// //

Harga Renault Kwid Indonesia Matikan LCGC?


Medio 19 Oktober lalu Renault Kwid secara resmi diperkenalkan di Indonesia dengan mengambil tempat di mall Kota Kasablanka. Pada kesempatan itu juga sebenarnya sang produsen turut memperkenalkan Renault Koleos, namun sorotan kali ini lebih diarahkan pada Kwid karena banderol harganya yang mengejutkan.

Dalam beberapa tahun ini permintaan akan mobil di Indonesia meningkat pesat semenjak lahirnya kebijakan LCGC, Anda yang mengikuti perkembangan berita otomotif terbaru sudah pasti paham akan hal itu. Terakhir si kembar Daihatsu Calya dan Toyota Sigra makin meningkatkan permintaan tersebut. Renault yang hadir belakangan mencoba membidik segmen yang sama, alih-alih memanfaatkan kebijakan LCGC mereka melahirkan Renault Kwid yang meski non LCGC namun hanya dibanderol Rp 100 Juta lebih sedikit.

Kapan Renault Kwid Masuk Indonesia?


Mengenal Renault Kwid Sang Pesaing LCGC

Renault Kwid sendiri muncul pertama kali di India sebagai sebuah mobil konsep dengan nama sama (Renault Kwid) dalam sebuah gelaran bertajuk Auto Expo 2014. Kala itu sang crossover tampil unik dengan pintu yang dibuka ke atas ala mobil sport.

Seperti bisa diduga ketika masuk tahap post-production tentu penampilannya tidak lagi sama persis seperti kala masih menjadi konsep. Hilang sudah pintu membuka ke atas dan diganti pintu dengan model bukaan konvensional.
Renault Kwid sendiri tercatat sebagai mobil pertama buatan Renault berbasis platform CMF-A, platform ini dikemudian hari diaplikasikan pada Datsun Redi Go yang tidak masuk ke pasar Indonesia.

Desain yang muscular menjadikan Renault Kwid langsung menebarkan aura SUV, tanpa desain tersebut pada dasarnya ia lebih menyerupai sub-compact hatchback kelas A sebab dimensinya memang nyaris setara dengan Mitsubishi Mirage, Nissan March dan sebangsanya. Ground clearance yang mencapai 180 mm mempertegas perbedaan tersebut.

Harga Renault Kwid Indonesia

Masuk ke pasar Indonesia Renault Kwid hanya dihadirkan dalam satu opsi mesin saja yaitu 1.0 liter, sementara di India ia tersedia dalam pilihan mesin 0,8 (800 cc) dan 1.0 liter. Sekalipun demikian pada dasarnya selain kapasitas mesin tak banyak perbedaan antara Renault Kwid Indonesia dengan Renault Kwid India yang versi 0.8 liter.

Dalam rangka menekan harga agar mampu menjadi ‘pembunuh’ LCGC maka Kwid hanya dipercantik dengan velg kaleng yang dilapis dengan ban 13 inch. Velg ini sendiri hanya mengadopsi 3 baut sehingga bisa ditebak takkan mudah bagi pemilik untuk menggonta-ganti dengan velg aftermarket dalam upaya mendongkrak penampilan.

Dalam sebuah uji Global NCAP Renault Kwid pernah hanya mencatatkan rating 0, uniknya (atau sayangnya?) sang produsen hanya melakukan solusi tambal sulam dengan memperkuat bagian-bagian tertentu di dalam kabin, utamanya pada sisi pengemudi. Kenapa? Sebab uji NCAP memang hanya memfokuskan pada sisi pengemudi. Itupun hanya berakhir dengan bintang 1 dalam uji Global NCAP berikutnya Dan Renault Kwid yang dijual di Indonesia pun tampaknya sama saja, setidaknya itu bisa dilihat dari airbag yang hanya terdapat pada sisi pengemudi saja.

Salah satu bagian mentereng dari Renault Kwid yang dijual di Indonesia adalah keberadaan sticker racing flag atau chequered flag meski mungkin bukan selera setiap orang.

Spesifikasi Renault Kwid Indonesia

Penghematan lain yang dilakukan dalam rangka menjaga harga Renault Kwid kompetitif kembali tampak pada spion yang hanya bisa diatur secara manual, cukup aneh mengingat interior Renault Kwid sudah dilengkapi dengan monitor layar sentuh berukuran 7 inch. Pada sisi lain spion ini memberikan visibilitas yang cukup baik, belum lagi desain lipat dua arah yang bisa memberi sedikit ketenangan bagi pemilik kala ada sepeda motor di dekatnya.

Renault Kwid Sudah Masuk Indonesia

Interior Renault Kwid sangatlah sederhana, selain layar sentuh 7 inch yang sudah disebut sebelumnya ia juga sudah mengadopsi spidometer digital meski tanpa tachometer. Sabuk pengaman di bagian depan dilengkapi dengan fitur Pro Sense. Sementara ukuran glovebox di sisi kiri (depan) memiliki kapasitas sangat minim.

