baru-baru ini meresmikan pembukaan pabrik keduanya yang berlokasi di Purwakarta yang ditarget memproduksi 65 ribu unit mobil pada tahun pertamanya. Pabrik yang khusus didaulat untuk memproduksi mobil Datsun ini berada di bawah kendali Nissan Jepang dan Nissan Indonesia dengan mengandalkan komponen lokal sebesar 70% untuk mobil-mobil yang diirakitnya.
Read More
// //

Datsun GO Sedan Nongol di Rusia

Sementara Datsun GO dan Datsun GO+ masih hangat-hangatnya dibicarakan rupanya pihak Datsun ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk merilis Datsun GO Sedan. Meski saat ini kemunculannya di Russia masih sekedar berbentuk teaser namun pabrikan tersebut memastikan kehadiran Datsun GO pada bulan depan.

Datsun GO Sedan adalah mobil sedan pertama yang dirilis oleh Datsun semenjak comeback-nya ke pasar otomotif di bawah payung Nissan. Selain Datsun GO Sedan dan hatchback dengan platform yang sama produsen otomotif asal Jepang itu tampaknya juga baka segera merilis versi crossover-nya yang bulan lalu sempat dimunculkan dengan nama Datsun Redi-GO.

Datsun Go Sedan Indonesia

Mengenai Datsun GO Sedan sendiri belum banyak informasi yang dibocorkan secara resmi, namun ada beberapa hal yang bisa dipastikan yaitu bahwa mobil sedan empat pintu tersebut bakal menggunakan platform Datsun GO dan GO+ yang sudah lebih dahulu beredar di pasaran.


Kemunculan Datsun sedan tersebut di Russia adalah hal lazim mengingat mobil yang dikembangkan sebagai hasil kerja sama antara Renault dan Nissan itu akan diproduksi di failitas produksi di negeri tersebut. Di Russia sendiri Datsun mematok target penjualan enam juta unit sepanjang tahun 2014.

Kepastian mengenai kehadiran Datsun GO Sedan di pasar lain di luar Russia hingga saat ini masih belum dipastikan.

Sumber gambar: Theophilus Chin
Read More
// //

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Murah Datsun GO yg Jarang Diketahui

Setelah absen sekian lama dari pasar otomotif dunia Datsun yang tak lain adalah second brand Nissan memutuskan untuk menjajal pasar mobil murah lewat produk andalan terbarunya Datsun GO. Bahkan sebelum mobil ini resmi dirilis pun sudah terlihat antusiasme yang tinggi dari konsumen meski tak sedikit pula yang masih asing dengan nama Datsun.

Seperti sudah disebut bahwa Datsun GO adalah sebuah mobil yang mengedepankan unsur ekonomis di atas segalanya. Karenanya tak mengejutkan ketika panel instrumen pada dashboard mobil murah buatan Datsun ini tidak memberikan kesan mewah ataupun modern. Walau demikian hampir semua indikator yang diperlukan untuk memberi informasi kepada pengemudi bisa dibilang sudah tersedia pada dashboard Datsun GO.

Sebagai mobil yang mengedepankan unsur ekonomis salah satu instrumen penting yang layak digarisbawahi pada panel Datsun GO ini tak lain adalah indikator yang memberikan feedback kepada pengemudi mengenai berapa banyak rata-rata penggunaan BBM sepanjang perjanalan rute tertentu. Selain cukup bermanfaat cara pengoperasiannya pun relatif praktis dengan hanya menekan tombol trip dan instrumen ini pun akan memberikan masukan kepada pengemudi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan BBM.

Kelebihan dan Kekurangan Datsun GO

Kelebihan dan Kekurangan Datsun GO

Kelebihan dan Kekurangan Datsun GO

Read More
// //

Brosur Spesifikasi Datsun Go+ Mulai Beredar

Salah satu low MPV yang paling dinanti di Indonesia selain Honda Mobilio akhirnya makin terkuak setelah brosur resmi berisikan data spesifikasi Datsun Go+ beredar. Ada sedikit kejutan yang mungkin kurang menyenangkan bagi para pecinta otomotif terkait spesifikasi mobil murah Datsun tersebut. Sebelumnya diduga Datsun Go+ akan menggunakan mesin tiga silinder 1.2 liter milik Nissan March, namun berdasar spesifikasi resmi dalam brosur meski tipe dan kapasitas mesinnya sama dengan Nissan March namun tenaga dan torsi yang dihasilkan tidak sama.