Interior Renault Kwid Indonesia

Review Renault Kwid Indonesia

Test Drive Renault Kwid Indonesia

Beruntung bagasinya tidak seminim glovebox tersebut. Tercatat Renault Kwid memiliki kapasitas bagasi 300 liter yang berarti lebih lega dibanding beberapa city car yang beredar di Indonesia.

Dapur pacu 1.0 liter Renault Kwid Indonesia pada dasarnya adalah mesin yang sama dengan versi 800 cc versi India, Renault tidak memberikan mesin baru melainkan hanya melakukan bore-up. Pihak pabrikan bersama dengan itu juga memperbaiki beberapa sektor seperti kopling, driveshaft serta engine mounts dalam rangka meningkatkan level NVH.

Renault Kwid Diluncurkan di Indonesia

Pada sebuah pengujian Renault Kwid menunjukkan akselerasi yang terbilang halus, meski ada sensasi janggal pada pedal kopling. Seiring dengan waktu kejanggalan tersebut tidak lagi terlalu terasa. Berbeda dengan mengemudikan Toyota Calya atau Daihatsu Sigra manual yang memaksa pengemudi rajin-rajin memindah tuas persneling, di balik kemudi Renault Kwid terasa lebih santai karena tak perlu sering-sering memindahkan gigi.

Selain itu posisi dudukan yang tinggi berperan positif memberikan pandangan ekstra luas, bahkan pengemudi bisa memantau moncong mobil (bonnet) dengan sangat jelas. Perpaduan antara karakter mesin dan keleluasaan pandang ini menurut kami menjadi keunggulan Renault Kwid sebagai sebuah city car.

Di jalan tol Renault Kwid juga sama tangguhnya, mesin tidak terdengar berteriak kala dipacu. Mendahului kendaraan berat (truck) di jalur tol bukan persoalan besar bagi SUV yang bakal menjadi ancaman bagi LCGC dalam waktu dekat ini. Saat menggunakan gigi 5 dan kecepatan dipaksa turun ke 70-80 km/jam mesin juga tidak menuntut pengemudi untuk melakukan shift-down.

Seperti kebanyakan sub-compact hatchback suspensi Kwid disetel lembut untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang, sebab segmen keluarga muda memang merupakan target market yang dibidik. Karenanya pada sisi lain gejala limbung memang terasa namun dalam kategori terkontrol. Kelemahan Renault Kwid di jalan tol terletak pada lingkar kemudi yang terlampau ringan dan tidak memberikan cukup feedback. Bannya juga terasa terlampau kecil kala dipacu dalam kecepatan tinggi.

Dan karena Renault Kwid tidak dilengkapi ABS maka melakukan hard braking seketika berakhir pada roda depan yang mengunci, secara umum crossover ini memang lebih cocok dikemudikan secara santai.

Pilih Renault Kwid atau LCGC?

Spesifikasi Teknis Renault Kwid

  • Mesin: tiga silinder 12 katup 999 cc
  • Transmisi: manual synchomesh lima tingkat percepatan
  • Tenaga maksimal: 68 hp pada 5.500 rpm
  • Torsi maksimal: 91 hp pada 4.250 rpm
  • Suspensi: Mac Pherson strut with lower transverse link (depan), Twist beam suspension with coil spring (belakang)
  • Roda: 155/80
  • Velg: R13
  • Dimensi: 3.679 mm x 1.579 mm x 1.478 mm
  • Jarak sumbu roda: 2.422 mm
  • Ground clearance: 180 mm

Pilih Renault Kwid atau LCGC?

Harga 117 Juta, merek Eropa, tanpa logo LCGC serta penampilan yang lebih mudah dicerna sekilas memang tampak menjadi modal Renault Kwid untuk dengan mudah mematikan LCGC. Namun pasar kadang kala tidak semudah itu diprediksi, di daerah misalnya bisa jadi Kwid tak terlalu dilirik oleh calon konsumen dengan alasan persebaran service center lebih-lebih dibanding Toyota atau Daihatsu. Belum lagi meski menyandang gelar non LCGC namun dari sisi kelengkapan ia justru tak lebih baik dari yang terang-terangan bergelar LCGC. Tanpa bermaksud memihak namun belum adanya ABS, airbag yang hanya satu buah, belum lagi power window yang hanya ada di bagian depan bisa dengan mudah dilibas oleh Toyota Calya misalnya.

Toh keputusan akhirnya ada di tangan masing-masing individu dengan preferensi dan pertimbangan yang berbeda. Pastinya kehadiran Renault Kwid yang hanya dibanderol setara LCGC ini bakal berdampak positif bagi calon konsumen, setidaknya dari sisi makin banyaknya pilihan.