Berdasar brosur spesifikasi Datsun Go+ tersebut mesin milik sang MPV yang bakal menandai kebangkitan kembali merek Datsun hanya mampu menghasilkan tenaga maksimal 68 PS dan torsi maksimal 104 Nm. Di lain pihak Nissan March dengan kapasitas dan konfigurasi mesin sama mampu menghasilkan tenaga maksimal 76 PS dan torsi 103 Nm. Padahal jika ditilik dari spesifikasinya keduanya menggunakan mesin yang persis sama yaitu mesin berkode HR12DE. Bisa jadi perbedaan output pada mesin kedua mobil ini merupakan pertimbangan efisiensi bahan bakar.

Sebagaimana diketahui bahwa Datsun Go+ adalah mobil Datsun pertama yang bakal hadir di Indonesia setelah pabrikan millik Nissan tersebut absen bertahun-tahun. Dengan dimensi 3.995 x 1.635 x 1.485 mm dan panjang wheelbase 2.540 mm pihak Nissan mengklaim bahwa MPV ini secara khusus dirancang untuk pasar Indonesia. Salah satu keunggulan Datsun Go+ adalah bobotnya yang hanya 794 kg.

Spesifikasi Datsun Go+

Dengan mengandalkan ban berukuran 155/70 dan velg 13 inch mobil murah Datsun ini sudah dilengkapi dengan ventilated disc brake di bagian depan, sementara rem belakang masih mengandalkan tipe drum. Sudah pasti untuk menekan harga jual maka velg yang digunakan belum bertipe alloy.

Rencananya Nissan akan memproduksi Datsun Go+ dalam beberapa pilihan warna yaitu Reddish Gold, White Solid, Silver Metallic, Grey Metallic dan Black Solid. Sementara harga Datsun Go+ belum bisa dikonfirmasi namun diperkirakan harganya tak bakal lebih dari Rp 100 juta. Untuk sementara waktu penjualan Datsun Go+ masih akan memanfaatkan jaringan penjualan Nissan.
Read More
// //

Datsun Resmi Perkenalkan Datsun Go+ di Indonesia

Datsun akhirnya resmi memperkenalkan mobil murah tipe MPV yang diberi nama Datsun Go+ dengan jok tiga baris. Datsun memastikan bahwa mobil terbaru itu tak akan dijual dengan harga lebih dari Rp 100 juta.

Mobil Datsun Go+ ini diproduksi di fasilitas produksi yang berlokasi di Purwakarta. Sementara Datsun Go versi hatchback juga dipastikan akan hadir mulai tahun 2014 di Indonesia sebagai mobil kedua yang diluncurkan perusahaan yang masih satu group dengan Nissan tersebut setelah Datsun GO+.


Read More
// //

Mobil Murah Datsun Diperkenalkan Tanggal 17 September

Pabrikan asal Jepang Datsun, yang merupakan second brand Nissan tersebut akan perkenalkan satu dari dua mobil murah untuk pasar Indonesia. Datsun belum beniat membocorkan informasi mengenai mobil yang harganya di bawah Rp 100 juta tersebut namun mobil terbaru itu akan diperkenalkan secara resmi pada tanggal 17 September 2013 nanti.

Datsun merencanakan untuk merilis dua mobil murah khusus untuk pasar Indonesia, mobil yang diperkenalkan pada tanggal 17 September nanti merupakan mobil pertama dari dua mobil tersebut yang didesain dan dikembangkan oleh anak bangsa di bawah pengawasan dari Nissan Motor. Mobil murah Datsun ini secara khusus hendak menyasar segmen anak muda di Indonesia.



Read More
// //

Inilah Datsun GO

Datsun GO menandai kebangkitan kembali merek Datsun yang pernah populer di era tahun 80-an. Mengawali kebangkitan kembali mereknya Datsun merilis mobil murah tipe hatchback lima pintu yang rencananya Nissan sebagai pemilik merek Datsun akan menyasar beberapa negara seperti Rusia, India dan Indonesia sebagai pasar utama Datsun GO.

Datsun GO adalah mobil pertama Datsun sejak merek ini diakuisisi oleh Nissan, kini perusahaan asal Jepang tersebut akan menggunakan merek Infiniti untuk pasar high-end, Nissan untuk mid-end dan Datsun di kelas low-end. Ketertarikan akan manisnya pasar mobil murah menjadi alasan utama diluncurkannya Datsun GO.



Read More